Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman Melalui Solarisasi Tanah Hamdani, Kiki Kusyaeri; Susanto, Heru
AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 4 No 2 (2020): AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (725.755 KB) | DOI: 10.33019/agrosainstek.v4i2.127

Abstract

Organisme pengganggu tumbuhan (OPT) seperti hama, patogen, dan gulma menimbulkan masalah dalam budidaya tanaman sehingga perlu upaya penanganan yang tepat. Solarisasi tanah merupakan salah satu alternatif pengendalian OPT tersebut. Makalah ini membahas informasi tentang pengendalian organisme pengganggu tanaman dengan teknologi solarisasi. Beberapa komponen yang berperan dalam proses solarisasi yaitu radiasi matahari sebagai sumber energi, mulsa plastik sebagai pengubah sumber energi, serta lengas tanah sebagai penangkap dan penghantar panas yang dihasilkan plastik pada jeluk tanah yang lebih dalam. Solarisasi tanah bersifat ramah lingkungan dan dilakukan sebelum tanam dengan mengelola energi panas dari radiasi matahari. Solarisasi tanah terbaik yaitu dengan menggunakan lembaran plastik transparan karena bersifat tembus cahaya dimana sebagian besar cahaya ditransmisikan melalui lembaran plastik dan hanya sedikit yang diserap dan dipantulkan. Suhu tanah yang tinggi akibat solarisasi tanah dapat menekan patogen tanah, hama tanah, dan propagul gulma serta dapat meningkatkan kesuburan tanah, pertumbuhan dan hasil tanaman.
KARAKTERISTIK USAHATANI MANGGA VARIETAS GEDONG GINCU DI KABUPATEN CIREBON Waryat, Waryat; Nurawan, Agus; Prawiranegara, Darojat; Hamdani, Kiki Kusyaeri
Agrisintech (Journal of Agribusiness and Agrotechnology) Vol 4 No 1 (2023): April
Publisher : Universitas Nusa Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31938/agrisintech.v4i1.572

Abstract

Mangga (Mangifera indica L.) merupakan komoditas buah potensial di Jawa Barat. Meskipun produksinya cukup besar, namun Indonesia belum masuk kedalam negara pengekspor utama mangga di dunia. Salah satu varietas mangga unggulan yang banyak ditemukan di Jawa Barat adalah gedong gincu. Tujuan kajian ini adalah untuk mengetahui karakteristik usahatani mangga gedong gincu di kabupaten cirebon. Penelitian dilakukan menggunakan metode survei, data primer dikumpulkan dari 30 petani mangga gedong yang diambil secara acak. Data sekunder diperoleh dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan. Survei dilakukan di kecamatan Sedong, kabupaten Cirebon. Hasil analisis usahatani menunjukkan bahwa usahatani mangga gedong gincu di lokasi kajian memberikan keuntungan yang layak, hal ini dapat dilihat dari nilai R/C ratio yang mencapai 3,26. Terdapat dua periode harga pada saat panen mangga. Harga tertinggi dicapai pada bulan April – Juni dan harga terendah dicapai pada periode bulan Oktober – Desember. Tujuan petani menanam mangga secara umum (90,63 %) adalah untuk dijual. Adapun permasalahan utama yang dihadapi petani dalam pengusahaan mangga yaitu hama dan penyakit serta permodalan. Mango (Mangifera indica L.) is a potential fruit commodity in West Java. Despite its large production, Indonesia is not yet one of the world's major mango exporting countries. Gedong gincu is a superior mango variety that can be found in West Java. The goal of this research was to identify the characteristics of gedong gincu mango farming in the Cirebon district. The survey method was used in the study, Primary data was obtainerd from 30 random farmers, while secondary data was obtained from the Food Crops Agriculture Office. The survey was carried out in the Sedong district of Cirebon. According to the findings of the farming analysis, gedong gincu mango farming in the study area generates a reasonable profit, this can be seen from the value of the R/C ratio which reaches 3.26. During the mango harvest, there are two price periods. The highest price is reached between April and June, and the lowest price is reached between October and December. Farmers' primary goal in growing mangoes (90.63 percent) is to sell them. Pests and diseases, as well as capital, were the main issues for the farmers.
