Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Perangkat Pembelajaran berbasis Discovery Learning berbantuan Microsoft Excel untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Statistika dan Soft Skills Siswa SMP Minarni, Ani; Napitupulu, E.Elvis; Kusumah, Yaya S.
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 11, No 1 (2020): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Sema

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v11i1.22494

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh perangkat pembelajaran berbasis discovery learning berbantuan Microsoft Excel yang efektif dalam meningkattkan kemampuan pemecahan masalah statistika (KPMS)  dan soft skills siswa SMP. Kriteria efektif bersandar pada teori intervensi pembelajaran yang meliputi adanya peningkatan capaian hasil belajar setelah intervensi, adanya respon positif siswa dan guru terhadap perangkat pembelajaran yang dikembangkan, keterlibatan (engagement) siswa yang tinggi dalam pembelajaran,  serta diperoleh lebih dari 65% siswa mencapai skor 65 dari skala 100 dalam tes KPMS. Peningkatan KPMS diselidiki melalui indeks gain ternormalisasi. Peningkatan soft skills dideskripsikan dengan bersandar pada statistik deskriptik. Penelitian ini menghasilkan perangkat pembelajaran yang memiliki karakteristik efektif dalam meningkatkan KPMS dan soft skills siswa SMP sehingga siap untuk disebarluaskan. Disarankan agar guru lebih diberi kesempatan untuk mengimplementasikan perangkat pembelajaran yang dikembangkan sesuai dengan tujuan pembelajaran matematika sehingga dapat diharapkan siswa memperoleh kemampuan pemecahan masalah dan soft skills yang lebih tinggi lagi.This study aims to obtain discovery learning-based learning tools supported by Microsoft Excel that are effective in increasing statistical problem solving abilities (KPMS) and soft skills of junior high school students. Effective criteria rely on the theory of learning interventions which include an increase in learning outcomes after the intervention, positive student and teacher responses to the learning tools developed, high student engagement in learning, and obtained more than 65% of students achieving a score of 65 from a scale of 100 in the KPMS test. The increase in KPMS is investigated through a normalized gain index. Improved soft skills are described by relying on descriptive statistics. This research produces learning tools that have effective characteristics in improving problem solving skills and soft skills of junior high school students so that they are ready to be disseminated. It is recommended that teachers be given more opportunities to implement learning tools that are developed in accordance with the learning objectives of mathematics so that students can expect to get higher problem solving skills and soft skills. 
Analysis Of Student Answer Process On Mathematical Communication Skills Through Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL) Model: Analisis Proses Jawaban Siswa pada Kemampuan Komunikasi Matematik melalui Model Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL) Anim, Anim; Saragih, Sahat; Napitupulu, E.Elvis; Sari, Nilam
Mathline : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 1 (2022): Mathline : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/mathline.v7i1.245

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui serta menganalisis aspek kemampuan komunikasi siswa MTs Quran Kisaran pada materi segiempat. Sample yang diambil dalam penelitian ini adalah 30 orang siswa dari populasi seluruh siswa kelas VII MTs Quran Kisaran di ambil secara acak. Adapun jenis penelitian yang digunakan adalah deksriptif kualitatif. Instrumen penelitian adalah soal tes kemampuan komunikasi matematik berupa 3 butir soal essay serta Wawancara. Hasil tes yang telah dilaksanakan pada beberapa soal komunikasi matematik menunjukan hasil cukup baik . Terlihat dari presentase skor per butir soal yaitu soal no.1 diperoleh presentase 72,5% Untuk indikator dalam Menyatakan situasi atau ide-ide matematika ke dalam gambar. Soal no.2 dengan perolehan presentase 77,5% untuk indikator Menjelaskan secara tertulis gambar ke dalam ide-ide matematika dan Soal no.3 dengen perolehan presentase 53,33% untuk indikator Menjelaskan prosedur penyelesaian. Maka dapat disimpulkan bahwa tingkat kemampuan komunikasi siswa MTs Quran sudah cukup baik dan tergolong tinggi karena terdapat dua indikator soal dalam kategori tinggi > 66% .
The Influence of Initial Mathematical Ability and Realistic Mathematical Education on Computational Thinking and Learning Independence of Junior High School Students Harahap, Hayana Mardiyah; Napitupulu, E.Elvis; Amry, Zul
Jurnal Perspektif Vol 9, No 1 (2025): Jurnal Perspektif: Volume 9 Nomor 1 Tahun 2024 (Article in Press)
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jp.v9i1.344

