Yeremias Mamu Sare
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Meningkatkan Hasil Belajar Passing Atas Bola Volly Melalui Metode Bermain Dengan Bola Plastik Pada Siswa Kelas V di SD Kenotan Kecamatan Adonara Tengah Kabupaten Flores Yeremias Mamu Sare
Jurnal Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi Vol. 2 No. 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59584/jurnalpjkr.v2i1.45

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah meningkatan hasil belajar passing atas melalui metode bemain dengan bola plastik pada siswa kelas V di SD Kenotan Kecamatan Adonara Tengah Kabupaten Flores Timur. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas(PTK). Sumber data dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V di SD Kenotan Kecamatan Adonara Tengah Kabupaten Flores Timur tahun ajaran 2023/2024. Subjek pada penelitian ini siswa kelas V di SD Kenotan tahun ajaran 2023/2024 sebanyak 13 Orang yang terbagi atas 6 siswa putra dan 7 siswa putri. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah melalui tes dan pengukuran kemampuan passing atas dari observasi dan proses kegiatan pembelajaran. Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah melalui penelitian tindakan kelas. Prosedur penelitian meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh simpulan bahwa adanya peningkatan dari siklus I ke siklus II dari cara bermain passing atas bola voli metode bola plastik . Pada siklus I untuk rata-rata nilai diperoleh nilai sebesar 62.61% kemudian meningkat di siklus II menjadi 77% dengan kategori baik.
EFEKTIVITAS FESTIVAL SEPAK BOLA HERA HELUT CUP U-12 SEBAGAI WADAH IDENTIFIKASI DAN PENGEMBANGAN BAKAT ATLETIK USIA DINI DI DAERAH PINGGIRAN Yeremias Mamu Sare; Kristoforus Ado Aran; Antonius Harun Ruron
Jurnal Pedagogik Olahraga Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Pedagogik Olahraga
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/cb34a175

Abstract

Daerah pinggiran di Indonesia sering kali memiliki potensi bakat sepak bola usia dini yang melimpah, namun menghadapi kendala sistemik berupa fragmentasi ekosistem pembinaan dan minimnya kompetisi berjenjang yang terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas festival sepak bola lokal sebagai solusi kontekstual bagi masalah tersebut, dengan mengambil studi kasus pada Festival Sepak Bola Hera Helut Cup U-12 di Desa Sinar Hading, Kabupaten Flores Timur. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus instrumental, data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam terhadap 21 informan kunci (penyelenggara, pelatih, pemain, pencari bakat, dan perwakilan pemerintah), serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa festival berhasil berperan ganda. Pertama, sebagai wahana identifikasi bakat yang efektif melalui mekanisme observasi multi-aktor selama kompetisi, yang berhasil memetakan puluhan pemain potensial dan menyoroti bakat unggul. Kedua, sebagai wahana pengembangan bakat yang holistik, dimana festival menciptakan lingkungan belajar kontekstual untuk mengasah aspek taktis, mental, dan motivasi intrinsik peserta, sekaligus membangun jejaring kolaboratif antar pelatih. Ketiga, festival berfungsi sebagai katalisator kelembagaan yang mempersatukan ekosistem sepak bola yang terfragmentasi dan menarik keterlibatan multi-pihak. Namun, temuan juga mengungkap tantangan keberlanjutan, terutama terkait kerentanan model pendanaan yang bergantung pada sponsor dan belum adanya instrumen asesmen bakat yang terstandar. Disimpulkan bahwa festival sepak bola lokal merupakan strategi grassroots yang efektif dan dapat direplikasi sebagai titik awal (starting point) pembinaan terpadu di daerah pinggiran. Implikasi praktisnya, diperlukan langkah institusionalisasi, diversifikasi sumber pendanaan, dan pengembangan alat asesmen sederhana untuk mentransformasi festival dari event insidental menjadi bagian dari sistem pembinaan berkelanjutan.