Keragaan dan hasil varietas unggul kedelai di lahan sawah tadah hujan setelah padi di Kabupaten Majalengka: Performance and yield of superior soybean varieties in rainfed rice fields after rice in Majalengka Regency Hamdani, Kiki Kusyaeri; Haryati, Yati
AGROMIX Vol 14 No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/agx.v14i1.3098

Abstract

𝘐𝘯𝘵𝘳𝘰𝘥𝘶𝘤𝘵𝘪𝘰𝘯: 𝘚𝘶𝘱𝘦𝘳𝘪𝘰𝘳 𝘷𝘢𝘳𝘪𝘦𝘵𝘪𝘦𝘴 𝘢𝘳𝘦 𝘰𝘯𝘦 𝘰𝘧 𝘵𝘩𝘦 𝘱𝘳𝘰𝘥𝘶𝘤𝘵𝘪𝘷𝘪𝘵𝘺-𝘣𝘰𝘰𝘴𝘵𝘪𝘯𝘨 𝘵𝘦𝘤𝘩𝘯𝘰𝘭𝘰𝘨𝘪𝘦𝘴 𝘪𝘯 𝘢𝘥𝘥𝘪𝘵𝘪𝘰𝘯 𝘵𝘰 𝘰𝘵𝘩𝘦𝘳 𝘵𝘦𝘤𝘩𝘯𝘰𝘭𝘰𝘨𝘪𝘦𝘴. 𝘚𝘦𝘭𝘦𝘤𝘵𝘪𝘰𝘯 𝘰𝘧 𝘵𝘩𝘦 𝘳𝘪𝘨𝘩𝘵 𝘷𝘢𝘳𝘪𝘦𝘵𝘺 𝘸𝘪𝘭𝘭 𝘩𝘢𝘷𝘦 𝘢𝘯 𝘪𝘮𝘱𝘢𝘤𝘵 𝘰𝘯 𝘨𝘳𝘰𝘸𝘵𝘩 𝘢𝘯𝘥 𝘺𝘪𝘦𝘭𝘥𝘴 𝘰𝘣𝘵𝘢𝘪𝘯𝘦𝘥. 𝘖𝘯𝘦 𝘰𝘧 𝘵𝘩𝘦 𝘤𝘢𝘶𝘴𝘦𝘴 𝘰𝘧 𝘭𝘰𝘸 𝘺𝘪𝘦𝘭𝘥𝘴 𝘢𝘵 𝘵𝘩𝘦 𝘧𝘢𝘳𝘮 𝘭𝘦𝘷𝘦𝘭 𝘪𝘴 𝘵𝘩𝘦 𝘶𝘴𝘦 𝘰𝘧 𝘷𝘢𝘳𝘪𝘦𝘵𝘪𝘦𝘴 𝘵𝘩𝘢𝘵 𝘢𝘳𝘦 𝘯𝘰𝘵 𝘪𝘯 𝘢𝘤𝘤𝘰𝘳𝘥𝘢𝘯𝘤𝘦 𝘸𝘪𝘵𝘩 𝘦𝘯𝘷𝘪𝘳𝘰𝘯𝘮𝘦𝘯𝘵𝘢𝘭 𝘤𝘰𝘯𝘥𝘪𝘵𝘪𝘰𝘯𝘴. 