Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALYSIS OF SITUATIONAL AWARENESS FOR ONLINE TAXIBIKE DRIVER IN YOGYAKARTA USING QUASA ANALYSIS Ma'ruf, Farid; Jatmiko, Hapsoro Agung
Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol. 19, No. 1, June 2020
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jiti.v19i1.10402

Abstract

Online taxibike servicehas its own charm because it is a new breakthrough for current conditions that make it easy for consumers to order a vehicle. Riding a motorcycle is an activity that requires awareness against road conditions that are dynamic and can change in seconds. This study aims to determine the level of awareness of online taxibikedriver when using a GPS and non GPS. The method used in this research is the QUASA method which combines the probing method in the situational awareness process with the self rating method. The results of data processing obtained that the value of actual accuracy and perceived accuracy when online taxibikedriver uses a GPS is greater than non GPS. In addition, other results stated that the level of awareness of online taxibikedriver when using a GPS was 4.7% greater than when without non GPS.
Perbaikan Kemasan Kripik Kulit Singkong pada UMKM ‘The Jambal’s’ dengan Menggunakan Metode Kansei Engineering dan Quality Function Deployment Jatmiko, Hapsoro Agung; Rahmadia, Safinta Nurindra; Kurniawan, Afan; Rufi’i, Imam; Reicardi, Arjuna
JISI: Jurnal Integrasi Sistem Industri Vol 11, No 1 (2024): JISI UMJ
Publisher : Fakultas teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jisi.11.1.21-30

Abstract

Kemasan memainkan peranan penting dalam sebuah pembungkus makanan, selain sebagai perlindungan makanan dari beberapa zat berbahaya dan tidak diinginkan, kemasan memiliki fungsi lain yang dapat dipergunakan sebagai identitas ataupun sarana informasi bagi perusahaan yang memiliki produk makanan tersebut. Kemasan yang menarik juga dapat menjadi selling point karena dapat menarik minat dari para pembeli untuk kembali membeli produk terkait, namun permasalahan kemasan ini masih belum banyak diperhatikan oleh UMKM, padahal hal tersebut bisa menjadi faktor pendorong bagi UMKM untuk terus berkembang. The Jambal’s, adalah UMKM yang bergerak di produk kripik kulit, memiliki potensi besar sebagai penyedia layanan jajanan makanan, namun kemasan yang dipergunakan masih belum sepenuhnya membangkitkan potensi dari UMKM tersebut. Salah satu metode yang memasukkan unsur emosi, salah satunya estetika dalam pengembangan produk, adalah Kansei Engineering (KE), metode ini kemudian dikolaborasikan dengan Quality Function Deployment dimana pengembangan kemasan tetap berdasarkan dari kebutuhan konsumen yang didapat dari emosi melalui proses KE. Hasil akhir pada penelitian ini adalah kemasan yang telah sesuai dengan apa yang diinginkan konsumen serta memunculkan unsur estetika di dalamnya.
Perancangan Perbaikan Mesin Pencacah Plastik Menggunakan Pendekatan Metode Kano Jatmiko, Hapsoro Agung; Astuti, Fatma Hermining; Rinanda, Azhar
JUMANTARA: Jurnal Manajemen dan Teknologi Rekayasa Vol 4, No 1 (2025): Januari
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/jumantara.v4i1.2821

Abstract

Penangan sampah masih menjadi isu yang krusial terutama pada kasus sampah anorganik dalam bentuk plastik. Kasus yang terjadi pada Bank Sampah Berkah Makmur Cilacap, mencoba mengubah sampah menjadi sesuatu yang memiliki nilai jual, salah satunya adalah pada sampah plastik. Dalam menjawab permasalah tersebut, bank sampah berkah makmur menginginkan sebuah kebaruan dalam proses pengolahan sampah plastik, dengan penggunaan mesin yang dapat melakukan pengolahan yang baik, memiliki output cacahan yang maksimal,  namun tetap memiliki desain yang compact sesuai dengan kondisi di lapangan. Pendekatan dengan metode Kano diharapkan dapat menangkap kebutuhan pengelola bank sampah tersebut, serta dapat memberikan desain perbaikan pada rancangan desain pencacah plastik ke depannya. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa terdapat 5 atribut penting bagi responden yaitu : Bentuk, Fungsi, Safety, Kapasitas dan Output yang dijadikan acuan dalam proses perancangan perbaikan desain pencacah plastik
PENGARUH ERGONOMI KERJA TERHADAP RISIKO LOW BACK PAIN PADA PEKERJA DI INDONESIA Harahap, Nurhani Mazly; Tualeka, Abdul Rohim; Jatmiko, Hapsoro Agung
Media Gizi Kesmas Vol 14 No 2 (2025): MEDIA GIZI KESMAS (DECEMBER 2025)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v14i2.2025.303-311

Abstract

Background: Occupational ergonomics is directly related to all work activities (both formal and informal) and focuses on the interaction between people and their work environment to reduce musculoskeletal injuries and improve worker well-being.   Objectives: The purpose of this study was to determine the impact of occupational ergonomics on the prevalence of low back pain among Indonesian workers aged 15–49 years. Methods: This study used secondary data from the Global Burden of Diseases (GBD) 2024, applying the Disability-Adjusted Life Years (DALYs) approach to measure the risk level of low back pain caused by occupational ergonomics. Results: The analysis revealed a substantial disparity in the burden of Low Back Pain (LBP) attributed to occupational ergonomics across provinces. West Java, East Java, and Central Java recorded the highest disease burden (DALYs). Meanwhile, the provinces with the highest ergonomic risk exposure levels (Summary Exposure Value/SEV) were North Maluku (29.48%), Maluku (29.27%), and East Nusa Tenggara (29.21%). North Kalimantan consistently showed the lowest exposure levels and disease burden. Conclusion: Workplace ergonomics substantially contributes to the burden of Low Back Pain (LBP) among workers. Large regional disparities (highest in Java and Maluku/NTT) underscore the need for more targeted health actions. Priority interventions should include strict regulation enforcement, workplace monitoring, and implementation of ergonomic solutions in high-risk industrial sectors to reduce DALYs.