Penggunaan kendaraan pribadi warga Kota Pontianak cenderung terus meningkat. Salah satu dampaknya yaitu Jalan Gajah Mada di Kota Pontianak yang merupakan pusat bisnis ekonomi dan tujuan pariwisata masih mengalami kemacetan pada waktu tertentu. Sementara itu, gedung Parkir tunggal enam lantai di Jalan Letjen Suprapto belum beroperasi. Strategi sosialisasi dan promosi harus lebih efektif untuk membiasakan masyarakat Kota Pontianak dalam menggunakan gedung parkir. Penelitian ini bertujuan menentukan pilihan strategi terbaik dengan membentuk skor secara numerik untuk menyusun ranking setiap alternatif kebijakan berdasarkan aspek-aspek kriteria Gedung Parkir. Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) mengurutkan skor alternatif strategi yang dapat diimplementasikan. Hasil kesimpulan bahwa urutan prioritas strategi pemanfaatan gedung parkir ini yaitu: tersedia BRT/Shuttle Bus dengan bobot 0,798; smart pricing bobot sebesar 0,739; pemandu parkir dengan bobot 0,642; pemesanan parkir daring bobot 0,461; pembatasan waktu parkir badan jalan dengan bobot 0,360. Jika strategi pemanfaatan gedung parkir dapat berjalan optimal maka dapat mencapai tujuan pembangunan kota khususnya menjawab tantangan kebutuhan transportasi saat ini dan masa datang demi kenyamanan kawasan Gajah Mada sekitarnya. Kata kunci: AHP, gedung parkir, parkir, strategi