Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

APLIKASI METODE EVALUASI EKONOMI REAL OPTION PADA RENCANA INVESTASI SMELTER NICKEL PIG IRON Husin, Michael Kelvin Eddy; Wibowo, Aryo Prawoto; Rosyid, Fadhila Achmadi
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2020: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.165

Abstract

Industri ekstraksi logam terus membutuhkan proses yang lebih baik dengan tujuan meningkatkan keuntungan ekonomi dan ramah lingkungan. Secara umum reduksi selektif dapat mencapai efisiensi proses yang lebih tinggi dibandingkan dengan metode ekstraksi nikel yang banyak dipakai seperti Rotary Kiln-Electric Furnace (RKEF) maupun blast furnace. Pemanfaatan bijih nikel laterit low grade yang efisien dan menguntungkan dinilai sangat penting. Nickel Pig Iron (NPI) merupakan sebuah variasi dari produk feronikel.  NPI sendiri memiliki ciri khas kadar nikel yang rendah dan kadar besi yang tinggi dibandingkan dengan produk feronikel lainnya. Kegiatan pertambangan memerlukan waktu yang lama dan resiko yang besar dalam pengembalian investasinya. Hal ini disebabkan oleh besarnya nilai investasi yang diperlukan dan adanya faktor ketidakpastian ekonomi yang tinggi. Pada penelitian ini, faktor ketidakpastian ekonomi yang tinggi terutama disebabkan oleh pergerakan harga komoditas nikel. Metode Real Option dapat menyesuaikan faktor ketidakpastian tersebut dengan cara menilai aset dengan turut menghitung pengembalian dari aset nyata atau melindungi nilai aset tersebut saat terjadi hal yang negatif atau merugikan, sebagai contoh turunnya harga nikel. Hasil analisa real option  menyatakan bahwa investasi ini layak dan menguntungkan dengan nilai  opsi (NPV strategis) sebesar $380.165.046,94 dan option premium sebesar $187.154.405,56.
ANALISIS PENGARUH EKSPOR DAN KONSUMSI BATUBARA TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA Arif Setiawan; Aryo Prawoto Wibowo; Fadhila Achmadi Rosyid
Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara Vol 16, No 2 (2020): Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara Edisi Mei 2020
Publisher : Puslitbang tekMIRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30556/jtmb.Vol16.No2.2020.1081

Abstract

Sebagai salah satu bahan bakar fosil, sebagian besar jumlah produksi batubara Indonesia sampai saat ini diekspor ke berbagai negara yang masih mengandalkan komoditas ini sebagai sumber energi listrik. Namun berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) nomor 22 tahun 2017 tentang Rancangan Umum Energi Nasional (RUEN), produksi batubara akan dibatasi sebesar 400 juta ton per tahun dan akan dilakukan pengurangan ekspor material ini secara bertahap dari tahun ke tahun serta akan dihentikan paling lambat pada 2046 dalam rangka memprioritaskan kebutuhan dalam negeri guna mewujudkan kemandirian dan ketahanan energi mendukung pembangunan nasional berkelanjutan. Oleh karena itu, kebutuhan batubara untuk memenuhi permintaan dalam negeri akan berpengaruh pada ekspor batubara sehingga akan berdampak kepada pertumbuhan ekonomi. Untuk mengetahui pengaruh tersebut, penelitian ini diuji dengan metode Vektor Autoregresi (VAR) menggunakan periode 29 tahun dari 1990 hingga 2018. Hasil pengujian menunjukkan bahwa selama periode tersebut, konsumsi batubara dalam negeri dan ekspor batubara berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi yang ditunjukkan oleh fakta bahwa setiap kenaikan satu unit satuan variabel ekspor batubara (DLNEB) untuk satu dan dua periode sebelumnya memberikan kenaikan nilai PDB (DLNPDB) yang diperkirakan sebesar 0,125 unit satuan. Selain itu, setiap terjadi kenaikan satu unit satuan pada variabel konsumsi batubara (DLNKB) pada satu dan dua periode sebelumnya dapat memberikan kenaikan pada nilai PDB (DLNPDB) yang diestimasi sebesar 0,195 unit satuan.
EVALUASI CADANGAN BATUBARA DENGAN MEMPERTIMBANGKAN OPTION VALUE David Pandu Tua; Aryo Prawoto Wibowo; Fadhila Achmadi Rosyid
Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara Vol 16, No 3 (2020): Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara Edisi September 2020
Publisher : Puslitbang tekMIRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30556/jtmb.Vol16.No3.2020.1093