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisis: Perbedaan kemampuan berpikir komputasional siswa yang diajar dengan menggunakan PMR dan Pembelajaran Langsung; Perbedaan kemandirian belajar siswa yang diajar dengan menggunakan PMR dan Pembelajaran Langsung; Interaksi antara model pembelajaran dan KAM terhadap kemampuan berpikir komputasional siswa; Interaksi antara model pembelajaran dan KAM terhadap kemandirian belajar siswa. Populasi dalam penelitian ini seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 29 Medan dan sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII-6 dan VIII-7 dengan mengambil dua kelas (kelas eksperimen dan kelas kontrol) sebanyak 60 siswa. Instrumen yang digunakan terdiri dari tes kemampuan berpikir komputasional dan skala kemandirian belajar. Data dianalisis dengan uji ANAVA dua jalur. Berdasarkan hasil analisis tersebut diperoleh: Kemampuan berpikir komputasional siswa di kelas PMR lebih tinggi daripada kelas pembelajaran langsung; Kemandirian belajar siswa di kelas PMR lebih tinggi dari pada kelas pembelajaran langsung; Tidak terdapat interaksi antara model pembelajaran dan KAM terhadap kemampuan berpikir komputasional; Tidak terdapat interaksi antara model pembelajaran dan KAM terhadap kemandirian belajar siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan agar pembelajaran dengan PMR dijadikan alternatif bagi guru untuk meningkatkan kemampuan berpikir komputasional dan kemandirian belajar siswa
The Influence of Initial Mathematical Ability and Realistic Mathematical Education on Computational Thinking and Learning Independence of Junior High School Students Harahap, Hayana Mardiyah; Napitupulu, E.Elvis; Amry, Zul
Jurnal Perspektif Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Perspektif
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jp.v9i1.344

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisis: Perbedaan kemampuan berpikir komputasional siswa yang diajar dengan menggunakan PMR dan Pembelajaran Langsung; Perbedaan kemandirian belajar siswa yang diajar dengan menggunakan PMR dan Pembelajaran Langsung; Interaksi antara model pembelajaran dan KAM terhadap kemampuan berpikir komputasional siswa; Interaksi antara model pembelajaran dan KAM terhadap kemandirian belajar siswa. Populasi dalam penelitian ini seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 29 Medan dan sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII-6 dan VIII-7 dengan mengambil dua kelas (kelas eksperimen dan kelas kontrol) sebanyak 60 siswa. Instrumen yang digunakan terdiri dari tes kemampuan berpikir komputasional dan skala kemandirian belajar. Data dianalisis dengan uji ANAVA dua jalur. Berdasarkan hasil analisis tersebut diperoleh: Kemampuan berpikir komputasional siswa di kelas PMR lebih tinggi daripada kelas pembelajaran langsung; Kemandirian belajar siswa di kelas PMR lebih tinggi dari pada kelas pembelajaran langsung; Tidak terdapat interaksi antara model pembelajaran dan KAM terhadap kemampuan berpikir komputasional; Tidak terdapat interaksi antara model pembelajaran dan KAM terhadap kemandirian belajar siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan agar pembelajaran dengan PMR dijadikan alternatif bagi guru untuk meningkatkan kemampuan berpikir komputasional dan kemandirian belajar siswa