Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

CSR dan Pendanaan LSM di Yogyakarta Nanda, Dendy H
Tuturlogi: Journal of Southeast Asian Communication Vol 1, No 1 (2020): Tuturlogi: Journal of Southeast Asian Communication
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.832 KB) | DOI: 10.21776/ub.tuturlogi.2020.001.01.3

Abstract

This article aimed to describe how CSR funds play in the funding of NGOs in Indonesia. The flow of CSR funds from foreign companies to NGO engaged in the community is certainly raised the questions, seeing the very different spirit between corporate NGO. The corporation whose orientation is on financial gain, while the orientation of NGO is community empowerment and it is a non-profit institution. Therefore, we need to pay attention to the power-corporate relations in the NGO through the funding network. This research uses qualitative methods based on a critical paradigm. It was found that the Corporate Social Responsibility (CSR) is no longer merely an act of charity and the social kindnes of the company to its community, furthermore, it is already a business strategy. The knowledge and power of funds agencies has been "driving" the NGO in Indonesia through the limitation of issues which are in the forum of donors. In the end, the NGOs in Indonesia have only become a capitalist tribes agency.
Analisis Nilai-Nilai Dakwah dalam Novel Islammu Adalah Maharku Karya Ario Muhammad, PhD Nanda, Dendy H; Fauzi, Fauzi; Aresia, Gita
Journal of Da'wah Vol. 1 No. 1 (2022): Juni
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kerinci

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.627 KB) | DOI: 10.32939/jd.v1i1.1300

Abstract

Artikel ini membahas tentang analisis nilai-nilai dakwah dalam novel Islammu adalah maharku. Novel ini mengajak umat muslim untuk menanamkan nilai-nilai dakwah dan bagaimana cara atau metode berdakwah dalam menjalani kehidupan. Berdasarkan latar belakang tersebut, peneliti merumuskan masalah yaitu apa saja nilai-nilai dakwah dalam novel Islammu Adalah Maharku dan bagaimana metode berdakwah tokoh Syakila dalam novel Islammu Adalah Maharku. Metode dalam penelitian ini adalah kualitatif, dengan menggunakan pendekatan penelitian analisis isi. Adapun unit analisisnya sumber informasi yang akan diolah pada tahap analisis, dengan menganalisis nilai-nilai dakwah dan metode dakwah dalam novel Islammu Adalah Maharku. Metode pengumpulan data yang digunakan peneliti adalah dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya nilai-nilai dakwah meliputi tiga aspek yaitu nilai keikhlasan, nilai kejujuran, dan nilai kerja keras. Nilai keikhlasan terkait erat dengan berserah diri atas takdir Allah SWT. Nilai kejujuran terbagi menjadi tiga yaitu pelurusan akidah, berperilaku jujur dan tidak menyakiti orang, jangan merusak bumi. Nilai kerja keras seperti pepatah siapa yang bersungguh-sungguh dialah yang pasti dapat dan bagaimana metode berdakwah tokoh Syakila dalam novel Islammu Adalah Maharku meliputi, mad’u atau sasaran dakwah dalam novel ini cenderung kepada pembaca, maddah atau materi dakwah dalam novel ini dibuat oleh Ario Muhammad, PhD melalui peran tokoh Syakila, media yang digunakan tokoh Syakila dalam berdakwah lebih condong menggunakan media lisan dan perbuatan, metode dakwah tokoh Syakila meliputi Bil Hikmah, Mauidzah Al Hasanah, dan Bil Mujadalah dan efek dakwah yang dihasilkan akan dirasakan oleh pembaca novel secara berbeda-beda.
Strategi CAKEP dalam Pendampingan Pelaksanaan Kurikulum Merdeka di SBLN 1 Sungai Pagu Hayati, Leni Murni; Nanda, Dendy H; Prasetia, Agung Tri
RANGGUK: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): RANGGUK: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kerinci

