Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

SECONDARY SCHOOL STUDENTS’ ERROR OF TERM OF ALGEBRAIC FORMS BASED ON MATHEMATICAL COMMUNICATION Cholily, Yus Mochamad; Kamil, Tika Rifky; Kusgiarohmah, Putri Ayu
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.376 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v9i2.2687

Abstract

The purpose of this study is to describe students’ error on (1) the ability to understand the term of algebraic forms, and (2) the ability to communicate the term of algebraic forms into words and verbal forms. This is a case study. The study shows that: (1) the ability to understand the term of algebraic forms are low because of misunderstanding the slight differences between exponent and algebra itself, and (2) the ability to communicate the term of algebraic forms into words and verbal forms are challenging for them especially when they do not really understand the concepts.
Proses Sistematisasi dalam Pembuktian Matematika Cholily, Yus Mochamad; Sulfiah, Sitti Karimah; Kusgiarohmah, Putri Ayu
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 11, No 1 (2020): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/aks.v11i1.5207

Abstract

Mahasiswa sebagai calon guru harus memiliki kemampuan dalam melakukan pembuktian matematis. Kemampuan tersebut berfungsi untuk meyakinkan seseorang akan suatu rumus ataupun teorema. Semakin tinggi kemampuan mahasiswa dalam melakukan pembuktian akan berdampak pada peningkatan keterampilan pembuktian matematika siswa. Secara umum metode pembuktian yang dikenal oleh siswa adalah pembuktian secara langsung dan tidak langsung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan mahasiswa dalam melakukan pembuktian ditinjau dari proses sistematisasi. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi kemampuan siswa dalam melakukan pembuktian matematis. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian yang dijelaskan secara deskriptif menunjukkan bahwa kemampuan pembuktian mahasiswa ditinjau dari proses sistematisasi masih lemah, mahasiswa belum memahami perbedaan antara rumus, definisi, teorema ataupun sifat. Selain itu, mahasiswa juga belum mengaitkan definisi, sifat, ataupun teorema yang relevan dengan pembuktian yang dilakukan. Akibatnya mahasiswa menyelesaikan soal dengan cara coba-coba. Salah satu faktor yang mempengaruhi hal tersebut yaitu kurangnya latihan dalam mengerjakan soal yang berbasis pembuktian matematika.
LEARNING MODULE ANALYSIS OF PYTHAGOREAN THEOREM BASED ON SCIENTIFIC APPROACH Cholily, Yus Mochamad; Kusgiarohmah, Putri Ayu
Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol 13, No 2 (2022): July 2022
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.327 KB) | DOI: 10.26418/jpmipa.v13i2.46260

Abstract

One of the basic competencies in class VIII contains the Pythagorean theorem. Surveys on students who have studied it, they still remember that the proposition is related to a right triangle. Interviews with students who understand the theorem show that they have a formulation of the relationship between the length of the hypotenuse and the side of the right angle. In detail they do not understand why this relationship can occur. That's because they memorized the formula instead of understanding it. For this reason, using the ADDIE development model, through this research a Scientific Learning-Based learning module was developed. This module was developed with the aim of helping self-study students to find their understanding of the Pythagorean theorem. Before being distributed, this module is analyzed to determine the validity and practicality of the module. The results of the study indicate that the module is valid, in accordance with the material, language and also there are scientific learning steps. Then, this module is said to be practical because through observation and interviews, the propositional module has met the criteria for practice assessment including, self-instructional, self-contained, stand-alone, adaptive, and user friendly.
Proses Sistematisasi dalam Pembuktian Matematika Cholily, Yus Mochamad; Sulfiah, Sitti Karimah; Kusgiarohmah, Putri Ayu
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 11, No 1 (2020): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/aks.v11i1.5207

Abstract

Mahasiswa sebagai calon guru harus memiliki kemampuan dalam melakukan pembuktian matematis. Kemampuan tersebut berfungsi untuk meyakinkan seseorang akan suatu rumus ataupun teorema. Semakin tinggi kemampuan mahasiswa dalam melakukan pembuktian akan berdampak pada peningkatan keterampilan pembuktian matematika siswa. Secara umum metode pembuktian yang dikenal oleh siswa adalah pembuktian secara langsung dan tidak langsung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan mahasiswa dalam melakukan pembuktian ditinjau dari proses sistematisasi. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi kemampuan siswa dalam melakukan pembuktian matematis. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian yang dijelaskan secara deskriptif menunjukkan bahwa kemampuan pembuktian mahasiswa ditinjau dari proses sistematisasi masih lemah, mahasiswa belum memahami perbedaan antara rumus, definisi, teorema ataupun sifat. Selain itu, mahasiswa juga belum mengaitkan definisi, sifat, ataupun teorema yang relevan dengan pembuktian yang dilakukan. Akibatnya mahasiswa menyelesaikan soal dengan cara coba-coba. Salah satu faktor yang mempengaruhi hal tersebut yaitu kurangnya latihan dalam mengerjakan soal yang berbasis pembuktian matematika.