Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Hubungan Kelebihan Berat Badan terhadap Tingkat Risiko Diabetes Mellitus Tipe II pada Mahasiswa Kelas Program Khusus Jurusan Keperawatan dan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Palangka Raya Berthiana Berthiana; Mimin Lestari; Dian Ana Mutriqah
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol 2 No 1 (2019): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.119 KB) | DOI: 10.33084/bjmlt.v2i1.1087

Abstract

The world is now inhabited by 171 million people with Diabetes Mellitus (DM) and will double, an estimated 366 million by 2030. Obesity is a risk factor for type II DM. From the results of surveys and observations of researchers at the Palangka Raya Polytechnic, it was seen that some special program class students fall into the category of overweight and obese. This research aims to find out the relationship between overweight and the risk level of type II diabetes melitus in class students specialized in nursing and midwifery courses at Palangka Raya Polytechnic. A quantitative study with correlational studies and research design using a cross-sectional approach. There is a significant relationship between overweight to the risk level of type II DM based on the analysis of chi-square test data, obtained p-value = 0.077. There was a relationship between excess body weight based on body mass index on the risk level of type II DM
Risk Factors of Breast Cancer in Patients at Dr. Doris Sylvanus Hospital, Palangka Raya Mutriqah, Dian Ana; Kania, Nia; Panghiyangani, Roselina; Husaini, Husaini
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 24, No 1 (2024): January
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v24i1.19067

Abstract

Breast cancer ranks first in contributes to cancer deaths in Indonesia. This study aims to analyze the relationship between menarche age, level of knowledge, and history of the use of control birth pills and the incidence of breast cancer. This study employed a case-control design. Inclusion criteria for the case group were women, 20–50 years, breast cancer patients, junior high education level, and married. The subjects excluded respondents who used contraception. The data comes from questioner and medical record. There were 27 respondents each for the case and control group. The result showed a major age range of 31–40 years (63.0%). The education level was dominated by junior high school (40.7%). The chi-square test showed a correlation between the age of menarche (p = 0.01) OR 5.50 (95% CI: 1.604 -18.864), and knowledge (p = 0.00) OR value of 8.31 (95% CI: 2.437-28.354) with breast cancer, but no correlation between history of use of pills contraception with breast cancer (p = 0.74). The dominant risk factor for breast cancer in patients at Dr. Doris Sylvanus Hospital was the level of knowledge. Increasing knowledge about cancer is important in preventing breast cancer in women, especially in Palangkaraya.
Penguatan Profitabilitas UMKM Camilan Tradisional Melalui Inovasi Cita Rasa dan Tata Kelola Usaha Sederhana Sofyan Hakim; Dian Ana Mutriqah; Hilmi Satria Himawan; Karina Awalia Zahra; Irdayani Sagita Anindi; Nurlusiana Nurlusiana; Ade Widya Rahmah
Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Februari: NUSANTARA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/nusantara.v6i1.7905

Abstract

Traditional snack micro, small, and medium enterprises (MSMEs) in Indonesia face increasing market competition and rapidly changing consumer preferences, particularly among younger consumers seeking innovative and symbolic food experiences. This community engagement study aims to strengthen the profitability and sustainability of traditional snack MSMEs by integrating local flavor innovation with simple business governance practices. Using a participatory action research approach under the Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) program in Palangka Raya, this study involved co-creation between students and local entrepreneurs in product development, production standardization, and basic financial management. Qualitative data were collected through participatory observation and stakeholder discussions, while quantitative data were obtained from sales records and simple financial reports. The results demonstrate that local flavor-based innovation, combined with standardized operating procedures and cost control mechanisms, improved product differentiation, operational efficiency, and financial performance. The intervention generated a positive net profit and strengthened the partner’s capacity for independent business management. This study contributes to the literature by positioning traditional food MSMEs as sites of cultural innovation and micro-governance, while supporting Sustainable Development Goals related to inclusive economic growth, cultural preservation, and responsible production.
Tinjauan Literatur Tentang Prevalensi dan Faktor Risiko Obesitas pada Remaja: Literature Review on Prevalence and Risk Factors of Obesity in Adolescents Dian Ana Mutriqah; Savira Angelia
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v12i1.11549

