Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Sosialisasi Hukum Perjanjian Utang Piutang dan Konsekuensinya di Desa Palewai Rosnida, Rosnida; Haerani, Yeni; Sari, Patma; Saputra, Ari irawan Wawan; Juliandarine, Andi Rizki
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 3 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i3.1663

Abstract

This research and community service aims to analyze the practice of debt and credit agreements and their legal consequences in the community of Palewai Village, Tanggetada District.  The method used in this article is descriptive qualitative through a socialization approach, direct interviews with creditors and debtors, and analysis of laws and regulations relevant to debt and credit agreements. The results showed that there are still many people who do debt and credit without adequate legal understanding, which risks causing disputes. The practice of financing with fiduciary collateral is also not fully understood by debtors, especially regarding the rights and obligations in this lending and borrowing practice. In addition, the mismatch between the date of receipt of salary and income and the due date is a source of problems. This research and service emphasizes the importance of legal education to the community to increase awareness of legal protection in debt and credit transactions.ABSTRAKPenelitian dan pengabdian ini bertujuan untuk menganalisis praktik perjanjian utang piutang dan konsekuensi hukumnya dalam masyarakat Desa Palewai, Kecamatan Tanggetada. Metode yang dilakukan pada artikel ini adalah deskriptif kualitatif melalui pendekatan sosialisasi, wawancara langsung dengan kreditur dan debitur, serta analisa terhadap peraturan perundang-undangan yang relevan dengan perjanjian utang piutang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih banyak masyarakat yang melakukan utang piutang secara asal tanpa pemahaman hukum yang memadai, yang berisiko menimbulkan sengketa. Praktik pembiayaan dengan jaminan fidusia juga belum sepenuhnya dipahami oleh debitur, khususnya terkait hak dan kewajiban dalam praktek pinjam meminjam ini. Selain itu, ketidak sesuaian antara tanggal penerimaan gaji dan pemasukan dengan tanggal jatuh tempo menjadi sumber masalah. Penelitian sekaligus pengabdian ini menekankan pentingnya edukasi hukum kepada masyarakat meningkatkan kesadaran akan perlindungan hukum dalam transaksi utang piutang.
Edukasi tentang HIV/AIDS pada Remaja di SMK Dhuafa Banggai Laut Rosnida, Rosnida; Zamli, Zamli
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 7 (2025): September
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i7.2984

Abstract

Remaja yang terinfeksi HIV-AIDS di Indonesia menunjukkan angka yang cenderung meningkat, ketidak tahuan remaja menjadi pemicu peningkatan tersebut. Tujuan dari penulisan atikel ini untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS . pengetahuan dan sikap didasarkan pada hasil-hasil apakah ada peningkatan pengetahuan remaja sebelum dan sesudah di berikan edukasi tentang HIV/AIDS. Metode yang digunakan untuk memcapai tujuan dari artikel ini adalah metode Ceramah, Diskusi dan Tanya Jawab  . Kesimpulan Pemberian edukasi dengan penyuluhan menggunakan media leaflet pada remaja menunjukkan hasil yang efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa mengenai HIV/AIDS. Remaja merupakan kelompok yang rentan terdapa penularan HIV/AIDS ,  terutama karena faktor lingkungan  selama masa pubertas. Melalui edukasi yang tepat, remaja dapat memahami pentingnya pengetahuan tentang HIV/AIDS.
Equality Before the Law and Distributive Justice in Indonesia’s Private-to-State University Conversion As Ari AM, Muhammad; Irabiah, Irabiah; Haerani, Yeny; Sari, Patma; Rosnida, Rosnida; Aksan Akbar, Muhamad; Suswanto, Beni
Al-'Adl Vol. 19 No. 02 (2026): Al-'Adl
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Equality before the law is a foundational principle of any state based on law, requiring that all citizens be treated equally without discrimination; in Indonesia it is constitutionally guaranteed by Article 27 paragraph (1) of the 1945 Constitution. Its realisation nevertheless remains contested where policy produces uneven outcomes for parties in comparable positions. This article examines the 2014 policy converting several private universities (PTS) into new state universities (PTN-B), under which the government recruited external candidates for appointment as state civil apparatus (ASN) while long-serving lecturers and education personnel who had built and sustained the converted institutions were excluded from equivalent treatment. Employing a normative legal method that integrates a statute approach, a conceptual approach, and a case approach centred on Universitas Sembilanbelas November Kolaka, the study analyses the relevant constitutional provisions, the State Civil Apparatus Law, employment legislation, and comparative acquired-rights instruments through grammatical, systematic, and teleological interpretation. The analysis finds a significant gap between the normative guarantee of equality and administrative practice. Excluding long-serving personnel from ASN appointment while recruiting external candidates violates both substantive legal equality and distributive justice, because procedural legality does not by itself secure a just distribution of rights and opportunities. Measured against the Rawlsian difference principle, the Aristotelian principle of proportionality, and Stahl’s protective conception of the rechtsstaat, the policy privileges formal certainty over substantive justice. The study recommends reformulating ASN appointment policy and enacting explicit transitional-justice provisions so that institutional transformation upholds rather than erodes equality before the law.