Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Pembudayaan Membaca Nyaring bagi Guru dan Siswa Kelas Rendah di Sd Negeri Banaran 1 Ferry Aristya; Ayatullah M. Al Fath; Zuniar Kamaluddin Mabruri
Journal of Social Empowerment Vol. 1 No. 2 (2016): Journal of Social Empowerment
Publisher : LPPM STKIP PGRI Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.861 KB)

Abstract

Tujuan kegiatan ini diharapkan memberikan kegunaan sebagai berikut: 1) mengoptimalkan kemampuan membaca nyaring guru dan siswa kelas rendah; 2) memaksimalkan halaman sekolah sebagai tempat membaca untuk menggantikan peran perpustakaan. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tahapan sebagai berikut: 1) tahap persiapan meliputi kegiatan survei, penetapan lokasi dan sasaran kegiatan, 2) tahap pelaksanaan meliputi kegiatan pelatihan, 3) tahap akhir dan tindak lanjut meliputi penyusunan laporan kegiatan, evaluasi, dan penyusunan proyeksi. Urutan pelaksanaan pelatihan sebagai berikut: 1) penyampaian materi membaca nyaring, 2) Shared reading dan Guided Reading, 3) optimalisasi halaman sekolah. Metode yang diterapkan pada kegiatan adalah: 1) metode ceramah, dan 2) tanya jawab. Hasil kegiatan diharapan menjadi bentuk luaran sebagai berikut: 1) Guru dan siswa kelas rendah di SD Negeri Banaran 1 di Desa Banaran memiliki kemampuan membaca nyaring untuk memahami sebuah makna dalam bacaan, 2) SD Negeri Banaran 1 di Desa Banaran tersebut mampu memanfaatkan sarana yang ada dan mengoptimalkan halaman sekolah sebagai oase baca menggantikan perpustakaan.
Peran Wali Murid Terhadap Prestasi Belajar di Sekolah Dasar Vit Ardhyantama; Ayatullah Muhammadin Al Fath; Ferry Aristya
Journal of Social Empowerment Vol. 2 No. 1 (2017): Journal of Social Empowerment
Publisher : LPPM STKIP PGRI Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.714 KB)

Abstract

Kurangnya kesadaran walimurid untuk ikut aktif mendidik anaknya dan memberikan dukungan secara maksimal menjadi latar belakang diadakannya kegiatan ini.Wali murid seakan-akan menyerahkan seutuhnya pendidikan anak kepada sekolah padahal apabila kita menilik kuatitas waktu yang dihabiskan peserta didik adalah bersama keluarga. Sasarn kegiatan ini adalah para walimurid SDN Soka 4 Kec.Miri Kab. Sragen. Sosialisasi dilaksanakan pada tanggal 18 Desember 2016 di SDN Soka 4 Kecamatan Miri Kabupaten Sragen, Jawa Tengah bertepatan dengan penerimaan rapor. Pemberian materi mengenai pentingnya peran walimurid terhadap pretasi belajar siswa. Diskusi dibuka setelah penyampaian materi. Walimurid dipersilahkan mengeluarkan keluhan dan gagasan serta hambatan yang ditemui dalam mendidik anak di rumah. Sharing mengenai kelebihan dan kelemahan anak dilakukan untuk mencari solusi bagaimana cara memaksimalkan kemampuan anak dan meningkatkan prestasi anak. Tahap terakhir sosialisasi ditutup dengan membuat rancangan dan agenda rutin serta catatan-catatan kecil yang akan dilakukan walimurid dalam mendampingi siswa di rumah. Kegiatan berikutnya adalah pembagian rapor. Hasil sosialisasi menunjukkan keterbukaanya walimurid terhadap permasalahan yang sedang dihadapi mencerminkan kepedulian dan motivasi mereka yang sudah mulai muncul terhadap pendidikan anak baik di sekolah maupun di rumah.
Pelatihan Metode Jarimatika Kabataku Pembelajaran Matematika bagi Orang Tua Anak Kelas Rendah Ferry Aristya; Ayatullah Muhammadin Al Fath
Journal of Social Empowerment Vol. 2 No. 2 (2017): Journal of Social Empowerment
Publisher : LPPM STKIP PGRI Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.336 KB)