Abstract

Latar belakang: Obesitas pada remaja merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat global yang terus meningkat dalam lima tahun terakhir. (World Health Organization, 2025) melaporkan bahwa pada tahun 2022 terdapat lebih dari 390 juta anak dan remaja usia 5–19 tahun yang mengalami kelebihan berat badan, termasuk sekitar 160 juta yang obesitas. Melihat tren peningkatan prevalensi obesitas serta kompleksitas faktor penyebabnya, diperlukan kajian literatur yang komprehensif untuk mengidentifikasi faktor-faktor risiko yang paling berpengaruh terhadap kejadian obesitas pada remaja. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prevalensi serta faktor-faktor yang memengaruhi obesitas pada remaja berdasarkan hasil penelitian yang dipublikasikan dalam lima tahun terakhir (2020–2025). Metodelogi: Penelitian ini menggunakan pendekatan literatur review sistematis, yaitu meninjau dan menganalisis hasil-hasil penelitian terdahulu yang relevan. Hasil: terdapat 5 faktor dominan yang berulang dan saling berkaitan, pola makan tinggi kalori dan rendah serat, aktivitas fisik rendah dan gaya hidup sedentari, faktor sosial ekonomi dan pengaruh keluarga, durasi tidur yang tidak memadai, faktor psikologis seperti stres.
Edukasi Gizi dan Pelatihan Pembuatan Makanan Pendamping ASI (MPASI) Berbasis Labu Kuning untuk Mendukung Tumbuh Kembang Balita Dian Ana Mutriqah; Rezqi Handayani; Liagustri Maulisazen Basuki; Savira Angelia; Leli Khairani Siregar; Vini Rima Pratiwi; Windya Nazmatur Rahmah; Risqika Yuliantri; Devi Delvita; Sri Astuti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Wadah Publikasi Cendekia Vol 3 No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat WPC
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/jpmwpc.v3i1.944

Abstract

Masa balita merupakan periode emas pertumbuhan yang sangat dipengaruhi oleh asupan gizi, terutama pada masa transisi pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI). Permasalahan stunting dan kurangnya pengetahuan ibu mengenai variasi menu MPASI menjadi latar belakang utama kegiatan ini. Labu kuning memiliki potensi besar sebagai pangan lokal yang kaya akan beta-karoten dan serat, namun pemanfaatannya belum optimal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu balita dalam mengolah labu kuning menjadi MPASI yang inovatif dan bergizi. Metode yang digunakan meliputi edukasi gizi melalui ceramah interaktif serta pelatihan pembuatan menu MPASI berbasis labu kuning. Hasil kegiatan menunjukkan partisipasi yang aktif dari peserta selama mengikuti kegiatn. adanya peningkatan signifikan pada skor post-test pengetahuan peserta mengenai gizi seimbang. Kesimpulannya, optimalisasi pangan lokal melalui edukasi dan pelatihan praktis merupakan langkah strategis dalam mendukung tumbuh kembang balita serta mencegah masalah gizi di tingkat keluarga.
Edukasi Makanan Sehat dan Skrining Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan Penyakit Tidak Menular pada Lansia Devi Delvita; Sri Astuti; Aprileo Vebi Eka Utama; Muhammad Reyzaldy; Dody Teguh Yuwono; Dian Ana Mutriqah; Liagustri Maulisazen Basuki; Savira Angelia; Leli Khairani Siregar; Vini Rima Pratiwi; Windya Nazmatur Rahmah; Risqika Yuliantri; Rezqi Handayani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Wadah Publikasi Cendekia Vol 3 No 2 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat WPC
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/jpmwpc.v3i2.1582