𝘙𝘢𝘪𝘯𝘧𝘦𝘥 𝘳𝘪𝘤𝘦 𝘧𝘪𝘦𝘭𝘥𝘴 𝘢𝘳𝘦 𝘰𝘯𝘦 𝘰𝘧 𝘵𝘩𝘦 𝘭𝘢𝘯𝘥𝘴 𝘵𝘩𝘢𝘵 𝘢𝘳𝘦 𝘰𝘧𝘵𝘦𝘯 𝘶𝘴𝘦𝘥 𝘧𝘰𝘳 𝘴𝘰𝘺𝘣𝘦𝘢𝘯 𝘱𝘭𝘢𝘯𝘵𝘴. 𝘛𝘩𝘪𝘴 𝘴𝘵𝘶𝘥𝘺 𝘢𝘪𝘮𝘴 𝘵𝘰 𝘥𝘦𝘵𝘦𝘳𝘮𝘪𝘯𝘦 𝘵𝘩𝘦 𝘨𝘳𝘰𝘸𝘵𝘩 𝘢𝘯𝘥 𝘺𝘪𝘦𝘭𝘥 𝘱𝘦𝘳𝘧𝘰𝘳𝘮𝘢𝘯𝘤𝘦 𝘰𝘧 𝘴𝘦𝘷𝘦𝘳𝘢𝘭 𝘴𝘰𝘺𝘣𝘦𝘢𝘯 𝘷𝘢𝘳𝘪𝘦𝘵𝘪𝘦𝘴 𝘪𝘯 𝘳𝘢𝘪𝘯𝘧𝘦𝘥 𝘳𝘪𝘤𝘦 𝘧𝘪𝘦𝘭𝘥𝘴 𝘢𝘧𝘵𝘦𝘳 𝘳𝘪𝘤𝘦 𝘪𝘯 𝘔𝘢𝘫𝘢𝘭𝘦𝘯𝘨𝘬𝘢 𝘙𝘦𝘨𝘦𝘯𝘤𝘺. 𝘔𝘦𝘵𝘩𝘰𝘥: 𝘛𝘩𝘦 𝘳𝘦𝘴𝘦𝘢𝘳𝘤𝘩 𝘸𝘢𝘴 𝘤𝘰𝘯𝘥𝘶𝘤𝘵𝘦𝘥 𝘢𝘵 𝘵𝘩𝘦 𝘑𝘢𝘵𝘪𝘬𝘦𝘳𝘴𝘢 𝘍𝘢𝘳𝘮𝘦𝘳𝘴 𝘎𝘳𝘰𝘶𝘱, 𝘊𝘪𝘤𝘶𝘳𝘶𝘨 𝘝𝘪𝘭𝘭𝘢𝘨𝘦, 𝘔𝘢𝘫𝘢𝘭𝘦𝘯𝘨𝘬𝘢 𝘋𝘪𝘴𝘵𝘳𝘪𝘤𝘵, 𝘔𝘢𝘫𝘢𝘭𝘦𝘯𝘨𝘬𝘢 𝘙𝘦𝘨𝘦𝘯𝘤𝘺 𝘧𝘳𝘰𝘮 𝘈𝘱𝘳𝘪𝘭 𝘵𝘰 𝘑𝘶𝘭𝘺 2021. 𝘛𝘩𝘦 𝘳𝘦𝘴𝘦𝘢𝘳𝘤𝘩 𝘥𝘦𝘴𝘪𝘨𝘯 𝘶𝘴𝘦𝘥 𝘢 𝘙𝘢𝘯𝘥𝘰𝘮𝘪𝘻𝘦𝘥 𝘊𝘰𝘮𝘱𝘭𝘦𝘵𝘦 𝘉𝘭𝘰𝘤𝘬 𝘋𝘦𝘴𝘪𝘨𝘯 (𝘙𝘊𝘉𝘋) 𝘸𝘪𝘵𝘩 𝘴𝘦𝘷𝘦𝘯 𝘳𝘦𝘱𝘭𝘪𝘤𝘢𝘵𝘪𝘰𝘯𝘴. 𝘛𝘩𝘦 𝘷𝘢𝘳𝘪𝘦𝘵𝘪𝘦𝘴 𝘶𝘴𝘦𝘥 𝘸𝘦𝘳𝘦 𝘋𝘦𝘷𝘰𝘯 1, 𝘋𝘦𝘳𝘢𝘱 1, 𝘋𝘦𝘯𝘢 2, 𝘋𝘦𝘫𝘢 1, 𝘋𝘦𝘵𝘢𝘱 1, 𝘢𝘯𝘥 𝘈𝘯𝘫𝘢𝘴𝘮𝘰𝘳𝘰. 