Keterampilan yang harus dimiliki siswa adalah keterampilan memecahkan masalah. Keterampilan ini dapat dilatih melalui pembelajaran problem based learning. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah siswa melalui problem based learning berdasarkan teori Polya pada materi statistika. Empat tahapan pemecahan masalah adalah memahami masalah, merencanakan penyelesaian, melaksanakan rencana dan memeriksa kembali. Subjek penelitian dipilih menggunakan purposive sampling berdasar kebenaran tiap tahapan pemecahan masalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa problem based learning memberikan hasil berupa subjek yang memiliki kemampuan sangat tinggi dimana yaitu memenuhi semua indikator pemecahan masalah Polya, tanpa mengalami kesulitan berarti. Pemahaman yang dimiliki oleh subjek ini sangat baik dan dipaparkan secara rasional. Subjek dengan kemampuan tinggi hanya mampu mencapai indikator memahami masalah, merencanakan penyelesaian, dan melaksanakan rencana, namun mengalami kendala pada tahap memeriksa kembali karena kesulitan dalam melakukan operasi hitung yang melibatkan desimal. Subjek dengan kemampuan rendah tidak mampu melanjutkan ke tahap melaksanakan rencana dan memeriksa kembali, dikarenakan kesulitan dalam memahami masalah secara memadai serta kesulitan dalam memilih data yang relevan dari informasi yang disajikan dalam soal. Sementara itu, subjek dengan kemampuan sangat rendah hanya mampu mencapai tahap memahami masalah. Pemahaman yang dimiliki oleh subjek ini masih terbilang kurang lengkap dan rinci, serta tidak dapat melanjutkan ke tahap perencanaan dikarenakan belum mampu memahami masalah dengan cukup baik. Kata Kunci : pemecahan masalah, problem based learning, Teori Polya