Abstract

Peningkatan jumlah populasi lanjut usia (lansia) diiringi dengan meningkatnya risiko Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti hipertensi dan diabetes melitus, serta masalah degeneratif seperti sarkopenia. Upaya preventif dan promotif sangat diperlukan untuk menjaga kualitas hidup lansia. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan status kesehatan lansia dalam mencegah PTM dan sarkopenia. Kegiatan dilaksanakan di Sekolah Lansia Tangguh BKL Cantik, Kota Palangka Raya. Metode yang digunakan meliputi pemeriksaan kesehatan (pengecekan kadar gula darah), aktivitas fisik berupa senam bersama, serta edukasi kesehatan interaktif terkait pola makan sehat tanpa garam (rendah natrium) dan pencegahan sarkopenia. Kegiatan ini diikuti dengan antusias oleh para lansia. Hasil pemeriksaan menunjukkan pemetaan awal kondisi gula darah mandiri lansia. Selain itu, terjadi peningkatan pemahaman peserta mengenai pentingnya pembatasan konsumsi garam untuk mengontrol tekanan darah dan pemenuhan nutrisi serta aktivitas fisik untuk mencegah penurunan massa otot (sarkopenia). Kegiatan pengabdian ini efektif dalam memberikan pemahaman praktis dan deteksi dini PTM pada lansia. Diperlukan keberlanjutan program serupa secara berkala untuk menjaga kemandirian dan kesehatan lansia di Kota Palangka Raya.
Studi Literatur: Gambaran Prevalensi Kejadian Anemia pada Remaja dan Faktor Risiko Anemia: Literatur Review: Overview Of Anemia Prevalence In Adolescent and Risk Factors For Anemia Savira Angelia; Dian Ana Mutriqah
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i3.11388

Abstract

Anemia adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan suatu kondisi di mana kadar hemoglobin atau jumlah sel darah merah berada di bawah normal (kurang dari 12 g/dL). Oksigen diperlukan untuk transportasi hemoglobin. Kapasitas tubuh untuk mengalirkan darah ke jaringan berkurang karena kadar hemoglobin yang rendah. Fase remaja usia 10-19 tahun rentan terhadap risiko kesehatan karena remaja terjadi pertumbuhan tinggi badan, massa otot, dan massa lemak yang pesat mengakibatkan kebutuhan harian zat besi dan zat gizi mikro yang lebih besar. Tujuan studi literatur ini untuk menelaah dan menganalisis hasil penelitian yang berkaitan dengan prevalensi anemia remaja dan faktor risiko anemia. Metode penelitian menggunakan studi literatur dari database Google Scholar, Pubmed, Research Gate, ScienceDirect dengan kata kunci “anemia” “remaja” “prevalensi” dan “faktor risiko” serta kata “and” sebagai kombinasi. Hasil penelitian literatur didapatkan dua puluh artikel sesuai dan relevan dengan topik penelitian. Kesimpulan keseluran jurnal yang telah ditelaah prevalensi anemia pada remaja tertinggi Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat yaitu 76% dan prevalensi terendah yaitu Barito Utara, Kalimantan Tengah 10,2%. Faktor risiko yang mempengaruhi anemia yaitu pengetahuan anemia, status gizi, usia remaja, body image/persepsi tubuh, pendidikan remaja, pola makan, frekuensi makan, lama menstruasi, infeksi cacing dan obat cacing, kepatuhan sumplemen zat besi (TTD/IFA), sosio-ekonomi dan pendidikan orang tua, konsumsi penghambat penyerapan zat besi, pola tidur dan gaya hidup, penyakit menular dan kronis, jamban dan jumlah anggota keluarga. Pengetahuan, sikap, dan perilaku terkait anemia dapat ditingkatkan dengan meningkatkan pendidikan kesehatan melalui pengajaran berbasis sekolah.