Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analysis of Students' Physics Literacy Skills in Solving HOTS Problems and Self-Regulated Learning Rezeki, Nani Sri; Purba, Andre Agachi; Simangunsong, Ika Trisni
Kasuari: Physics Education Journal (KPEJ) Vol. 7 No. 1 (2024): June 2024
Publisher : Universitas Papua, Jurusan Pendidikan Fisika FKIP Unipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37891/kpej.v7i1.488

Abstract

The purpose of this research is to examine the physics literacy skills of students solving HOTS questions and self-regulated learning (SRL) on measurement material at private high schools in Maju Village, through descriptive research using a qualitative approach. The instruments used include questionnaires, and HOTS test questions on Measurement material. The results showed that the low SRL category (score 98) was unable to reach the questions at C4. The medium group (score 120), could not fulfill all level 4 indicators. In high SRL, students are able to fulfill the indicators, by solving the problem completely, using the right information, applying numeracy skills, and being able to provide conclusions and their reasons, but cannot fulfill the indicators at level 5 and 6. The learning independence factor plays a significant role in determining the level of HOTS student.
UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR FISIKA SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN EXPERIENCE LEARNING PADA KELAS X IPA SMA SWASTA YAPIM TARUNA SEI ROTAN TAHUN AJARAN 2022/2023 Damanik, Dede Parsaoran; Rezeki, Nani Sri; Susanto, Irwan
JURNAL DARMA AGUNG Vol 32 No 6 (2024): DESEMBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Darma Agung (LPPM_UDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/ojsuda.v32i6.5194

Abstract

Penggunaan metode ceramah yang terlalu sering tanpa divariasikan dengan metode yang lain oleh guru fisika di kelas X IPA1 SMA Swasta YAPIM TARUNA Sei Rotan telah menyebabkan siswa kurang berperan aktif dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar fisika yamg mengakibatkan rendahnya hasil belajar fisika siswa, untuk mengatasi permasalahan tersebut dilakukan upaya dengan menerapkan metode Menggunakan Model Pembelajaran Experience Learning. penggunaan model pembelajaran experience learning merupakan sebagai salah satu upaya dalam meningkatkan hasil belajar siswa dan sebagai salah satu alternatif pembelajaran inovatif yang dapat mengembangkan kemampuan siswa dalam berfikir kreatif. Jenis penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) yang dilaksanakan dalam tiga siklus melalui tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, analisis dan refleksi. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui ulangan formatif serta pengamatan terhadap aktivitas guru dan siswa melalui lembar observasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah melalui Model Pembelajaran Experience Learning dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar fisika siswa kelas X IPA1 SMA Swasta YAPIM TARUNA Sei Rotan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan tindakan dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar fisika siswa. Hal ini terlihat dari peningkatan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran, yaitu pada siklus I dengan jumlah aktivitas dalam kategori tidak aktif 4 aktivitas, pada kategori kurang aktif 2 aktivitas, pada kategori cukup aktif 4 aktivitas, dan pada kategori aktif 6 aktivitas, meningkat pada siklus II kategori kurang aktif 3 aktivitas, kategori cukup aktif 1 aktivitas, dan kategori aktif 12 aktivitas. Pada siklus III kategori kurang aktif tidak ada, kategori cukup aktif 2 aktivitas, kategori aktif 9 aktivitas dan kategori sangat aktif 5 aktivitas. Hasil belajar siswa mengalami peningkatan pada setiap siklusnya yaitu 5,13 pada siklus I menjadi 6,52 pada siklus II dan meningkat menjadi 7,18 pada siklus III. Siswa yang memperoleh nilai 6,5 sebanyak 33 orang. Ini berarti keberhasilan klasikal mencapai 86,84% sedangkan siswa yang belum berhasil sebesar 13,16%. Angka keberhasilan ini menunjukkan bahwa tindakan yang dilakukan dapat dikatakan berhasil Model Pembelajaran Experience Learning di kelas X IPA1 SMA Swasta YAPIM TARUNA Sei Rotan dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar fisika siswa.
PROBLEM BASED LEARNING (PBL) BERBASIS MEDIA PhET TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA SMAS PAMASTA TANJUNG MORAWA Rezeki, Nani Sri; Agachi Purba, Andre
JURNAL PENELITIAN FISIKAWAN Vol 7 No 2 (2024): AGUSTUS
Publisher : Lembaga Penenlitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Darma Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/jurnalpenelitianfisikawan.v7i2.4799