Abstract

Orang tua menyerahkan beban dan tugas pendidikan ke sekolah karena diyakini dapat membimbing dan mengarahkan anak-anaknya dalam belajar. Padahal peran orang tua sangat penting dalam proses berpikir anak terutama anak kelas rendah perlu bimbingan dalam menghafal perkalian dan dalam mengerjalan soal operasi bilangan. Metode yang digunakan yaitu dengan jari tangan (jarimatika) yang bertujuan untuk membantu guru dan orang tua dalam mengoperasikan aritmatika terutama dalam berhitung operasi bilangan. Kegiatan dilaksanakan dengan tahapan sebagai berikut: 1) tahap persiapan meliputi kegiatan survey, penetapan lokasi dan sasaran kegiatan, 2) tahap pelaksanaan meliputi kegiatan pelatihan, 3) tahap akhir atau evaluasi dan tindak lanjut meliputi penyusunan laporan kegiatan, evaluasi, dan penyusunan proyeksi atau rencana kegiatan sebagai tindak lanjut. Urutan Pelaksanaan Pelatihan sebagai berikut: 1) penyampaian materi teori Jarimatika, 2) proses penerapan pengenalan Jarimatika, 3) proses output dan evaluasi kegiatan.. Hasil kegiatan diharapkan menjadi bentuk luaran sebagai berikut: 1)Sebagian besar orang tua dan anak kelas rendah di SDN 04 Tuban 80% memperoleh bekal dalam penerapan jarimatika, dan 2) memaksimalkan interaksi orang tua kepada anaknya terutama dalam pembelajaran di rumah.
Implementasi Gerakan Literasi Sekolah (GLS) pada Keterampilan Membaca Siswa Kelas III SDN 1 Jatigunung Regita Cahyani; Vit Ardhyantama; Ferry Aristya
Scholarly Journal of Elementary School Vol 2 No 1 (2022): Scholarly Journal of Elementary School
Publisher : PGSD STKIP PGRI Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.053 KB)

Abstract

This study aims to (1) describe the implementation of the school literacy movement at SDN 1 Jatigunung for the 2019/2020 academic year, (2) determine students' reading skills through the implementation of the school literacy movement at SDN 1 Jatigunung for the 2019/2020 academic year, ( 3) find out the obstacles and solutions in the implementation of the school literacy movement. This research applied qualitative descriptive method. The subjects of this study were 1 school principal, 1 teacher, 33 students, and 2 parents of SDN 1 Jatigunung students. Student and parent subjects were selected by purposive sampling. Data collection techniques include documentation and observation of GLS implementation, and interviews. The results obtained in this study are: 1) The implementation of the school literacy movement at SDN 1 Jatigunung was good. The teacher has implemented 3 stages, namely: habituation, development, and learning; 2) students' reading skills, especially in grade III 70%, were fluent in reading. Through the school literacy movement, teachers have invited their students to always get used to reading. And for students who still have difficulty in reading, the teacher makes slow reading service program; 3) An obstacle in the implementation of the school literacy movement is the lack of supply of book collections in the library so that schools are trying to use BOS to help increase the collection of library books.
Implementasi Gerakan Literasi Sekolah (Gls) Pada Keterampilan Membaca Siswa Kelas Iii Sdn 1 Jatigunung Regita Cahyani; Vit Ardhyantama; Ferry Aristya
Scholarly Journal of Elementary School Vol 1 No 01 (2021): Scholarly Journal of Elementary School
Publisher : PGSD STKIP PGRI Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan tentang implementasi gerakanliterasi sekolah di SDN 1 Jatigunung tahun pelajaran 2019/2020; (2) Untuk mengetahuiketerampilan membaca siswa melalui pelaksanaan gerakan literasi sekolah di SDN 1Jatigunung tahun pelajaran 2019/2020; (3) Untuk mengetahui hambatan dan solusi dalampelaksanaan gerakan literasi sekolah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif denganmenggunakan metode deskriptif kualitiatif. Subjek penelitian ini adalah 1 kepala sekolah, 1guru, 33 siswa, dan 2 orang tua siswa SDN 1 Jatigunung. Subjek siswa dan orang tua dipilihsecara purposive sampling. Teknik pengumpulan data meliputi dokumentasi dan observasipelaksanaan GLS, dan wawwancara. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu: 1)Pelaksanaan gerakan literasi sekolah di SDN 1 Jatigunung baik. Guru sudah menerapkan 3tahapan, yaitu: pembiasaan, pengembangan, dan pembelajaran; 2) keterampilan membacasiswa khususnya kelas III 70% sudah lancar membaca. Melalui gerakan literasi sekolah, gurusudah mengajak siswanya untuk selalu membiasakan membaca. Dan untuk siswa yang masihmengalami kesulitan membaca, guru membuat program yaitu layanan lambat membaca; 3)hambatan dalam pelaksanaan gerakan literasi sekolah ini salah satunya adalah kurangnyapersediaan koleksi buku yang ada diperpustakaan sehingga sekolah mengupayakan dengancara menggunakan BOS untuk membantu menambah koleksi buku perpustakaan.
Analisis Kemampuan Siswa Dalam Menyimak Cerita Dengan Menggunakan Media Wayang Kartun Pada Pembelajaran Tematik Kuncoro Adi Pangestu; Ferry Aristya; Afid Burhanuddin
Scholarly Journal of Elementary School Vol 1 No 2 (2021): Scholarly Journal of Elementary School
Publisher : PGSD STKIP PGRI Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan proses pembelajaran menyimak ceritapada pembelajaran tematik dengan menggunakan media wayang kartun untuk siswa kelasrendah, mendeskripsikan kemampuan siswa kelas rendah dalam menyimak cerita padapembelajaran tematik dengan menggunakan media wayang kartun, dan menjelaskan manfaatpenggunaan media wayang kartun dalam pembelajaran menyimak cerita siswa kelas rendah.Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data denganmenggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini dilaksanakan di MasjidAt-Taqwa, Dusun Wetih, Desa Purwoasri. Subjek penelitian ini adalah siswa sekolah dasar kelasrendah yang masih berdomisili di sana. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah,observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang telah digunakan dalampenelitian ini dengan menggunakan model Miles and Huberman. Hasil penelitian ini, bahwaproses pembelajaran materi cerita ini dengan penggunaan media wayang kartun dapatmemberikan suasana belajar yang inovatif, menyenangkan, dan mampu menciptakanpartisipasi aktif siswa kelas rendah selama proses pembelajaran. Kemampuan menyimak siswasangat baik, dibuktikan siswa mampu menjawab dengan tepat 10 pertanyaan yang diberikan.Media wayang kartun dapat meningkatkan imajinasi, minat, motivasi, ketertarikan dankonsentrasi siswa kelas rendah dalam mengikuti proses pembelajaran.
Implementasi Aplikasi Whatsapp Serta Dampak Kompetensi Belajar Siswa Kelas V Dalam Kegiatan Belajar Mengajar Di Sdn 2 Ploso Pinky Priasmita; Ferry Aristya; Lina Erviana
Scholarly Journal of Elementary School Vol 1 No 2 (2021): Scholarly Journal of Elementary School
Publisher : PGSD STKIP PGRI Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetuhi penggunaan WhatsApp dalam kegiatanbelajar mengajar, untuk mengetauhi pembelajaran melalui grup Whatsapp dan untukmengtauhi penggunaan aplikasi WhatsApp dapat berdampak paada kompetensi belaajar siswa.Metode yang digunakan dalam penelitian dalah penelitian kualitatif dengan bentuk studikasus, yaitu suatu penelitian yang menekankan pada aspe pemahaman secara mendalam padasuatu permasalahan serta penelitian melakukan eksplorasi secara mendalam terhadapprogram; proses dan aktivitas. Subjek penelitian guru dan siswa kelas V SDN 2 Ploso Pacitan.Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Teknik analisisdata yang digunakan pada penelitian ini adalah menggunakan analisis data di lapangan modelMiles dan Huberman. Hasil penelitian ini mnunjukkan bahwa pembelajaran menggunakanWhatsApp tidk efektif dikarenakan kendala dari pihak guru serta siswanya. Mulai daripengusaha teknologi yang kurang oleh guru, orang tua dan siswa. Siswa tidak memilikihandphone sendiri yang mengakibatkan tidak efektif pada pembelajaran. Dampak kompetensisiswa menurun dilihat dari respon saat pembelajaran berlangsung.
Penanaman Nilai Kepahlawanan dalam Pembelajaran IPS Sekolah Dasar di Gugus Teuku Umar Ferry Aristya; Ayatullah Muh Al Fath; Zuniar Kamaluddin Mabruri
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 9 No 2 (2017): Jurnal Penelitian Pendidikan
Publisher : LPPM Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui cara guru dalam menanamkan nilaikepahlawanan dalam pembelajaran IPS; (2) penyusunan rencana pelaksanaanpembelajaran (RPP) IPS untuk penanaman nilai kepahlawanan SD. Populasi penelitianini adalah semua guru sekolah yang berada di Gugus Teuku Umar KecamatanKalijambe Kabupaten Sragen yang tersebar di 7 Sekolah Dasar. Teknik pengambilansampel dalam penelitian ini menggunakan metode sensus. Data dikumpulkan melaluikuesioner dalam bentuk wawancara, observasi dan studi dokumentasi, analisis datanyadengan menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian dapat dinyatakan bahwa caramenanamkan nilai kepahlawanan dalam pembelajaran IPS SD di Gugus Teuku Umar Kecamatan Kalijambe Kabupaten Sragen dilakukan dengan melaksanakan kegiatan-kegiatan sehari-hari yang dapat menumbuhkan nilai kepahlawanan, penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) IPS untuk penanaman nilai kepahlawanan SD diDaerah Gugus Teuku Umar Kecamatan Kalijambe Kabupaten Sragen disesuaikan dengankurikulum yang ada. Lebih dari itu, nilai-nilai kepahlawanan ditanamkan melalui; (1)pembelajaran sejarah atau IPS; (2) kegiatan ekstra kurikuler pramuka, 3) upacara bendera setiap hari Senin, (4) upacara Peringatan Hari Proklamasi Kemerdekaan RI, (5) upacaraPeringatan Hari Pahlawan, 6) Mengadakan kegiatan ke Museum Perjuangan, (7) studi ke tempat bersejarah, 8) Menyediakan buku-buku sejarah atau IPS, (9) pemasnagan gambar-gambar pahlawanan nasional, (10) kegiatan pembiasaan tentang kedisiplinan siswa; dan (11) daftar pelanggaran yang dilakukan siswa
Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Mata Pelajaran Matematika Kelas IV Melalui Media Jam Sudut Ayatullah Muhammadin Al Fath; Ferry Aristya
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 12 No 2 (2020): Jurnal Penelitian Pendidikan
Publisher : LPPM Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21137/jpp.2020.12.2.2

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: Mendeskripsikan dan mengetahui pemanfaatan media pembelajaran jam sudut pada mata pelajaran matematika siswa kelas empat, mendeskripsikan dan mengetahui motivasi belajar siswa pada pembelajaran matematika dan mendeskripsikan penggunaan media jam sudut terhadap motivasi belajar pada pembelajaran matematika siswa SDN Mentoro. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara angket, dan dokumentasi. Teknik Analisa data menggunakan model Miles and Huberman yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV dengan jumlah siswa sebanyak 13 laki-laki dan 15 perempuan. Hasil dari penelitian ini adalah: 1) Belum adanya penggunaan media jam sudut pada pembelajaran matematika siswa kelas IV, 2) Dalam pengisian angket terdapat siswa dengan dua kategori yaitu kategori tinggi dan rendah. Dapat dikatakan motivasi belajar siswa kelas IV di SD N Mentoro seimbang diantara keduanya, 3) Adapun dua kategori tersebut yaitu sebanyak kurang lebih 65% dinyatakan dalam kategori sangat baik dan 35% ada pada kategori baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar siswa pada pembelajaran matematika dengan menggunakan media jam sudut dalam proses belajar menunjukkan hasil yang lebih baik dan efektif untuk digunakan.
Peran Warga Sekolah dalam Penerapan Budaya Sekolah: Studi Kasus di SDN I Temon Vit Ardhyantama; Tyas Arie Wibowo; Ferry Aristya
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 14 No 1 (2022): Jurnal Penelitian Pendidikan
Publisher : LPPM Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21137/jpp.2022.14.1.6

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran warga sekolah dalam penerapan budaya sekolah: studi kasus di SD N I Temon. Jenis penelitiann ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah warga sekolah SD N I Temon yang terdiri dari Kepala sekolah, guru/tenaga pendidik, penjaga sekolah dan siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data menggunakan triangulasi teknik dan sumber. Berdasarkan hasil penlitian dapat disimpulkan bahwa warga sekolah berperan sebagai pendidik, fasilitator, pendorong, dan pelaku penerapan budaya sekolah. Keempat peran ini dijalankan oleh warga sekolah SD N I Temon ketika berada di lingkup sekolah yang bertujuan untuk membentuk karakter anak melalui budaya sekolah. Melalui peran warga sekolah ini, diketahui bahwa peran warga sekolah terhadap penerapan budaya sekolah ini, tergolong kedalam kategori baik, sebagaimana yang dilakukan warga sekolah untuk meningkatkan karakter siswa melalui budaya sekolah. This study aimed to determine the role of school community in the implementation of school culture: a case study at SD N I Temon. This type of research was a qualitative research using a qualitative descriptive research approach. The subjects in this study were community of SD N I Temon which consisted of the principal, teachers/educators, school guards and students. Data collection methods used are observation, interviews, and documentation. The validity of the data were using triangulation techniques and sources. Based on the results of the study, it can be concluded that school community act as educators, facilitators, motivators, and actors in implementing school culture. These four roles were carried out by the community of SD N I Temon when they were in the scope of the school which aims to shape the character of students through school culture. Through the role of the school community, it was known that the role of the school community in the implementation of this school culture was classified into the good category, as what the school community did to improve the character of students through school culture.