Abstract

Indonesia memiliki cadangan batubara hanya sebesar 2,2% dari cadangan dunia. Namun, permintaan batubara Indonesia tergolong tinggi, baik dalam negeri maupun luar negeri. Hal ini diindikasikan dari peningkatan produksi batubara sejak 2007. Banyak tambang, khususnya batubara, yang evaluasinya tidak memperhitungkan ketidakpastian dalam penentuan desain penambangan, terutama faktor ekonomi atau fluktuasi harga jual. Perusahaan pertambangan menganggap bahwa harga jual akan konstan sepanjang umur tambang dengan metode discounted cash flow. Oleh karena itu diperlukan metode baru yang dapat memperhatikan ketidakpastian tersebut dalam optimasi desain penambangan, yaitu metode real option valuation. Dengan metode ini dapat diketahui apakah nisbah kupas yang tidak ekonomis berdasarkan metode discounted cash flow dapat menjadi ekonomis berdasarkan metode real option yang memerhatikan perubahan harga jual. Penentuannya dilihat dari nilai opsi yang dihasilkan dari real option yang dibandingkan dengan hasil dari metode discounted cash flow. Hasil studi ini menunjukkan bahwa nisbah kupas yang tidak ekonomis berdasarkan metode discounted cashflow masih memiliki nilai tambah dan dapat ditambang.
PERAMALAN KEBUTUHAN BIJIH BAUKSIT UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN ALUMINIUM NASIONAL MENGGUNAKAN MODEL ARDL DAN VAR Alfi Hasna Anggrahini; Aryo Prawoto Wibowo; Fadhila Achmadi Rosyid
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2020: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.170

Abstract

Bauksit merupakan sumberdaya alam yang diekstraksi logam aluminiumnya dan dimanfaatkan untuk berbagai keperluan di industri hilir. Indonesia pada tahun 2019 memiliki cadangan bauksit sebanyak 2.87 milyar ton yang terdiri dari 2.05 milyar ton cadangan terkira dan 821 juta ton cadangan terbukti, serta sumberdaya bijih bauksit sebesar 3.88 milyar ton (PSDMBP, 2020) dengan tingkat produksi yang bervariasi setiap tahunnya. Melalui UU No 4 Tahun 2009 Tentang Pertambangan Mineral Dan Batubara dan UU No 3 Tahun 2020 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang No. 4 Tahun 2009 Tentang Pertambangan Mineral Dan Batubara serta Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) 2015-2035, Pemerintah mencanangkan program hilirisasi industri mineral dan batubara untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara industri yang tangguh. Salah satu industri mineral yang dikembangkan adalah industri aluminium dengan bahan baku bauksit. Sejalan dengan meningkatnya kebutuhan aluminium dari tahun ke tahun, perlu dilakukan estimasi ketersediaan bijih bauksit untuk mendukung peningkatan kebutuhan aluminium tersebut. Model estimasi yang digunakan adalah ARDL dan VAR. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah konsumsi aluminium, PDB Indonesia, harga aluminium, populasi Indonesia, dan produksi aluminium dari tahun 1986-2019. Model yang terpilih merupakan model ARDL (4,4,3,4,2) karena memiliki nilai MAPE yang lebih kecil dibandingkan dengan model VAR. Kebutuhan bauksit selama masa periode peramalan 2020-2025 mencapai 18,616,342 ton.
ANALISIS DAMPAK INVESTASI TERHADAP PEREKONOMIAN DAERAH: STUDI KASUS INVESTASI PERTAMBANGAN MINERAL LOGAM PROVINSI PAPUA Fadhila Achmadi Rosyid; Fandi Arapenta Ginting; Arjo Prawoto Wibowo
Indonesian Mining Professionals Journal Vol 2, No 1 (2020): April
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/impj.v2i1.18

