Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Isu Dualisme Pemerintahan Kota Batam dan Badan Pengusahaan Batam, dalam Manajemen Tata Kelola dan Aspek Kebijakan Publik Kelembagaan lestari, linayati; Effendi, Winda Roselina; Nurhayati, Nurhayati; Harun, Askarmin; Hasibuan, Ronald Parlindungan; Sutarto, Dendi; Nurfatihah, Fazarina
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol. 7 No. 1 (2025): JURNAL ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
Publisher : STISIPOL Raja Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56552/jisipol.v7i1.285

Abstract

Batam City is a national strategic area with the status as a Free Trade and Free Port Area (KPBPB) based on Law Number 39 Year 2009. As an implication, the management of this area is not only the responsibility of Batam City Government (Pemko Batam), but also Batam Concession Agency (BP Batam). This study aims to identify the root causes of institutional conflict between Batam City Government and Batam Concession Agency, analyze the impact of institutional politics on the effectiveness of governance and public services, present realistic and strategic policy alternatives to resolve institutional problems in Batam City, and provide recommendations based on the principles of good governanceThe method used is qualitative research with a case study approach, with secondary data sourced from books, articles, journals, documents and other literature studies.The results show that the issue of institutional dualism between the Batam City Government and the Batam Concession Agency has long been a source of institutional tension that affects the quality of governance, the effectiveness of public services, as well as public and investor confidence. Although a solution has been sought through an ex-officio mechanism, this approach has not fully resolved the root of the problem, namely overlapping authority, lack of coordination, and weak public participation. Based on an in-depth analysis of the root causes, data and trends, and consideration of the advantages and disadvantages of each option, the best recommendation is to establish a Joint Governance Body.
PENGARUH PENERAPAN KONSEP 3R (REDUCE, REUSE, RECYCLE) DALAM PENGELOLAAN SAMPAH ORGANIK UNTUK MENGURANGI VOLUME SAMPAH: STUDI PENGABDIAN MASYARAKAT DI KELURAHAN TIBAN LAMA, KOTA BATAM Fazarina Nurfatihah; Lestari, Linayati; Farid Setyobudi, Yustinus; Harun, Askarmin; Rahmah, Siti
Jurnal Pengabdian Ibnu Sina Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : LPPM Universitas Ibnu Sina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36352/j-pis.v5i1.1270

Abstract

Permasalahan sampah di Kota Batam semakin kompleks seiring pertumbuhan penduduk dan industrialisasi. Jika tidak dikelola dengan baik, peningkatan timbulan sampah dapat memicu pencemaran, gangguan kesehatan, serta penurunan kualitas lingkungan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan partisipasi warga Kelurahan Tiban Lama dalam mengelola sampah organik berbasis prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), sekaligus mengidentifikasi faktor pendukung dan kendala yang dihadapi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan 100 responden yang dipilih melalui stratified random sampling. Analisis regresi linear sederhana menunjukkan bahwa program 3R berpengaruh signifikan terhadap pengurangan volume sampah organik dengan koefisien regresi sebesar 0,532 dan nilai signifikansi 0,000 (< 0,1). Nilai Adjusted R² sebesar 0,288 menandakan bahwa 28,8% variasi penurunan sampah organik dipengaruhi program 3R, sedangkan sisanya dipengaruhi faktor eksternal lain. Indikator tertinggi terdapat pada aspek pengurangan sampah organik (mean = 4,54), yang menegaskan efektivitas program sejak dari sumber. Hasil kegiatan ini menekankan pentingnya kolaborasi antara masyarakat, pemerintah daerah, dan lembaga terkait untuk memperkuat keberlanjutan program. Strategi yang dapat ditempuh meliputi penguatan kapasitas kelembagaan, peningkatan literasi lingkungan, dan pemberian insentif partisipasi warga, sehingga tercipta sistem pengelolaan sampah yang ramah lingkungan, partisipatif, dan berkelanjutan di Kota Batam.