Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Diseminasi Mesin Pemimpil Jagung Menggunakan Solar Cell Model Menara Pinisi Yasdin, Yasdin; Rauf, Bakhrani A.; Haruna, Haruna; Zainuddin, Zainuddin; Najamuddin, Faisal
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat SEMINAR NASIONAL 2024:PROSIDING EDISI 10
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak – Diseminasi mesin pemipil jagung dengan teknologi solar cell model Menara Pinisi bertujuan untuk meningkatkan efisiensi pascapanen jagung di kalangan petani kecil dan menengah. Program ini mengadopsi pendekatan berbasis teknologi ramah lingkungan dengan memanfaatkan tenaga surya sebagai sumber daya utama. Pelaksanaan meliputi identifikasi mitra petani, pelatihan teknis, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi berkelanjutan. Hasil menunjukkan bahwa mesin ini berhasil mengurangi waktu dan biaya operasional pascapanen hingga 30%, sekaligus mendorong penggunaan energi terbarukan di sektor pertanian. Faktor pendukung keberhasilan meliputi antusiasme petani, dukungan pemerintah, dan kemudahan operasional alat. Sementara itu, kendala seperti infrastruktur yang kurang memadai dan variasi tingkat pemahaman teknologi memerlukan perhatian lebih lanjut. Program ini diharapkan menjadi model inovasi yang dapat direplikasi di wilayah lain untuk mendukung pertanian berkelanjutan.Kata kunci: Mesin pemipil jagung, solar cell, Menara Pinisi, teknologi ramah lingkungan, energi terbarukan.
OPTIMALISASI PERTUMBUHAN DAN SINTASAN CACING LAUT NEREIS SP. DENGAN PAKAN FERMENTASI BERBASIS TEPUNG MAGGOT, AMPAS TAHU, DAN AMPAS KELAPA Haruna, Haruna; Hajiah, Hadijah; Indrawati , Erni
Journal of Aquaculture and Environment Vol. 7 No. 1 (2024): Journal of Aquaculture and Enviroment Desember 2024
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/jae.v7i1.5259

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk optimalisasi inovasi dalam formulasi pakan yang lebih ekonomis dan berkelanjutan yang berfokus pada penggunaan limbah sebagai bahan alternatif yang lebih murah, mudah didapat dan tersedia sepanjang tahun menjadi sangat penting untuk terus dilakukan. Tepung maggot, ampas tahu dan ampas kelapa merupakan limbah yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan, kandungan nutrisi dan daya cerna limbah tersebut dapat ditingkatkan dengan fermentasi. Pemanfaatan limbah yang difermentasi sebagai pakan diberikan ke cacing laut (Nereis sp.) karena tergolong detritus feeder dan omnivore. Penelitian ini bertujuan mengoptimalkan pertumbuhan dan sintasan cacing laut (Nereis sp.) dengan pakan fermentasi limbah dari tepung maggot, ampas tahu dan ampas kelapa. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 3 perlakuan formulasi pakan yaitu A. formulasi tepung maggot, ampas tahu dan ampas kelapa difermentasi, B. formulasi tepung maggot, ampas tahu dan ampas kelapa tanpa difermentasi dan C. pakan komersil masing-masing perlakuan dilakukan 3 kali ulangan. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Pertumbuhan mutlak, laju pertumbuhan spesifik dan sintasan cacing laut (Nereis sp.) terbaik pada pakan fermentasi. Pakan fermentasi dapat digunakan sebagai pengganti pakan komersil untuk budidaya cacing laut (Nereis sp.). The aim of this research is to optimize innovation in more economical and sustainable feed formulation. that focuses on the use of waste as an alternative material that is cheaper and easily available throughout the year is very important to continue to be carried out. Maggot flour, tofu dregs and coconut dregs are waste that can be used as feed, the nutritional content and digestibility of the waste can be increased by fermentation. The use of fermented waste as feed is given to marine worms (Nereis sp.) because they are classified as detritus feeders and omnivores. This study aims to optimize the growth and survival of marine worms (Nereis sp.) with fermented waste feed from maggot flour, tofu dregs and coconut dregs. The study used a Completely Randomized Design (CRD), with 3 feed formulation treatments, namely A. maggot flour formulation, fermented tofu dregs and coconut dregs, B. maggot flour formulation, tofu dregs and coconut dregs without fermentation and C. commercial feed each treatment was repeated 3 times. From the results of the study, it can be concluded that the absolute growth, specific growth rate and survival of marine worms (Nereis sp.) are best in fermented feed. Fermented feed can be used as a substitute for commercial feed for the cultivation of marine worms (Nereis sp.).
THE SELECTIVITY OF FISH TRAP ESCAPE GAP SIZE ON BOTANA FISH (Acanthurus reversus) Tupamahu, Agustinus; Hehanussa, Kedswin; Haruna, Haruna
Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol. 15 No. 2 (2024): Marine Fisheries: Journal of Marine Fisheries Technology and Management
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jmf.v15i2.53479

