Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI KENTANG UNTUK MEWUJUDKAN SENTRA KENTANG UNGGUL DI KECAMATAN ULU ERE, KABUPATEN BANTAENG Muhibuddin, A.; Boling, Jeferson; Fatmawati, .
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 5 No. 2 (2020): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 5 NO. 2 MEI 2020
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v5i2.10138

Abstract

The main problem faced by the Potato Farmer Group (FG) in the Ulu Ere Sub-District, Bantaeng Regency, South Sulawesi is the lack of knowledge about seedling management, cultivation and distribution of seeds, and processing of potato products. The purpose of this empowerment program is to increase FG participation in efforts to increase production, quality, seed clustering and processing of potato products. The methods used in achieving the program's objectives are counseling, demonstrating, and action research with stages as follows: a. Socialization, discussion of in the FG and community leaders, b. Empowerment of FG which includes demonstration plot of G2 potato (basic seed), and c. The development phase includes demonstration of the G3 (staple seed) potato cultivation area and improvement of the seed clustering system and processing of potato products. The results of the empowerment program show that: a. Demonstration plots for seedlings of G2 seedlings improves health, growth and seed production (18 tons/ha) and (b) Demonstration area of G3 potato seed cultivation increases health, growth, quality and seed production (20 tons/ha), and (c). It improves the ability of FG and their families in seed clustering, and processing of potato products (cake donuts, chips and potato chips).Keywords: Empowerment, farmer groups, potatoes.ABSTRAKPermasalahan utama yang dihadapi Kelompok Tani (KT) kentang di Wilayah Kecamatan Ulu Ere, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan adalah masih rendahnya pengetahuan tentang pengelolaan pembibitan, budidaya, dan distribusi benih, serta pengolahan hasil kentang. Tujuan program pemberdayaan ini adalah meningkatkan partisipasi KT dalam melakukan usaha peningkatan produksi, mutu, klasterisasi benih dan pengolahan hasil kentang. Metode yang  digunakan dalam pencapaian tujuan program adalah penyuluhan, peragaan, dan kaji tindak dengan tahapan: a. Sosialisasi, diskusi KT dan tokoh masyarakat, b. Pemberdayaan KT yang meliputi demonstrasi plot pembibitan kentang G2 (benih dasar), dan c. Pengembangan yang meliputi demonstrasi area budidaya kentang G3 (benih pokok) dan perbaikan sistem klasterisasi benih dan pengolahan hasil kentang. Hasil program pemberdayaan menunjukkan bahwa: (a) Demonstrasi plot pembibitan benih kentang G2 meningkatkan kesehatan, pertumbuhan dan produksi benih (±18 ton/ha); (b) Demonstrasi area budidaya benih kentang G3 meningkatkan kesehatan, pertumbuhan, mutu  dan produksi benih (±20 ton/ha), dan (c) Meningkatkan kemampuan KT dan keluarganya dalam klasterisasi benih, dan pengolahan hasil kentang (Donat, Kripik dan Perkedel kentang).Kata kunci: Pemberdayaan, kelompok tani, kentang.
Nilai Hematokrit dan Kadar Hemoglobin (Hb) Darah dengan Penambahan Fortifikasi Tepung Cacing Tanah dan Tepung Rumput Laut dalam Pakan Basal Ayam Petelur de Ornay, Paulus Pehan; Boling, Jeferson; Muchlis, Ahmad; Idrus, Muhammad
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Terpadu Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Terpadu, Desember 2021
Publisher : Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.223 KB) | DOI: 10.56326/jitpu.v1i2.1415

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pengaruh pemberian tepung cacing tanah (Lumbricus rubellus) dan tepung rumput laut (Eucheuma cottonii) terhadap nilai hematokrit dan kadar hemoglobin dalam darah ayam petelur.  Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Materi yang digunakan pada penelitian ini adalah ayam ras petelur yang berumur 48 minggu yang sedang bertelur sebanyak 48 ekor. Data yang diperoleh dari penelitian ini dianalisa menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 6 (enam) perlakuan dan 4 kali ulangan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang sangat nyata (p<0,01) pemberian tepung cacing tanah (Lumbricus rubellus) dan tepung rumput laut (Eucheuma cottonii) terhadap persentase nilai Hematokrit dan kadar hemoglobin darah ayam petelur penelitian. Penggunaan tepung cacing tanah (Lumbricus rubellus) hingga 20% dalam campuran pakan basal ayam petelur disarankan untuk meningkatkan persentase nilai hematokrit dan kadar hemoglobin darah ayam petelur.
Keragaman Morfologi Tanaman Cabai Katokkon Capsicum chinense Jacq. Terhadap Iradiasi Sinar Gamma Papalangi, Evita Tasik; Abri, Abri; Boling, Jeferson
PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research Vol. 2 No. 1 (2024): PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research, Januari 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/pallangga.v2i1.3009

Abstract

Chili plants are vegetable commodities that are very useful, have high economic value, and have become a daily necessity for the community. The demand for chili in the market is increasing every year. Gamma ray irradiation is a method in plant breeding aimed at increasing genetic diversity. Gamma rays have a strong penetration ability in tissues. This study aims to determine the morphological diversity of katokkon chili (Capsicum chinense Jaqc.) against gamma irradiation. The usefulness of this research is as information material for those who need it and as a comparison material for further research. This research was carried out at BTP Tamalanrea, Biringkanaya sub-district, Makassar city, South Sulawesi and at the integrated farming system education garden green house, located at Jl. Raya Pest Sappaya, Bontoramba Village, Pallangga Subdistrict, Gowa Regency from March to July 2023. This study used a descriptive method with direct observation techniques through characterization and morphological documentation with descriptors for capsicum. chinense which was renewed and slightly modified by Opeh Chew's David C.S Tay. published by the international board for plant genetic resources (IBPGR 1983) which consists of qualitative and quantitative data. Tanaman cabai adalah komoditas sayuran yang sangat bermanfaat, bernilai ekonomis tinggi, dan sudah menjadi kebutuhan harian masyarakat Indonesia dalam lingkup rumah tangga maupun industry rumah makan. Permintaan cabai di pasaran semakin meningkat setiap tahun. Iradiasi sinar gamma merupakan salah satu metode dalam pemuliaan tanaman yang ditujukan oleh peningkatan keragaman genetik, sinar gamma mempunyai kemampuan penetrasi yang cukup kuat dalam jaringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman morfologi tanaman cabai katokkon (Capsicum chinense Jacq.) terhadap iradiasi sinar gamma. Kegunaan dari penelitian ini yaitu sebagai bahan informasi bagi pihak yang membutuhkan serta sebagai bahan pembanding pada penelitian – penelitian selanjutnya. Penelitian ini dilaksanakan di BTP. Tamalanrea, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan dan di Green House Kebun Pendidikan Intergrateed Farming System, bertempat di Jl. Raya Poros Sapayya, Desa Bontoramba, Kecamatan Pallangga Kabupaten  Gowa, pada bulan Maret hingga Juli 2023. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan teknik pengamatan langsung, melalui karakterisasi dan dokumentasi morfologi dengan Descriptors for Capsicium  chinense yang diperbarui dan sedikit dimodifikasi Oleh Chew-Ann dan DavidC C.S Tay. Diterbitkan oleh International Board for Plant Genetic Resources (IBPGR, 1983) yang terdiri atas data kualitatif dan kuntitatif.