Tjahjoanggoro, Antonius Johanes
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Ergo-Biopsychosocial Approach to Support the Quality of Life of Small Housing Inhabitants Hartono, Markus; Tjahjoanggoro, Antonius Johanes; Tondok, Marselius Sampe; Hapsari, Indri
Jurnal Teknik Industri: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknik Industri Vol. 22 No. 1 (2020): June 2020
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.137 KB) | DOI: 10.9744/jti.22.1.25-36

Abstract

A study on the intervention of human factors engineering (known as ergonomics) on sustainable living based on biopsychological needs was conducted, taking samples of small housing inhabitants. In total, 90 participants were involved. Those who were living in small housings have a significant challenge of how to live comfortably given very limited space. The measurement of the quality of human life through WHOQOL-BREF (World Health Organization Quality of Life-BREF) and ergonomics-based usability were used to describe the current human well-being satisfaction, to propose the modified physical facilities, and to validate the proposed design and improvement. The findings showed that all implemented improvements have supported the inhabitant’s quality of life.
Efektivitas Pelatihan ‘ASIMERU’ Sebagai Upaya Menurunkan Tingkat Burnout Guru SMPN Y Surabaya Yovani, Maria Clayriza; Nisa’, Ufti Rosyidatun; Tjahjoanggoro, Antonius Johanes
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 10, No 3 (2021): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v10i3.5621

Abstract

Burnout adalah stres berkepanjangan yang muncul karena beban pekerjaan yang berlebih. Salah satu profesi di bidang pendidikan yang mengalami burnout adalah guru di SMPN Y Surabaya. Salah satu upaya menurunkan tingkat burnout yakni melalui Pelatihan ‘ASIMERU’. Pelatihan ini berbasis penerapan Modal Psikologis yakni mengimplementasikan HERO (Hope, Self-efficacy, Resiliency & Optimism). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen pretest-posttest design. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah 10 paritisipan. Tingkat burnout diukur dengan skala burnout oleh Maslach, Jackson, Leiter (1996) yang diberikan sebelum dan sesudah pelatihan yang kemudian dianalisis menggunakan paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pelatihan ‘ASIMERU’ efektif untuk menurunkan tingkat burnout para guru di SMPN Y Surabaya.  Burnout is a prolonged stress arising due to an excessive workload. Teachers at Public Junior High School Y Surabaya has experienced burnout. ‘ASIMERU’ training, which is based on Psychological Capital (Hope, Self-efficacy, Resiliency & Optimism) was designed to reduce burnout rate. This study used a quantitative approach with an experimental method with a pretest-posttest design type. This study utilized a purposive sampling technique which then obtained 10 participants. The study used the burnout scale by Maslach, Jackson, Leiter (1996) given before and after training which then analyzed by using paired sample t-test. The results showed that the "ASIMERU" training was effective in reducing the burnout rate of the teachers at Public Junior High School Y Surabaya. 
Kesatuan dalam Komunitas Kepemudaan: Efektivitas Pelatihan Kecerdasan Emosional dalam Meningkatkan Kohesivitas Verdyana, Ellysa; Tjahjoanggoro, Antonius Johanes
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 10, No 2 (2021): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v10i2.5753

Abstract

Hasil analisis kebutuhan pada komunitas kepemudan X menunjukkan kurangnya self dan social awareness, solidaritas dan tenggang rasa, serta manajemen konflik yang belum efektif sehingga berdampak negatif pada kesolidan unit komunitas. Penelitian ini menguji efektivitas pelatihan yang disusun berdasarkan aspek emotional intelligence (Goleman, 2001). Penelitian ini menggunakan metode quasi-experimental one group pre-test post-test design. Kohesivitas diukur menggunakan Group Environment Questionnaire (Carron et al., 1985). Pelatihan ini diikuti oleh 14 peserta. Evaluasi dilakukan pada level reaction, learning, dan behavior. Data kuantitatif dianalisis menggunakan paired sample t-test (t = -7.311, p < 0.05). Analisis effect size Cohen’s D menghasilkan nilai d = 1.033 (large effect size). Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa pelatihan emotional intelligence terbukti efektif secara signifikan meningkatkan kohesivitas pada komunitas kepemudaan X.