Abstract

Fish trap is used due to its good prospect, particularly for demersal fish and reef fish in Maluku. A challenge of trap fisheries is the capture of various species of fish, along with a narrow size variation in the captured fish. To reduce the species diversity in the catch and allow the escape of young fish, an escape gap is recommended. This study aims to analyze the effect of different escape gap sizes on the fish that escape and their chances of being caught or escaping relative to the dominant catch. The study was conducted from July to September 2021 in the waters of Eri Village, Nusaniwe District, Ambon City, Indonesia. The experimental fishing method was used in the field. The results indicated that the size of the escape gap had no effect on the number of fish that escaped through each escape gap. The 50% probability of Achanturus reversus escaping from the size 2.0 cm escape gap is in the total length range of 21-22 cm, while from a 3.0 cm escape gap is 24-25 cm. Keywords: Fish pot, escape gap, selectivity
ANALISIS TINGKAT KERUSAKAN KOMPONEN SISTEM AIR CONDITIONER PADA KENDARAAN RINGAN Farid, Muhammad; Annis, Muh; Haruna, Haruna
Jurnal Pendidikan Vokasi Otomotif Vol. 7 No. 2 (2025): (Mei)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpvo.v7i2.85084

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui jenis perawatan/perbaikan yang dilakukan pada bengkel Air Conditioner (AC) mobil dan mengetahui tingkat kerusakan komponen sistem AC pada kendaraan ringan. Variabel pada penelitian ini adalah kerusakan komponen sistem AC pada kendaraan ringan. Penelitian ini berlokasi pada tiga bengkel di kota Makassar, yaitu bengkel Pemeliharaan dan Perbaikan Toyota cabang Urip Sumuharjo, bengkel Mahaputra dan bengkel Kharisma AC. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh perawatan/perbaikan yang dilakukan pada bengkel AC mobil yaitu pengecekan dan perawatan sistem AC, penggantian dan penambahan refrigeran, penggantian saringan blower AC, pembersihan ruang kabin (fogging), penggantian kompresor, penggantian kondensor, penggantian katup ekspansi, penggantian evaporator, dan penggantian receiver dryer. Berdasarkan hasil analisis statistik deskriptif diperoleh tingkat kerusakan komponen sistem AC pada kendaraan ringan dalam kategori yang beragam. Tingkat kerusakan komponen sistem AC yaitu penggantian kompresor kategori “sangat tinggi”, penggantian evaporator kategori “tinggi”, penggantian receiver dryer kategori “cukup tinggi”, penggantian katup ekspansi kategori “cukup rendah” dan penggantian kondensor kategori “rendah”. Kata Kunci: Perawatan/perbaikan, Tingkat Kerusakan, Air Conditioner System.
Daerah Penangkapan dan Dinamika Hasil Tangkapan Ikan Tenggiri (Scomberomorus sp.) dengan Jaring Insang di Perairan Kepulauan Raja Ampat Bachri, Samsul; Suruwaky, Amir M.; Mustasim, Mustasim; Bakula, Elisa; Sumbung, Sepri; Prasetyo, Djoko; Haruna, Haruna
FISHIANA Journal of Marine and Fisheries Vol. 4 No. 2 (2025): November
Publisher : Fakultas Perikanan UCM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61169/fishiana.v4i2.350

Abstract

Salah satu komoditas unggulan yang menjadi andalan dalam aktivitas ekonomi masyarakat Raja Ampat adalah ikan tenggiri (Scomberomorus sp.), yang termasuk dalam kelompok ikan pelagis besar dengan karakteristik nilai ekonomi tinggi, mutu daging yang baik, serta permintaan pasar yang stabil di tingkat lokal maupun antarwilayah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daerah penangkapan dan dinamika hasil tangkapan ikan tenggiri (Scomberomorus sp.) yang tertangkap menggunakan jaring insang di perairan Kepulauan Raja Ampat selama tahun 2024. Data yang digunakan berasal dari rekapitulasi hasil tangkapan nelayan yang didaratkan di pelabuhan pendaratan ikan setempat, mencakup informasi hasil tangkapan dan jumlah trip penangkapan tiap bulan. Hasil analisis menunjukkan total hasil tangkapan tahunan mencapai 570.180 kg dengan 1.241 trip penangkapan. Nilai CPUE rata-rata sebesar 458,35 kg/trip dengan puncak hasil tangkapan terjadi pada bulan Desember dan nilai terendah pada bulan Juli. Daerah penangkapan yang dominan meliputi Misool (Misol), Batanta, Salawati, dan Kepulauan Sembilan. Variasi hasil tangkapan diduga dipengaruhi oleh fluktuasi musiman, pergerakan stok ikan pelagis, serta intensitas penangkapan. Hasil penelitian ini menjadi dasar dalam perumusan strategi pemanfaatan sumber daya tenggiri yang lebih berkelanjutan di kawasan Raja Ampat.