Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Implikasi Hak Ijbar Wali terhada Implikasi Hak Ijbar Terhadap Perceraian di Kota Makassar Marzuki, Fathurrahman; Hamid, M. Arfin; Ratnawati
Alauddin Law Development Journal (ALDEV) Vol 5 No 3 (2023): ALDEV
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/aldev.v5i3.37079

Abstract

Perkawinan ialah ikatan lahir batin antara seorang pria dan wanita dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Perkawinan merupakan sunnah Rasul yang dianjurkan untuk dilaksanakan ummatnya yang apabila dilaksanakan maka mendapatkan ganjaran pahala dari Allah SWT dan tentu juga kelak mendapatkan Syafaat Rasulullah dihari kelak. Namun, dalam pelaksanaannya perkawinan harus dengan dasar niat baik untuk menggapai Ridho Allah Swt dan harus memenuhi ketentuan syariat Islam dan peraturan hukum yang berlaku di indonesia. Sebagai perbuatan yang tidak hanya mengikatkan lahiriyah mempelai saja, perkawinan juga mengikatkan batin para mempelai. Dan untuk mengikatkan lahiriyah dan batiniyah dari para mempelai, hal paling penting untuk menjadi perhatian bahwa perkawinan ini harus lahir dari kemauan dan kesadaran para pihak sehingga tidak adanya paksaan dari pihak manapun tidak terkecuali wali atau ketidaksetujuan di dalamnya. Namun dalam prakteknya, ditemukan perkawinan yang dikarenakan paksaan/hak ijbar seorang wali yang berujung pada perceraian.
Blue Economy Legal Codification of Malaysian Social Finance: Harmonizing Law and Fiqh in Maritime Harahap, Tuan Afero; Hamid, M. Arfin; Librayanto, Romi; Saputra, Muhammad Nurul Dzaki; Mursyid, Besse Tenriabeng
Mazahibuna: Jurnal Perbandingan Mazhab VOLUME 8 ISSUE 1, APRIL 2026
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/mazahibuna.vi.64545

Abstract

The persistent disparity between Indonesia’s abundant maritime resources and the economic precarity of coastal communities reveals a structural gap within the existing legal framework. This article examines the Blue Economy framework through the lens of Maqāṣid al-Sharīʿah, aiming to shift the discourse from general development ethics toward more precise Islamic legal reasoning (istinbāṭ). Employing normative legal research with statutory and comparative approaches, particularly through an examination of the legal codification of Islamic social finance in Malaysia, this study analyzes the harmonization between positive maritime law and fiqh principles. The research demonstrates a legal novelty by revealing that current regulatory models have failed to fulfill the imperative of ḥifẓ al-māl (the preservation of wealth) for small-scale fishers. It proposes a juridical reconstruction in which equity-based contracts (muḍārabah and mushārakah) and ZISWAF instruments are integrated not merely as voluntary alternatives but as binding statutory obligations. The findings indicate that the institutionalization of these fiqh-based mechanisms establishes a robust legal safety net capable of effectively addressing structural poverty. Accordingly, this study contributes to the development of fiqh siyāsah (Islamic political jurisprudence) and Islamic economic law by formulating a justiciable governance model. It concludes that the synthesis of Maqāṣid methodology and positive law provides a definitive legal pathway toward sustainable coastal welfare while aligning economic development with the principles of Sharīʿah.
Asuransi Islam Takaful Dalam Perspektif Hukum Ekonomi Hamid, M. Arfin
Jurnal Hukum & Pembangunan Vol. 26, No. 6
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract