Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Penyuluhan Pembuangan Sampah yang Baik di SDN 1 Purwoharjo Wonogiri Ayatullah Muhammadin AL Fath
Journal of Social Empowerment Vol. 5 No. 2 (2020): Journal of Social Empowerment
Publisher : LPPM STKIP PGRI Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.025 KB)

Abstract

Melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat bagi tenaga pendidik di dalam salah satu upaya untuk melaksanakan salah satu tugas sebagai pelaksana tridarma perguruan tinggi.Pengabdian ini adalah suatu upaya STKIP PGRI Pacitan agar terlaksananya tridarma perguruan Tinggi untuk memberikan sumbangsih ilmu pengetahuan dan tekhnologi kepada masyarakat. Berdasarkan hal ini, kami mengajukan usulan kegiatan pengabdian di SDN 1 Purwoharjo, yang merupakan salah satu sekolah yang terdapat di Kecamatan Karangtengah, pengabdian ini kami lakukan dengan tujuan untuk memebrikan bekal pengetahuan kepada anak usia sekolah sejak dini agar memiliki pemahaman yang mendalam mengenai manajemen pembuangan sampah yang baik, sehingga dalam keseharianya dapat mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari baik di lingkungan sekolah maupuan lingkungan masyarakat sehingga tercipta lingkungan yang bersih dan sehat. Target luaran yang kami harapkan dalam kegiatan pengabdian ini adalah 1) Untuk membekali pengetahuan kepada siswa tentang manjemen pembuangan sampah, 2) Tertata kelolanya sampah sesuai dengan tempat pembuangan dan klasifikasinya,sehingga mudah untuk di gunakan sebagai suatu sumber energy di wilayah tempat tinggalnya dan dapat meciptakan kondisi lingkungan yang bersih dan sehat.
Peran Wali Murid Terhadap Prestasi Belajar di Sekolah Dasar Vit Ardhyantama; Ayatullah Muhammadin Al Fath; Ferry Aristya
Journal of Social Empowerment Vol. 2 No. 1 (2017): Journal of Social Empowerment
Publisher : LPPM STKIP PGRI Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.714 KB)

Abstract

Kurangnya kesadaran walimurid untuk ikut aktif mendidik anaknya dan memberikan dukungan secara maksimal menjadi latar belakang diadakannya kegiatan ini.Wali murid seakan-akan menyerahkan seutuhnya pendidikan anak kepada sekolah padahal apabila kita menilik kuatitas waktu yang dihabiskan peserta didik adalah bersama keluarga. Sasarn kegiatan ini adalah para walimurid SDN Soka 4 Kec.Miri Kab. Sragen. Sosialisasi dilaksanakan pada tanggal 18 Desember 2016 di SDN Soka 4 Kecamatan Miri Kabupaten Sragen, Jawa Tengah bertepatan dengan penerimaan rapor. Pemberian materi mengenai pentingnya peran walimurid terhadap pretasi belajar siswa. Diskusi dibuka setelah penyampaian materi. Walimurid dipersilahkan mengeluarkan keluhan dan gagasan serta hambatan yang ditemui dalam mendidik anak di rumah. Sharing mengenai kelebihan dan kelemahan anak dilakukan untuk mencari solusi bagaimana cara memaksimalkan kemampuan anak dan meningkatkan prestasi anak. Tahap terakhir sosialisasi ditutup dengan membuat rancangan dan agenda rutin serta catatan-catatan kecil yang akan dilakukan walimurid dalam mendampingi siswa di rumah. Kegiatan berikutnya adalah pembagian rapor. Hasil sosialisasi menunjukkan keterbukaanya walimurid terhadap permasalahan yang sedang dihadapi mencerminkan kepedulian dan motivasi mereka yang sudah mulai muncul terhadap pendidikan anak baik di sekolah maupun di rumah.
Pelatihan Metode Jarimatika Kabataku Pembelajaran Matematika bagi Orang Tua Anak Kelas Rendah Ferry Aristya; Ayatullah Muhammadin Al Fath
Journal of Social Empowerment Vol. 2 No. 2 (2017): Journal of Social Empowerment
Publisher : LPPM STKIP PGRI Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.336 KB)

Abstract

Orang tua menyerahkan beban dan tugas pendidikan ke sekolah karena diyakini dapat membimbing dan mengarahkan anak-anaknya dalam belajar. Padahal peran orang tua sangat penting dalam proses berpikir anak terutama anak kelas rendah perlu bimbingan dalam menghafal perkalian dan dalam mengerjalan soal operasi bilangan. Metode yang digunakan yaitu dengan jari tangan (jarimatika) yang bertujuan untuk membantu guru dan orang tua dalam mengoperasikan aritmatika terutama dalam berhitung operasi bilangan. Kegiatan dilaksanakan dengan tahapan sebagai berikut: 1) tahap persiapan meliputi kegiatan survey, penetapan lokasi dan sasaran kegiatan, 2) tahap pelaksanaan meliputi kegiatan pelatihan, 3) tahap akhir atau evaluasi dan tindak lanjut meliputi penyusunan laporan kegiatan, evaluasi, dan penyusunan proyeksi atau rencana kegiatan sebagai tindak lanjut. Urutan Pelaksanaan Pelatihan sebagai berikut: 1) penyampaian materi teori Jarimatika, 2) proses penerapan pengenalan Jarimatika, 3) proses output dan evaluasi kegiatan.. Hasil kegiatan diharapkan menjadi bentuk luaran sebagai berikut: 1)Sebagian besar orang tua dan anak kelas rendah di SDN 04 Tuban 80% memperoleh bekal dalam penerapan jarimatika, dan 2) memaksimalkan interaksi orang tua kepada anaknya terutama dalam pembelajaran di rumah.
Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Mata Pelajaran Matematika Kelas IV Melalui Media Jam Sudut Ayatullah Muhammadin Al Fath; Ferry Aristya
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 12 No 2 (2020): Jurnal Penelitian Pendidikan
Publisher : LPPM Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21137/jpp.2020.12.2.2

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: Mendeskripsikan dan mengetahui pemanfaatan media pembelajaran jam sudut pada mata pelajaran matematika siswa kelas empat, mendeskripsikan dan mengetahui motivasi belajar siswa pada pembelajaran matematika dan mendeskripsikan penggunaan media jam sudut terhadap motivasi belajar pada pembelajaran matematika siswa SDN Mentoro. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara angket, dan dokumentasi. Teknik Analisa data menggunakan model Miles and Huberman yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV dengan jumlah siswa sebanyak 13 laki-laki dan 15 perempuan. Hasil dari penelitian ini adalah: 1) Belum adanya penggunaan media jam sudut pada pembelajaran matematika siswa kelas IV, 2) Dalam pengisian angket terdapat siswa dengan dua kategori yaitu kategori tinggi dan rendah. Dapat dikatakan motivasi belajar siswa kelas IV di SD N Mentoro seimbang diantara keduanya, 3) Adapun dua kategori tersebut yaitu sebanyak kurang lebih 65% dinyatakan dalam kategori sangat baik dan 35% ada pada kategori baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar siswa pada pembelajaran matematika dengan menggunakan media jam sudut dalam proses belajar menunjukkan hasil yang lebih baik dan efektif untuk digunakan.
PENERAPAN PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION (RME) DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN REPRESENTASI MATEMATIS SISWA SEKOLAH DASAR : STUDI LITERATUR Rahmadani, Nuzul; Ali, Amna; Erwin Efendi Hutagalung; Ayatullah Muhammadin Al Fath
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 02, Juni 2026 Produce
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.45257

Abstract

This study aims to examine the implementation of the Realistic Mathematics Education (RME) approach in improving elementary school students’ problem-solving and mathematical representation abilities. This research employs a literature review method by analyzing various relevant journal articles. The findings indicate that the RME approach enhances students’ problem-solving skills through a systematic thinking process, including understanding the problem, planning strategies, implementing solutions, and evaluating results. In addition, RME improves students’ mathematical representation abilities in various forms, such as visual, symbolic, verbal, and tabular or graphical representations. These two abilities are closely interconnected and mutually supportive in developing a more comprehensive understanding of mathematics. Therefore, the RME approach is considered effective and relevant in creating meaningful mathematics learning in elementary schools.
EFEKTIVITAS MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP IPA PADA SISWA SEKOLAH DASAR: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW T, Natasya; Wiwik Kurniyati; Erwin Efendi Hutagalung; Ayatullah Muhammadin Al Fath
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Release
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.45534

Abstract

This study was motivated by the low level of elementary school students’ understanding of science concepts due to the dominance of conventional teaching methods and the limited use of interactive media in the classroom. The study aims to analyze and synthesize the effectiveness of interactive learning media in improving the understanding of science concepts through a Systematic Literature Review (SLR) approach. The research method followed the PRISMA guidelines and the SPAR-4-SLR framework, with data sources from Google Scholar spanning the years 2022–2026, resulting in 10 articles meeting the inclusion criteria. The results indicate that all studies consistently reported a significant improvement in science concept understanding, evidenced by increases in pretest-posttest scores, statistical test results, and media usability ratings. Media with high interactivity and visualization, such as augmented reality, interactive multimedia, and animated videos, demonstrated optimal effectiveness. Additionally, the effectiveness of the media was influenced by design quality, content appropriateness, and teacher competence. Thus, interactive learning media have proven effective when appropriately integrated into instruction.
Efektivitas Penggunaan Augmented Reality dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Sekolah Dasar: Systematic Literature Review Suci Nahara, Afifa; Br Ginting, Femi; Ayatullah Muhammadin Al Fath; Erwin Efendi Hutagalung
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 Nomor 02, Juni 2026 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.45535