𝘙𝘦𝘴𝘶𝘭𝘵: 𝘛𝘩𝘦 𝘳𝘦𝘴𝘶𝘭𝘵𝘴 𝘴𝘩𝘰𝘸𝘦𝘥 𝘵𝘩𝘢𝘵 𝘵𝘩𝘦 𝘋𝘦𝘫𝘢 1 𝘷𝘢𝘳𝘪𝘦𝘵𝘺 𝘱𝘳𝘰𝘥𝘶𝘤𝘦𝘥 𝘵𝘩𝘦 𝘩𝘪𝘨𝘩𝘦𝘴𝘵 𝘱𝘭𝘢𝘯𝘵 𝘩𝘦𝘪𝘨𝘩𝘵 𝘢𝘯𝘥 𝘥𝘳𝘺 𝘴𝘦𝘦𝘥 𝘸𝘦𝘪𝘨𝘩𝘵 𝘱𝘦𝘳 𝘩𝘦𝘤𝘵𝘢𝘳𝘦, 𝘸𝘩𝘪𝘭𝘦 𝘵𝘩𝘦 𝘋𝘦𝘷𝘰𝘯 1 𝘷𝘢𝘳𝘪𝘦𝘵𝘺 𝘱𝘳𝘰𝘥𝘶𝘤𝘦𝘥 𝘵𝘩𝘦 𝘩𝘪𝘨𝘩𝘦𝘴𝘵 𝘯𝘶𝘮𝘣𝘦𝘳 𝘰𝘧 𝘣𝘳𝘢𝘯𝘤𝘩𝘦𝘴. 𝘛𝘩𝘦 𝘈𝘯𝘫𝘢𝘴𝘮𝘰𝘳𝘰 𝘷𝘢𝘳𝘪𝘦𝘵𝘺 𝘱𝘳𝘰𝘥𝘶𝘤𝘦𝘥 𝘵𝘩𝘦 𝘩𝘪𝘨𝘩𝘦𝘴𝘵 𝘸𝘦𝘪𝘨𝘩𝘵 𝘰𝘧 𝘸𝘦𝘵 𝘴𝘵𝘰𝘷𝘦𝘳 𝘱𝘦𝘳 𝘩𝘦𝘤𝘵𝘢𝘳𝘦 𝘢𝘯𝘥 𝘵𝘩𝘦 𝘩𝘪𝘨𝘩𝘦𝘴𝘵 𝘯𝘶𝘮𝘣𝘦𝘳 𝘰𝘧 𝘱𝘰𝘥𝘴 𝘢𝘯𝘥 𝘱𝘰𝘥𝘴 𝘱𝘦𝘳 𝘱𝘭𝘢𝘯𝘵. 𝘊𝘰𝘳𝘳𝘦𝘭𝘢𝘵𝘪𝘰𝘯 𝘰𝘤𝘤𝘶𝘳𝘳𝘦𝘥 𝘣𝘦𝘵𝘸𝘦𝘦𝘯 𝘱𝘭𝘢𝘯𝘵 𝘩𝘦𝘪𝘨𝘩𝘵 𝘢𝘯𝘥 𝘯𝘶𝘮𝘣𝘦𝘳 𝘰𝘧 𝘣𝘳𝘢𝘯𝘤𝘩𝘦𝘴 𝘢𝘴 𝘸𝘦𝘭𝘭 𝘢𝘴 𝘣𝘦𝘵𝘸𝘦𝘦𝘯 𝘯𝘶𝘮𝘣𝘦𝘳 𝘰𝘧 𝘧𝘪𝘭𝘭𝘦𝘥 𝘱𝘰𝘥𝘴 𝘸𝘪𝘵𝘩 𝘸𝘦𝘪𝘨𝘩𝘵 𝘰𝘧 𝘸𝘦𝘵 𝘴𝘵𝘰𝘷𝘦𝘳 𝘢𝘯𝘥 𝘸𝘦𝘪𝘨𝘩𝘵 𝘰𝘧 𝘥𝘳𝘺 𝘴𝘩𝘦𝘭𝘭𝘦𝘥 𝘴𝘦𝘦𝘥𝘴. 𝘊𝘰𝘯𝘤𝘭𝘶𝘴𝘪𝘰𝘯: 𝘌𝘢𝘤𝘩 𝘴𝘶𝘱𝘦𝘳𝘪𝘰𝘳 𝘴𝘰𝘺𝘣𝘦𝘢𝘯 𝘷𝘢𝘳𝘪𝘦𝘵𝘺 𝘱𝘭𝘢𝘯𝘵𝘦𝘥 𝘪𝘯 𝘳𝘢𝘪𝘯𝘧𝘦𝘥 𝘭𝘰𝘸𝘭𝘢𝘯𝘥 𝘢𝘧𝘵𝘦𝘳 𝘳𝘪𝘤𝘦 𝘴𝘩𝘰𝘸𝘦𝘥 𝘥𝘪𝘧𝘧𝘦𝘳𝘦𝘯𝘵 𝘱𝘦𝘳𝘧𝘰𝘳𝘮𝘢𝘯𝘤𝘦𝘴, 𝘺𝘪𝘦𝘭𝘥 𝘤𝘰𝘮𝘱𝘰𝘯𝘦𝘯𝘵𝘴, 𝘢𝘯𝘥 𝘺𝘪𝘦𝘭𝘥𝘴.