Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : SCRIPTA SCORE Scientific Medical Journal

The Relationship between Murottal Therapy and Pain Quality in College Students with Musculoskeletal Pain in 2019 Thyra Annisaa Putri; Aulia Chairani; Riezky Valentina
SCRIPTA SCORE Scientific Medical Journal Vol. 1 No. 2 (2020): SCRIPTA SCORE Scientific Medical Journal
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (883.336 KB) | DOI: 10.32734/scripta.v1i2.1210

Abstract

ABSTRACT Musculoskeletal pain is often called as musculoskeletal disorder (MSDs). One of the most common causes of musculoskeletal pain is occupational-related causes. Musculoskeletal pain is often experienced by college students. The factors that influence the occurrence of musculoskeletal pain in college students are learning activities as well as static body positions/posture while studying. This causes discomfort in learning activities for college students. This study aims to determine the relationship/correlation between the administration of murottal therapy and the quality of musculoskeletal pain in 2016 class Medical Faculty students of UPN (FK UPN). This research type is semi-experimental using a cohort study design. The sampling technique uses purposive sampling. The research sample used was 68 people. The data was collected at the Medical Faculty of UPN ‘Veteran’ Jakarta using a research instrument in the form of a Nordic Musculoskeletal Questionnaire (NMQ) and measured by the Numeric Rating Scale (NRS) pain scale. The results indicated that 30 students (44.1%) had mild pain, 37 (55.4%) had moderate pain, 1 (1.5%) had severe pain respectively before murottal therapy is given. The results of bivariate analysis using the Wilcoxon test indicated that there was a relationship between murottal therapy and the quality of musculoskeletal pain in 2016 class Medical Faculty students of UPN (p = 0.000). The easy and inexpensive therapy of pain management is necessary such as through the administration of murottal therapy for 15 minutes. Keywords: Musculoskeletal Disorders, Pain, Murottal Therapy ABSTRAK Nyeri muskuloskeletal sering disebut gangguan muskuloskeletal.Salah satu penyebab terseringnya nyeri muskuloskeletal adalah karena pekerjaan. Nyeri muskuloskeletal seringkali dialami oleh mahasiswa. Faktor-faktor yang berpengaruh pada kejadian nyeri muskuloskeletal pada mahasiswa adalah kegiatan belajar mengajar serta posisi tubuh statis saat belajar. Hal ini menyebabkan ketidaknyamanan dalam kegiatan belajar mengajar pada mahasiswa.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pemberian terapi murottal dengan kualitas nyeri muskuloskeletal pada mahasiswa FK UPN angkatan 2016.Jenis penelitian ini semi-eksperimetal dengan desain penelitian kohort.Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Sampel penelitian yang digunakan sebanyak 68 orang. Pengambilan data dilakukan di Fakultas Kedokteran UPN ‘Veteran’ Jakarta menggunakan instrumen penelitian berupa kuesioner Nordic Musculoskeletal Questionnaire (NMQ) dandiukur dengan skala nyeri Numeric Rating Scale (NRS). Hasil penelitian menunjukkan mahasiswa dengan nyeri ringan sebanyak 30 orang (44,1%), 37 orang nyeri sedang (55,4), 1 orang mengalami nyeri berat (1,5%) sebelum diberikan terapi murottal. Hasil analisis bivariat dengan uji Wilcoxon menunjukkan terdapat hubungan antara terapi murottal dengan kualitas nyeri muskuloskeletal pada mahasiswa FK UPN angkatan 2016 (p=0,000). Manajemen penanganan nyeri dengan terapi yang mudah dan murah diperlukan seperti pemberian terapi murottal selama 15 menit. Kata Kunci: Gangguan Muskuloskeletal, Nyeri, Terapi Murottal
Hubungan Alexithymia dengan Kecanduan Media Sosial pada Remaja di Jakarta Selatan Yunita Mansyah Lestari; Suzy Yusna Dewi; Aulia Chairani
SCRIPTA SCORE Scientific Medical Journal Vol. 1 No. 2 (2020): SCRIPTA SCORE Scientific Medical Journal
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (833.215 KB) | DOI: 10.32734/scripta.v1i2.1229

Abstract

ABSTRAK Alexithymia ditandai dengan ketidakmampuan dalam mengenali dan mengekpresikan emosi serta pemikiran yang berorientasi eksternal sehingga mereka memiliki hubungan interpersonal yang buruk. Remaja dengan alexithymia cenderung menjadi kecanduan media sosial.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Alexithymia terhadap kecanduan media sosial pada remaja di Jakarta Selatan. Subjek penelitian adalah remaja yang berusia 13-19 tahun dan tinggal di Jakarta selatan. Pengambilan data menggunakan metode consecutive sampling dan snowball sampling dengan menyebar kuesioner menggunakan link googleform. Jumlah subjek penelitian sebanyak 207 orang (41 = laki-laki, 166 = perempuan). Skala yang digunakan adalah Toronto Alexithymia Scale (TAS-20) dan Social Media Disorder (SMD). Analisa data menggunakan metode chi-square pada SPSS 25. Hasil penelitian didapatkan 85 orang mengalami alexithymia, 88 mengalami kecanduan dan 62 orang mengalami alexithymia dan kecanduan media sosial. p-value didapatkan 0,000. Hal ini berarti terdapat hubungan antara Alexithymia dengan Kecanduan Media Sosial pada remaja di Jakarta Selatan. Kata Kunci :Alexithymia, Kecanduan Media Sosial, Remaja ABSTRACT Alexithymia is characterized by an inability to recognize and express emotions and have external oriented thoughts so that they have poor interpersonal relationships. Teenagers with alexithymial tend to become addicted to social media. This study aims to determine the relationship between Alexithymia towards social media addiction in adolescents in South Jakarta. The research subjects were adolescents aged 13-19 years and lived in south Jakarta. Retrieval of the data was using consecutive sampling and snowball sampling method by distributing questionnaires using the googleform link. The number of research subjects was 207 people (41 = men, 166 = women). The scale was used is the Toronto Alexithymia Scale (TAS-20) and Social Media Disorder (SMD). Data analysis using the chi-square method in SPSS 25. The results showed that 85 people had alexithymia, 88 were addicted and 62 people had alexithymia and were addicted to social media. p-value obtained is 0,000. This means that there is a relationship between Alexithymia and Social Media Addiction in adolescents in South Jakarta. Keyword : Adolescents, Alexithymia, Social Media Addiction