Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

SOEKARNO DAN MODERNISASI ISLAM MUHAMMADIYAH BENGKULU: SEBUAH TINJAUAN HISTORIS latifah, lailatul
EMPIRISMA: JURNAL PEMIKIRAN DAN KEBUDAYAAN ISLAM Vol 29, No 2 (2020): Seni, Agama dan Budaya
Publisher : IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/empirisma.v29i2.2346

Abstract

Soekarno was one of the figures of the National movement that fought against the Dutch. He played a very important role in advancing the nation of Indonesia. Soekarno also joined the Sarekat Muhammadiyah. His encounter with the founder of Sarekat Muhammadiyah began when he was in Surabaya. When he was exiled to Bengkulu, the Sarekat Muhammadiyah was used as a means of fighting for the Indonesian nation. One of his role in Muhammadiyah in Bengkulu was eradicated the customs of Muhammadiyah people in putting restrictions on men and women when conducting meetings. He also established a conference of Daeratul Kubro in the Sumatra region, in addition to creating PEKOPE (War Victims Assistance) in order to welcome Japan to Japan Indonesia. This is a library research using a historical research method consisting of heuristics while thedata was obtained by referring to an autiobiography of Soekarno entitled Soekarno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia. This research found that Soekarno made some contributions to the development of Muhammadiyah in Bengkulu through initiatives that he made in efforts to struggle for the Indonesia’s independence.Keywords: Soekarno, Indonesia’s Independence, Muhammadiyah, Bengkulu
SOEKARNO DAN MODERNISASI ISLAM MUHAMMADIYAH BENGKULU: SEBUAH TINJAUAN HISTORIS latifah, lailatul
EMPIRISMA: JURNAL PEMIKIRAN DAN KEBUDAYAAN ISLAM Vol 29, No 2 (2020): Seni, Agama dan Budaya
Publisher : IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/empirisma.v29i2.2346

Abstract

Soekarno was one of the figures of the National movement that fought against the Dutch. He played a very important role in advancing the nation of Indonesia. Soekarno also joined the Sarekat Muhammadiyah. His encounter with the founder of Sarekat Muhammadiyah began when he was in Surabaya. When he was exiled to Bengkulu, the Sarekat Muhammadiyah was used as a means of fighting for the Indonesian nation. One of his role in Muhammadiyah in Bengkulu was eradicated the customs of Muhammadiyah people in putting restrictions on men and women when conducting meetings. He also established a conference of Daeratul Kubro in the Sumatra region, in addition to creating PEKOPE (War Victims Assistance) in order to welcome Japan to Japan Indonesia. This is a library research using a historical research method consisting of heuristics while thedata was obtained by referring to an autiobiography of Soekarno entitled Soekarno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia. This research found that Soekarno made some contributions to the development of Muhammadiyah in Bengkulu through initiatives that he made in efforts to struggle for the Indonesia’s independence.Keywords: Soekarno, Indonesia’s Independence, Muhammadiyah, Bengkulu
PENGARUH SENAM YOGA TERHADAP PENURUNAN NYERI PINGGANG PADA IBU HAMIL TRIMESTER III Latifah, Lailatul; I’anah, Fauzah Cholashotul; Hikmah, Raudatul; Eliyawati, Eliyawati; Ludvia, Istidamatul; Susiana, Ilta; Ismayani, Ismayani
Conference on Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH) CIASTECH 2021 "Kesiapan Indonesia Dalam Menghadapi Krisis Energi Global"
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kehamilan trimester III pada ibu hamil merupakan masa pertumbuhan dan perkembangan janin yang semakin meningkat, sehingga dalam rangka menyesuaikan dengan beban tubuh yang berlebihan sehingga tulang belakang mendorong ke arah belakang (lordosis). Hal ini menyebabkan ibu merasakan rasa pegal pada pinggang. Senam yoga merupakan bagian dari terapi non farmakologis yang dapat menurunkan nyeri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam yoga terhadap penurunan nyeri pinggang pada ibu hamil trimester III. Desain penelitian yang digunakan adalah pra eksperimen (Preeksperimental) dengan rancangan “One Group Pretest – Posttest Design” dengan memberikan intervensi senam yoga pada ibu hamil selama 1 bulan yang dilakukan 3-5 kali per minggu. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil trimester III di wilayah kerja Puskesmas Banyuputih Kabupaten Situbondo. Metode sampling menggunakan teknik Purposive Sampling dengan jumlah responden 25 ibu hamil. Teknik pengambilan data dengan instrumen kuesioner dan lembar observasi skala nyeri. Selanjutnya pengolahan dan analisa data menggunakan uji statistik software SPSS 16 yaitu uji “Wilcoxon Match Pairs Test” dengan tingkat kemaksimalan a = 0,05. Penelitian ini menunjukkan hasil yang signifikan (p=0,000) yang berarti ada pengaruh senam yoga terhadap penurunan nyeri pinggang pada ibu hamil trimester III. Diharapkan agar senam yoga pada ibu hamil dapat disosialisasikan dan direkomendasikan kepada para ibu hamil oleh tenaga kesehatan.
Edukasi Pemusnahan Obat yang Aman dan Tepat di Dusun Barongan, Sumberagung, Jetis, Bantul Pranoto, Agung; Nurmalita, Anindia; Wulandari, Desvia; Febrianti, Fosa Natalia; Latifah, Lailatul; Riziq, Muhammad Miftah; Hidayat, Nabiilah Salmaa Dhiyaa; Fitriyanti, Ririn Aunia; Rahmah, Syafira Atika; Arjo, Waldetrudis Kamona; Larasati, Niken; Ulvia, Rengganis
Jurnal Pengabdian Masyarakat Wadah Publikasi Cendekia Vol 2 No 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat WPC
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/jpmwpc.v2i2.695

