Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kebijakan Pengelolaan Tailing Tambang Terkait Stabilitas Geokimia Pada Tailing Storage Facility (TSF) di Indonesia Akbar, M. Anshari; Rosyid, Fadhila Achmadi
JENERAL Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : JENERAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jeneral.v6i2.60000

Abstract

Kegiatan pertambangan mineral menghasilkan volume limbah padat signifikan berupa tailing, material residu halus yang sering mengandung mineral sulfida dan logam berat. Tanpa pengelolaan yang tepat, tailing berpotensi menimbulkan Air Asam Tambang (AAT) dan pelindian logam berat, menyebabkan pencemaran lingkungan serius pada air tanah dan permukaan, membahayakan kesehatan masyarakat dan ekosistem. Di Indonesia, isu stabilitas geokimia tailing menjadi perhatian krusial, diperparah oleh curah hujan tinggi dan tantangan implementasi pada perusahaan skala kecil-menengah meskipun kerangka regulasi sudah komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis regulasi yang berlaku terkait pengelolaan tailing pada Tailing Storage Facility (TSF) di Indonesia, serta mengevaluasi kondisi pengelolaan tailing dari aspek stabilitas geokimia dalam konteks perlindungan kualitas air. Pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif digunakan, mengumpulkan data sekunder dari peraturan perundang-undangan dan literatur ilmiah. Hasilnya menunjukkan bahwa regulasi di Indonesia telah menyediakan kerangka hukum dan teknis yang cukup komprehensif untuk pengelolaan tailing. Namun, kondisi TSF eksisting menunjukkan tantangan signifikan, terutama pada perusahaan kecil-menengah, dengan banyak yang masih memiliki potensi AAT tinggi, lepasan logam berat melebihi baku mutu, karakterisasi geokimia terbatas, serta kurangnya sistem penutupan dan pemantauan kualitas air yang memadai. Kesimpulannya, pengelolaan tailing di TSF Indonesia diatur regulasi yang lengkap, namun implementasinya masih menghadapi tantangan besar, sehingga penguatan penerapan regulasi dan pengawasan teknis sangat krusial untuk menjamin keberlanjutan pertambangan dan perlindungan lingkungan jangka panjang. Kata kunci: Tailing, Tailing Storage Facility (TSF), Air Asam Tambang (AAT), Regulasi
Revegetasi Lahan Bekas Eksplorasi Tambang Emas Berbasis Agroforestri Tanaman Adaptif Akbar, M. Anshari; Wahyuni, Sri; Wulandari, Miranti Nur; Sulaimansyah; Ramdani, Ilham; Qurana, Nazila
Al-Ard: Jurnal Teknik Lingkungan Vol. 11 No. 2 (2026): Maret
Publisher : Department of Environmental engineering, Faculty of Science and Technology, Islamic State University Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29080/alard.v11i2.2451

Abstract

Gold mining exploration causes extensive land degradation characterized by highly acidic pH (4.0–5.0), topsoil loss, and very low organic matter content, requiring sustainable revegetation strategies to restore ecosystem and land productivity. This research identifies local, adaptive plant species for the revegetation of former gold-mining exploration land in West Sumbawa, develops an integrated agroforestry-based revegetation system, evaluates revegetation success using a comprehensive scoring system, and designs optimal planting geometry based on topography. The method employs systematic sampling over 6.74 hectares, stratified by planting year (2021–2023), and primary data collection through vegetation inventory, plant growth measurement, health assessment, and analysis using descriptive statistics, ANOVA, Pearson correlation, and the Regulation of the Minister of Forestry P.60/2009 scoring system. Results demonstrate the gamal–mahogany agroforestry system achieved gamal survival rate of 96.3% and Mahogany 92.3%, height growth of gamal 2.5–3.0 m/year and Mahogany 3.1–3.5 m/year, increased C-organic by 105%, N-total by 167%, pH by 0.65, and P-available by 156%, with a success score of 21.8/25 in the "Highly Successful" category according to regulations.