Karina Utami Dewi
Department Of International Relations Universitas Islam Indonesia

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Global Strategis

The United States’ Zero Tolerance Immigration Policy: An Analysis of Structural Violence Karina Utami Dewi; Desti Putri Cahyani
Global Strategis Vol. 14 No. 1 (2020): Global Strategis
Publisher : Departemen Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Unair

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jgs.14.1.2020.31-44

Abstract

Kebijakan imigrasi Zero Tolerance merupakan salah satu bentuk kebijakan yang diformulasikan oleh pemerintahan Donald Trump dengan tujuan untuk mengurangi jumlah imigran tanpa dokumen yang memasuki wilayah Amerika Serikat. Kebijakan imigrasi ini menjadi isu yang mendapat sorotan dari dunia internasional karena sarat dengan pelanggaran hak-hak asasi manusia, dan memosisikan imigran tanpa dokumen serta anak-anak dalam keadaan yang rentan. Tulisan ini mengelaborasi bahwa kebijakan ini mengindikasikan kekerasan struktural pada penerapannya, dengan menggunakan konsep Kekerasan Struktural yang ditulis oleh Johan Galtung, dan mencoba membuktikan terjadinya kekerasan struktural serta alasan mengapa kebijakan ini dilakukan oleh Amerika Serikat. Terdapat tiga argumen utama pada tulisan ini; pertama, kekerasan struktural terbukti telah dilakukan oleh Amerika Serikat dapat dilihat melalui subjek, objek, serta tindakan dalam konsep Kekerasan Struktural. Kedua, terdapat faktor pendorong yang sifatnya sengaja dan tidak sengaja dalam melakukan kebijakan yang mengakibatkan kekerasan struktural. Yang ketiga, Amerika Serikat menjalankan kebijakan ini dengan menggunakan pendekatan yang menekankan pada reward dan punishment. Kata-kata kunci: imigrasi, kekerasan struktural, Amerika Serikat  Zero Tolerance Immigration Policy is one form of policy formulated by the Donald Trump administration to reduce undocumented immigrants entering the United States. This immigration policy has become an issue of international attention because it is full of human rights violations, and places the undocumented immigrants and children in an unsafe condition. This paper describes that the policy mentioned above indicates structural violence in its implementation, employs the concept of Structural Violence written by Johan Galtung, and tries to prove the occurrence of structural violence and the reasons why this policy was carried out by the United States. There are three main arguments in this paper; first, there is indeed structural violence that has been committed by the United States as observed in the object, subject, and actions in the concept of Structural Violence. Second, there are intended and unintended motivations in implementing this policy, which encouraged structural violence. Third, The United States carries out this policy by using an approach that emphasizes reward and punishment. Keywords: immigration, structural violence, United States
Violence against Indian Dalit Women under Narendra Modi Government: Johan Galtung's Cultural Violence Analysis Santria Agusti; Karina Utami Dewi
Global Strategis Vol. 17 No. 2 (2023): Global Strategis
Publisher : Department of International Relations, Faculty of Social and Political Science, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jgs.17.2.2023.401-416

Abstract

Artikel ini akan membahas tentang kekerasan yang dihadapi perempuan Dalit India pada masa pemerintahan Narendra Modi. Kekerasan kultural merupakan bagian dari pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang salah satunya terjadi di kawasan Asia Selatan yaitu India. Fenomena kekerasan kultural terhadap perempuan di India, khususnya pada kasta Dalit menjadi sesuatu yang menarik untuk dibahas, sebagaimana kekerasan yang dihadapi perempuan Dalit di India sudah terjadi sejak zaman kuno hingga sekarang pada masa pemerintahan Narendra Modi. Pemerintahan Modi tidak dapat memberikan perubahan yang besar terhadap hidup dan hak-hak perempuan Dalit. Hal ini ditunjukkan dengan masih adanya kebijakan yang membuat perempuan Dalit menderita. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana kekerasan terhadap perempuan Dalit India di pemerintahan Modi terjadi menggunakan teori kekerasan kultural yang dicetuskan oleh Johan Galtung. Dalam penelitian ini, ditemukan bahwa nilai agama menjadi faktor yang dominan mendorong terjadinya kekerasan kultural terhadap perempuan Dalit India. Selain itu, tingkat patriarki yang tinggi menunjukkan bahwa kekerasan kultural ini merupakan sebuah fenomena yang tidak akan pernah berhenti pada setiap era pemerintahan. Kata-kata Kunci: Perempuan Dalit India, Kekerasan Kultural, Narendra Modi   This article will discuss the violence faced by Indian Dalit women during the reign of Narendra Modi. Cultural violence is part of human rights violations, one of which occurs in the South Asian region, India. The phenomenon of cultural violence against women in India, especially the Dalit caste, is an interesting topic to discuss, whereas the violence faced by Dalit women in India has occurred ever since ancient times until the current era during the reign of Narendra Modi. The Modi government has not been able to make a significant difference in the lives and rights of Dalit women. This is shown by the existence of policies that make Dalit women suffer. This study aims to analyze how the violence against Indian Dalit women in the Modi government occurs using the theory of cultural violence that was coined by Johan Galtung. This study found that the religious aspect was the dominant factor driving the occurrence of cultural violence against Indian Dalit women. In addition, the high level of patriarchy shows that this cultural violence is a phenomenon that will never diminish in every governmental era. Keywords: Indian Dalit Women, Cultural Violence, Narendra Modi