Abstract

Sektor pertambangan salah satunya dicirikan sebagai kegiatan yang padat modal. Biaya modal atau investasi dikeluarkan oleh pemilik Ijin Usaha Pertambangan mulai dari tahap penyelidikan umum sampai dengan beroperasinya kegiatan penambangan. Aktivitas investasi secara umum akan berdampak kepada masyarakat sekitar ataupun daerah karena meningkatkan kegiatan ekonomi dan kesempatan kerja, meningkatkan pendapatan nasional, dan meningkatkan taraf kemakmuran masyarakat. Dalam hal investasi di bidang pertambangan, penelitian ini akan mengevaluasi pengaruh investasi sektor pertambangan logam terhadap perekonominan di Provinsi Papua. Analisis dilakukan dengan metode Vector Autoregression (VAR) dengan memperhatikan Impulse Response Function (IRF) dan Variance Decomposition (VD) terhadap variabel-variabel sebagai berikut; investasi, pertumbuhan PDRB umum provinsi Papua, PDRB sektor pertambangan, PDRB sektor pertanian, PDRB sektor konstruksi, serta tenaga kerja pada sektor tersebut. Hasilnya menunjukkan investasi sektor pertambangan logam memberikan dampak yang positif terhadap PDRB total Provinsi Papua, PDRB sektor pertambangan dan pertanian, serta nilai tambah dalam hal tenaga kerja di sektor pertambangan. Respon negatif diberikan oleh PDRB sektor konstruksi karena peningkatan investasi dan PDRB sektor pertambangan. Sektor konstruksi diindikasi hanya memberikan dampak keterkaitan yang rendah kepada sektor yang lain dilihat dari kontribusi PDRB sektor tersebut terhadap pembentukan PDRB sektor pertanian yang rendah dan respon yang rendah dari PDRB sektor pertambangan.
Model Sistem Dinamis Rantai Industri Tembaga di Indonesia dalam Rangka Peningkatan Nilai Tambah Ekonomi Atika Rahmahwati; Aryo Prawoto Wibowo; Fadhila Achmadi Rosyid
Journal of Engineering and Technological Sciences Vol. 54 No. 5 (2022)
Publisher : Institute for Research and Community Services, Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/j.eng.technol.sci.2022.54.5.4

Abstract

Indonesia is a leading producer of a wide range of minerals, including copper. Nonetheless, the copper-based industry in Indonesia is still not well developed, especially the limited number of products from the intermediate copper industry which will become raw materials for its downstream industry. The underdeveloped intermediate copper industry has forced Indonesia to import several types of copper-based semi-finished products to meet the needs of the downstream industry. On the other hand, the mining industry still exports copper concentrate and some copper cathodes produced by smelting. As a result, the added value obtained by Indonesia from copper is not optimal. Therefore, it is necessary to conduct research on the copper industry chain and to estimate the increase in added value that could be generated. In this study, a system dynamics (SD) model was developed. During the simulation period of 2020 to 2030, the total added value along the copper industry chain that can be obtained is USD 70,422,840,000 if the planned smelter and refinery is completed in 2023 to process all domestic concentrates and to increase intermediate industry capacity.
ANALISIS PENGARUH EKSPOR DAN KONSUMSI BATUBARA TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA Arif Setiawan; Aryo Prawoto Wibowo; Fadhila Achmadi Rosyid
Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara Vol 16 No 2 (2020): Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara Edisi Mei 2020
Publisher : Balai Besar Pengujian Mineral dan Batubara tekMIRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30556/jtmb.Vol16.No2.2020.1081

Abstract

Sebagai salah satu bahan bakar fosil, sebagian besar jumlah produksi batubara Indonesia sampai saat ini diekspor ke berbagai negara yang masih mengandalkan komoditas ini sebagai sumber energi listrik. Namun berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) nomor 22 tahun 2017 tentang Rancangan Umum Energi Nasional (RUEN), produksi batubara akan dibatasi sebesar 400 juta ton per tahun dan akan dilakukan pengurangan ekspor material ini secara bertahap dari tahun ke tahun serta akan dihentikan paling lambat pada 2046 dalam rangka memprioritaskan kebutuhan dalam negeri guna mewujudkan kemandirian dan ketahanan energi mendukung pembangunan nasional berkelanjutan. Oleh karena itu, kebutuhan batubara untuk memenuhi permintaan dalam negeri akan berpengaruh pada ekspor batubara sehingga akan berdampak kepada pertumbuhan ekonomi. Untuk mengetahui pengaruh tersebut, penelitian ini diuji dengan metode Vektor Autoregresi (VAR) menggunakan periode 29 tahun dari 1990 hingga 2018. Hasil pengujian menunjukkan bahwa selama periode tersebut, konsumsi batubara dalam negeri dan ekspor batubara berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi yang ditunjukkan oleh fakta bahwa setiap kenaikan satu unit satuan variabel ekspor batubara (DLNEB) untuk satu dan dua periode sebelumnya memberikan kenaikan nilai PDB (DLNPDB) yang diperkirakan sebesar 0,125 unit satuan. Selain itu, setiap terjadi kenaikan satu unit satuan pada variabel konsumsi batubara (DLNKB) pada satu dan dua periode sebelumnya dapat memberikan kenaikan pada nilai PDB (DLNPDB) yang diestimasi sebesar 0,195 unit satuan.
EVALUASI CADANGAN BATUBARA DENGAN MEMPERTIMBANGKAN OPTION VALUE David Pandu Tua; Aryo Prawoto Wibowo; Fadhila Achmadi Rosyid
Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara Vol 16 No 3 (2020): Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara Edisi September 2020
Publisher : Balai Besar Pengujian Mineral dan Batubara tekMIRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30556/jtmb.Vol16.No3.2020.1093

