Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Integrating Khidmah and Tarbiyah: A Service-Learning Model in Indonesia’s Islamic Boarding School Education Taisir, Muhammad; Sanusi, Ahmad; Aprillah, Ahmad
Al-Hayat: Journal of Islamic Education Vol. 9 No. 2 (2025): Al-Hayat: Journal of Islamic Education
Publisher : LETIGES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35723/ajie.v9i2.151

Abstract

This study examines the Khidmah Tholabah program at Nurul Qur'an Praya Islamic Boarding School, an innovative model integrating community service into Islamic education. The research addresses three objectives: analyzing the program's conceptual foundations by blending Islamic pedagogy with service-learning theory, evaluating its sociological impact on local communities, and investigating student competency development. Using a qualitative case study approach, data was collected through in-depth interviews with 22 participants (4 administrators, 10 students, and 8 community members), participant observation across all program phases, and analysis of institutional documents and student reflection journals from March to April 2024. Findings reveal that the program's three-stage implementation framework successfully merges classical Islamic concepts like khidmah (service) and tarbiyah (holistic education) with experiential learning methodologies. Students developed enhanced religious understanding, teaching skills, and leadership capabilities through structured community engagement activities including Quranic instruction, Islamic lectures, and environmental clean-ups. The program strengthened community ties through reciprocal learning relationships and revived communal religious practices. The study’s originality lies in its detailed documentation of how traditional pesantren education can systematically incorporate service learning while maintaining religious authenticity. Key limitations include the single-site nature of the study and the relatively short observation period. The findings offer valuable insights for Islamic educators seeking to develop curriculum models that combine spiritual formation with social responsibility.
Internalisasi Nilai-Nilai Religius Melalui Ekstrakurikuler Pencak Silat Dalam Membentuk Karakter Rendah Hati Dan Jujur Pada Siswa SDN 48 Cakranegara Kota Mataram Iswadi, Lalu Muhammad Anugrah; Taisir, Muhammad
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 3 (2026): August
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jar.v5i3.5569

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses internalisasi nilai-nilai religius melalui kegiatan ekstrakurikuler Pencak Organisasi dalam membentuk karakter rendah hati dan jujur pada siswa SDN 48 Cakranegara, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus yang melibatkan 12 informan yang terdiri atas kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Islam, guru kelas, pelatih ekstrakurikuler, dan siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai-nilai religius dilaksanakan melalui empat strategi, yaitu keteladanan, pembiasaan, nasihat dan motivasi, serta disiplin dan pengawasan. Keempat strategi tersebut berhasil menanamkan nilai-nilai religius yang berkontribusi terhadap pembentukan karakter rendah hati dan jujur pada siswa. Karakter rendah hati ditunjukkan melalui sikap menghormati guru dan teman, menerima nasihat dengan baik, serta tidak menyombongkan diri, sedangkan karakter jujur tercermin dalam perilaku berkata sesuai fakta, mengakui kesalahan, dan bertanggung jawab atas tindakan yang dilakukan. Keberhasilan internalisasi nilai-nilai religius didukung oleh peran sekolah, kompetensi pelatih, lingkungan pertemanan yang positif, dan dukungan orang tua. Adapun faktor penghambat meliputi kurangnya kesadaran sebagian siswa, pengaruh lingkungan luar sekolah, keterbatasan waktu pembinaan, dan kurang optimalnya pengawasan keluarga.