Abstrak – Warga binaan menghadapi tekanan psikologis serta kesulitan beradaptasi dengan lingkungan baru, sehingga membutuhkan pembinaan yang dapat memperkuat ketahanan diri. Salah satu panti yang melakukan bimbingan agama adalah Panti Sosial Bina Remaja (PSBR) Taruna Jaya 1 Tebet Jakarta Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bimbingan agama terhadap tingkat resiliensi warga binaan sosial, mengidentifikasi metode dan materi bimbingan agama yang paling dominan dalam memengaruhi resiliensi, serta mendeskripsikan tingkat resiliensi warga binaan sosial di PSBR Taruna Jaya 1. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode sensus, melibatkan 58 responden sebagai populasi dan seluruhnya dijadikan sampel. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas, uji multikolinearitas, regresi linier sederhana dan berganda, uji koefisien korelasi, koefisien determinasi, uji F, serta uji T dengan bantuan Microsoft Excel 2021 dan IBM SPSS Statistics 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bimbingan agama berpengaruh positif dan signifikan terhadap resiliensi warga binaan sosial dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Nilai korelasi sebesar 0,449 menunjukkan hubungan sedang. Besarnya pengaruh bimbingan agama terhadap resiliensi adalah 46,2%, sedangkan 53,8% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini. Salah satu faktor yang diduga turut memengaruhi adalah pola komunikasi antara pembimbing dan warga binaan sosial dalam proses bimbingan agama, terutama melalui metode cerita yang dapat memperkuat interaksi serta memperdalam pemahaman warga binaan sosial. Dengan demikian, semakin baik bimbingan agama yang diberikan, maka semakin tinggi tingkat resiliensi warga binaan sosial di PSBR Taruna Jaya 1. Abstract – Social welfare beneficiaries often experience psychological pressure and difficulties adapting to new environments, making guidance programs essential to strengthen their resilience. One institution that provides religious guidance is the Taruna Jaya 1 Social Rehabilitation Center for Youth (PSBR) in Tebet, South Jakarta. This study aims to analyze the effect of religious guidance on the resilience levels of social welfare beneficiaries, identify the most dominant methods and materials influencing resilience, and describe the resilience levels of beneficiaries at PSBR Taruna Jaya 1. The study employed a quantitative approach using a census method involving all 58 beneficiaries as respondents. Data analysis included normality and multicollinearity tests, simple and multiple linear regression, correlation analysis, coefficients of determination, F-tests, and T-tests using Microsoft Excel 2021 and IBM SPSS Statistics 20. The results indicate that religious guidance has a positive and significant effect on resilience, with a significance value of 0.000 < 0.05 and a moderate correlation of 0.449. Religious guidance accounts for 46.2% of the variance in resilience, while the remaining 53.8% is influenced by other factors, such as communication patterns between instructors and beneficiaries, particularly through storytelling methods that enhance interaction and deepen understanding. Thus, better religious guidance is associated with higher resilience among social welfare beneficiaries at PSBR Taruna Jaya 1.