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/rgk.v5i1.4939

Abstract

This study aims to analyze the impact of the CAKEP strategy implementation in assisting the Merdeka Curriculum implementation at SLB N 1 Sungai Pagu. The CAKEP strategy, comprising five main components: Coaching, Execution Arrangement, Collaboration, Expert Involvement, and Limitless Care, was applied to enhance inclusive education quality for students with special needs. The results indicate that this approach effectively improved teacher competence, parent involvement, and community support in creating a more conducive learning environment. Increased teacher motivation, optimized resource utilization, and external support from psychologists and community leaders significantly enhanced the curriculum’s effectiveness. These findings highlight the importance of cross-sector partnerships in inclusive education and offer a potential model for other resource-limited schools.
Cultivating Islamic Environmental Consciousness: The Case of Al Muharram Eco Mosque in Yogyakarta Zahra, Fatma Nuraini; Nanda, Dendy H
Ishlah: Jurnal Ilmu Ushuluddin, Adab dan Dakwah Vol. 7 No. 2 (2025): Desember (In Press)
Publisher : Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Kerinci

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Muslim activists in Indonesia have developed many movements that seek to harmonize Islamic values with ecological awareness. This study explores how muslim-mosque activists understand the environmental crisis and how eco masjid can be the medium for conveying and raising awareness of muslim communities regarding environmental issues. This study applied a qualitative case study approach on mosque communities and muslim-mosque activists in Yogyakarta, i.e. Al Muharram Mosque to gain insight and in-depth results related to the understanding of the environmental crisis and eco masjid. The empirical data were gathered through observation and semi-structured interviews with several muslim activists from the mosque. The ’Eco Masjid’, from its various applications and as a program in general, has demonstrated a positive impact in efforts to increase public environmental awareness. Moreover, mosques can serve as a primary medium for instilling ecological values grounded in the concepts of tawhid (the unity of all creation), stewardship as khalifah on earth (trust and responsibility), and akhirah or mizan (the hereafter and balance). This is supported by the perspectives of mosque activists, who view the environmental crisis as part of humanity’s trust as khalifah, which will become both provision and responsibility in the afterlife. Through more extensive promotion of eco mosque programs, mosques have the potential to become a central medium for disseminating environmental issues, enhancing awareness not only among muslim activists within mosque communities but also generating a broader movement effect within muslim communities across Indonesia. Aktivis muslim di Indonesia telah mengembangkan berbagai gerakan yang berupaya mengharmoniskan nilai-nilai Islam dengan kesadaran ekologis. Salah satu di antaranya adalah gerakan Eco Masjid. Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri bagaimana para aktivis Islam memahami krisis lingkungan serta bagaimana eco masjid dapat berperan sebagai medium dalam menyampaikan dan meningkatkan kesadaran masyarakat muslim terhadap isu-isu lingkungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus komunitas masjid dan aktivis muslim di Yogyakarta, yaitu Masjid Al Muharram, untuk memperoleh pemahaman dan hasil yang mendalam terkait persepsi terhadap krisis lingkungan dan penerapan eco masjid. Data empiris dikumpulkan melalui observasi dan wawancara semi-terstruktur dengan sejumlah aktivis muslim dari masjid tersebut. Hasil penelitian menunjukkan Program Eco Masjid, terbukti memberikan dampak positif dalam upaya meningkatkan kesadaran lingkungan masyarakat. Selain itu, masjid dapat berfungsi sebagai medium utama dalam menanamkan nilai-nilai ekologis yang berdasarkan pada konsep tawhid (kesatuan seluruh makhluk), khalifah di bumi (amanah–khalifah), dan akhirah atau mizan. Hal ini didukung dengan pandangan dari aktivis masjid yang menunjukkan bahwa krisis lingkungan adalah bagian dari amanah manusia sebagai khalifah yang akan menjadi bekal dan tanggung jawab di kehidupan akhirat. Melalui promosi yang lebih masif terhadap program eco masjid, masjid berpotensi menjadi medium utama dalam penyebaran isu-isu lingkungan dan tidak hanya meningkatkan kesadaran di kalangan aktivis muslim di lingkungan masjid, tetapi juga menciptakan efek gerakan di tengah komunitas muslim Indonesia.