Abstract

Indonesia memiliki cadangan batubara hanya sebesar 2,2% dari cadangan dunia. Namun, permintaan batubara Indonesia tergolong tinggi, baik dalam negeri maupun luar negeri. Hal ini diindikasikan dari peningkatan produksi batubara sejak 2007. Banyak tambang, khususnya batubara, yang evaluasinya tidak memperhitungkan ketidakpastian dalam penentuan desain penambangan, terutama faktor ekonomi atau fluktuasi harga jual. Perusahaan pertambangan menganggap bahwa harga jual akan konstan sepanjang umur tambang dengan metode discounted cash flow. Oleh karena itu diperlukan metode baru yang dapat memperhatikan ketidakpastian tersebut dalam optimasi desain penambangan, yaitu metode real option valuation. Dengan metode ini dapat diketahui apakah nisbah kupas yang tidak ekonomis berdasarkan metode discounted cash flow dapat menjadi ekonomis berdasarkan metode real option yang memerhatikan perubahan harga jual. Penentuannya dilihat dari nilai opsi yang dihasilkan dari real option yang dibandingkan dengan hasil dari metode discounted cash flow. Hasil studi ini menunjukkan bahwa nisbah kupas yang tidak ekonomis berdasarkan metode discounted cashflow masih memiliki nilai tambah dan dapat ditambang.
ANALISIS SUSTAINABLE DEVELOPMENT BERBASIS KOMODITAS TIMAH DI PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG MENGGUNAKAN PENDEKATAN DATA PANEL Listiawati, Sitra Wahyu; Wibowo, Aryo Prawoto; Rosyid, Fadhila Achmadi
Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara Vol 20 No 1 (2024): Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara Edisi Januari 2024
Publisher : Balai Besar Pengujian Mineral dan Batubara tekMIRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30556/jtmb.Vol20.No1.2024.1338

Abstract

Sustainable development is one of the important aspects of the development of a region. Development planning of a region has many obstacles, one of them is the dependence on a certain sector that becomes a source of regional income, such as the tin mining sector in Bangka Belitung Province. Sustainable development has several goals that are represented by three main aspects; economic, social, and environmental aspects of the six regencies in the Bangka Belitung Island Province. The economic aspect uses Gross Regional Domestic Product data from the tin mining sector, the social aspect uses Human Development Index data, and the environmental aspect uses the Environmental Quality Index data. These three aspects will be used as indicators to obtain the value of the Sustainable Development Index in the Bangka Belitung Islands Province. This study used the panel data method to examine the influence of the tin mining sector as one of the largest contributors to regional income, on sustainable development in the Bangka Belitung Islands Province. The panel data method was used to analyze the economic, social, and environmental aspects of the Sustainable Development Index so that the most influence sustainable development aspect in the Bangka Belitung Islands Province can be identified. The results of this study show that the mining sector  had the least contribution of 0.17 units to the Sustainable Development Index compared to the Human Development Index value of 5.9 units and 0.48 units of the Environmental Quality Index value which represented social and environmental aspects.
POTENSI PERTUMBUHAN DAN DAYA SAING SEKTOR PERTAMBANGAN DI KABUPATEN MANOKWARI Setiawan, Arif; Rosyid, Fadhila Achmadi
Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara Vol 20 No 2 (2024): Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara Edisi Mei 2024
Publisher : Balai Besar Pengujian Mineral dan Batubara tekMIRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30556/jtmb.Vol20.No2.2024.1501

Abstract

The mining sector is a sector that contributes to economic growth in areas, one of which is in the Manokwari Regency. Within 12 years (2010-2022) the GRDP of the mining sector is likely to increase. The GRDP of the mining sector contributes 3% of the total GRDP of the Manokwari regency. Based on this, does the mining sector have the potential and the carrying capacity or competitiveness in the increasing GRDP in the Manokwari Regency? Therefore, this study aims to assess the potential and carrying capacity of the mining sector in increasing economic growth in the Manokwari regency. The method used is overlay analysis, which results from a combination of the assessment methods of Static Location Questient, Dynamic Location Questient, Shift Share Analysis, Typology Classen analysis, and Growth Ratio Models. The data used is GRDP data for Manokwari Regency and West Papua Province from 2010 to 2022. The results obtained show that the mining sector in Manokwari Regency is not the main sector or has not become the main focus in Manokwari Regency. However, this sector is a prospective sector or has the potential to be developed in the future so that it becomes the mainstay sector or the main sector.