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Berbantuan Media PhET Terhadap Hasil Belajar Siswa Siswa Pada Materi Pokok Vektor Di Kelas X SMAS PAMASTA. Jenis penelitian ini adalah penelitian Teknik Sampel Total (Total Sampling). Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMAS PAMASTA yang terdiri atas 2 kelas dengan jumlah seluruh siswa adalah 60 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan acak kelas (cluster random sampling), dan yang menjadi sample dalam penelitian ini adalah siswa kelas X – MIPA 1 sebagai kelas eksprimen, yang diajarkan dengan model Problem Based Learning (PBL) berbantuan media PhET dan siswa kls X – MIPA 2 sebagai kelas kontrol yang diajarkan dengan model pembelajaran langsung. Instrumen penelitian ini menggunakan tes dalam bentuk pilihan berganda sebanyak 15 item dengan 5 option (a, b, c, d, dan e) yang sebelumnya diuji cobakan untuk mengetahui validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, dan daya pembeda soal. Sebelum pengujian hipótesis, terlebih dahulu diuji normalitas dan homogenitas data. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata pretes untuk kelas eksperimen adalah 52,22 dan kelas kontrol adalah 45,56 . kemampuan awal didapat thitung = 0,220 dan ttabel = 2,002. Menunjukkan bahwa thitung < ttabel, maka kemampuan awal kedua kelas adalah sama. Setelah pembelajaran berakhir dilakukan postes untuk kedua kelas dan didapat nilai rata-rata kelas eksperimen adalah 85,33 untuk kelas kontrol diperoleh nilai postes sebesar 76,89. Berdasarkan uji Homogenitas pretes diperoleh data Fhitung = 1,63 sedangkan Ftabel = 1,86. Karena Fhitung (1,63) < Ftabel (1,86) maka data penelitian pretes homogen, uji Homogenitas postes diperoleh data Fhitung = 1,84 sedangkan Ftabel = 1,86. karena Fhitung (1,84) < Ftabel (1,86) maka data penelitian postes homogen, uji statistik (uji t satu pihak) diperoleh thitung = 4,37 dan ttabel = 1.67 pada taraf nyata α = 0,05, dengan dk sebanyak 58. Karena thitung > ttabel yaitu (4,37 > 1.67) maka hal ini menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan model Problem Based Learning (PBL) berbantuan media PhET terhadap hasil belajar siswa pada materi pokok vektor di kelas X SMAS PAMASTA
Penerapan Inquiry Learning Berbasis Merdeka Belajar untuk Meningkatkan Hasil Belajar Fisika Siswa Kelas X Rezeki, Nani Sri; Damanik, Dede Parsaoran; Purba, Andre Agachi
Journal of Natural Sciences Vol 6, No 2 (2025): Journal of Natural Sciences Juli
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34007/jonas.v6i2.931

Abstract

Physics learning practices in schools are still largely dominated by monotonous, teacher-centered approaches, which contribute to low student engagement and academic achievement. This study aims to improve student activeness and Physics learning outcomes through the implementation of the Inquiry Learning model based on the Merdeka Belajar (Freedom to Learn) concept. The research employed a Classroom Action Research (CAR) design conducted in two cycles. The subjects of this study were 25 tenth-grade students at SMA Desa Maju. Instruments used included multiple-choice tests to measure learning outcomes and observation sheets to assess student engagement. The results indicated a significant improvement, with the average learning score increasing from 29.00 in the pre-cycle to 47.50 in the first cycle, and reaching 87.83 in the second cycle. Student engagement also improved progressively in each session. These findings demonstrate that the implementation of the Inquiry Learning model based on the Merdeka Belajar concept is effective in enhancing both engagement and Physics learning outcomes.