Abstract

Pengelolaan obat yang tidak tepat dapat menimbulkan berbagai dampak negatif bagi kesehatan dan lingkungan, termasuk kontaminasi tanah dan air. Salah satu aspek penting dalam pengelolaan obat adalah pemusnahan obat yang benar. Oleh karena itu, dilakukan sosialisasi kepada kelompok Dasawisma RT 02 Padukuhan Barongan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pemusnahan obat yang benar. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode ceramah, diskusi, dan pemberian pre-test serta post-test kepada anggota Dasawisma. Sebanyak 20 anggota Dasawisma mengikuti sosialisasi ini, mengingat peran sentral mereka dalam pengelolaan obat di rumah tangga. Materi yang disampaikan mencakup cara pemusnahan obat yang benar sesuai bentuk sediaannya, seperti tablet, sirup, salep, insulin, dan inhaler. Hasil pre-test menunjukkan bahwa pemahaman peserta tentang pemusnahan obat masih rendah. Setelah dilakukan sosialisasi, terjadi peningkatan pemahaman pada 60% peserta, sementara 30% memiliki nilai yang tetap, dan 10% mengalami penurunan nilai. Hasil ini menunjukkan bahwa sosialisasi cukup efektif dalam meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat mengenai pemusnahan obat yang benar. Namun, diperlukan evaluasi lebih lanjut untuk memahami faktor-faktor yang menyebabkan sebagian peserta tidak mengalami perubahan atau mengalami penurunan pemahaman. Edukasi ini diharapkan masyarakat dapat membuang obat dengan cara yang aman sehingga dapat mengurangi risiko penyalahgunaan obat, serta mencegah dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan.
SOEKARNO DAN MODERNISASI ISLAM MUHAMMADIYAH BENGKULU: SEBUAH TINJAUAN HISTORIS Latifah, Lailatul
Empirisma: Jurnal Pemikiran dan Kebudayaan Islam Vol. 29 No. 2 (2020): Seni, Agama dan Budaya
Publisher : Prodi Studi Agama-agama Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/empirisma.v29i2.429

Abstract

Soekarno was one of the figures of the National movement that fought against the Dutch. He played a very important role in advancing the nation of Indonesia. Soekarno also joined the Sarekat Muhammadiyah. His encounter with the founder of Sarekat Muhammadiyah began when he was in Surabaya. When he was exiled to Bengkulu, the Sarekat Muhammadiyah was used as a means of fighting for the Indonesian nation. One of his role in Muhammadiyah in Bengkulu was eradicated the customs of Muhammadiyah people in putting restrictions on men and women when conducting meetings. He also established a conference of Daeratul Kubro in the Sumatra region, in addition to creating PEKOPE (War Victims Assistance) in order to welcome Japan to Japan Indonesia. This is a library research using a historical research method consisting of heuristics while the data was obtained by referring to an autiobiography of Soekarno entitled Soekarno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia. This research found that Soekarno made some contributions to the development of Muhammadiyah in Bengkulu through initiatives that he made in efforts to struggle for the Indonesia’s independence.