Abstract

Rendahnya motivasi belajar siswa sekolah dasar di era digital menjadi tantangan, sementara Kurikulum Merdeka menuntut pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran. Augmented Reality (AR) muncul sebagai solusi potensial, namun bukti empiris mengenai efektivitasnya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mensintesis bukti empiris tentang efektivitas AR dalam meningkatkan motivasi belajar siswa SD. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan protokol PRISMA pada database Google Scholar dan Garuda (2021-2026). Seleksi sistematis menghasilkan 12 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 8 dari 12 artikel dengan desain pretest-posttest melaporkan peningkatan motivasi belajar yang signifikan secara statistik (p < 0,05). Efektivitas AR dipengaruhi oleh empat faktor: durasi penggunaan, integrasi dengan strategi pembelajaran aktif, ketersediaan infrastruktur, dan keterpaduan materi abstrak. AR terbukti paling efektif pada topik abstrak seperti tata surya, bangun ruang, dan habitat hewan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa AR efektif meningkatkan motivasi belajar siswa SD, dengan rekomendasi penggunaan AR minimal 4–6 pertemuan yang dipadukan dengan pembelajaran aktif, serta perlunya penelitian lanjutan dengan desain eksperimental yang lebih ketat
HUBUNGAN ASESMEN DENGAN TUJUAN PEMBELAJARAN IPA PADA SISWA SDN 80/I MUARA BULIAN Annisa Humaila; Zhafira Sayyidatunnisa; Oliver Chelsea Sitanggang; Ayatullah Muhammadin Al Fath; Erwin Efendi Hutagalung
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.47740

Abstract

This study aims to analyze the relationship between assessment and science learning objectives at SDN 80/1 Muara Bulian. This research employed a qualitative approach with a case study design. The subjects of this study were teachers and students involved in science learning activities. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The data were analyzed using an interactive analysis model consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing. The results showed that learning objectives had been developed based on existing teaching documents; however, they were still general and not fully elaborated into specific and measurable indicators. The implementation of assessment in science learning was dominated by written tests focusing on cognitive aspects. Meanwhile, learning objectives emphasizing science process skills were not fully supported by appropriate forms of assessment. In addition, several constraints were identified, including limited time, large class sizes, and limited ability to design varied assessment instruments. In conclusion, the relationship between assessment and learning objectives exists but is not yet fully aligned. Therefore, efforts are needed to improve alignment through more specific formulation of learning objectives and the development of more varied and authentic assessment practices.
PERAN GURU DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJAR IPA PADA SISWA SEKOLAH DASAR Audy Mita Amelina; Cindy; Erwin Efendi Hutagalung; Ayatullah Muhammadin Al Fath
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Release
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.44298

Abstract

Interest in learning serves as a pivotal psychological driver for achieving scientific literacy in primary education. Despite its importance, empirical evidence suggests that students frequently regard Natural Sciences (IPA) as an intricate and theoretical discipline. This research employs a descriptive qualitative literature review to explore the strategic influence of teachers in enhancing students' engagement with science. The findings underscore that teachers act as critical determinants by assuming multifaceted roles as instructional architects, motivators, facilitators, technological innovators, and evaluators. Through the synergy of these functions, educators can reshape negative student attitudes by fostering inclusive environments and utilizing tangible instructional tools. Ultimately, this study asserts that the professional ingenuity of teachers in delivering pedagogical stimuli is essential for establishing a robust scientific foundation for the next generation.
ANALISIS PELAKSANAAN ASESMEN DIAGNOSTIK DALAM MENGIDENTIFIKASI MINAT BELAJAR SISWA KELAS IV PADA PEMBELAJARAN IPAS DI SD 40/I BAJUBANG LAUT Aminah, Siti Aminah; Ayatullah Muhammadin Al Fath; Erwin Efendi Hutagalung
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 2 (2026): Volume 11 No. 02, Juni 2026.
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i2.45756

Abstract

This study aims to analyze the implementation of diagnostic assessments in identifying the learning interests of fourth-grade students in science education at SD 40/I Bajubang Laut. The study employed a descriptive qualitative approach, utilizing data collection techniques such as observation and in-depth interviews with the classroom teacher and six students selected through purposive sampling. The results indicate that students’ learning interests generally fall into the moderate category, accounting for 60%, with the dimensions of enjoyment and curiosity being relatively higher compared to the dimensions of attention and active engagement. The interviews revealed significant diversity in learning profiles, including active-enthusiastic students with low self-regulation, independent-inquisitive students with very high interest, and students with moderate interest who require more intensive scaffolding. The implementation of diagnostic assessments by teachers was found to remain informal and predominantly focused on the cognitive dimension, while non-cognitive diagnostic assessments to map interests and learning styles have not yet been formally and standardizedly implemented.