Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peningkatan Pemahaman Keagamaan Anak melalui Pendampingan Pembelajaran Praktek Wudhu Anak Nur Ma’murotun Najah, Evi; Ulya, Himatul; Agustina, Putri Agustina; Salamah, Ummi
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Desa (JPMD) Vol. 5 No. 2 (2024): JPMD
Publisher : LP3M IAIFA Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58401/jpmd.v5i2.1510

Abstract

The main aim of this research is to find out the results of the evaluation of the implications of mentoring in learning the practice of ablution at the Al-Firdaus Qur'an Education Park (TPQ), Ngrangkok Hamlet, Klampisan Village by applying the Participatory Action Research (PAR) approach. The selection of this PAR approach hopes for active involvement from all levels of TPQ Al-Firdaus, such as teachers, students, caregivers, and student guardians, in the planning, implementation process, and evaluation of ablution learning to find out the impact of the program. This research strategy involves a process structure consisting of observation, interviews, planning, action, and reflection. Data was collected through interviews, field observations, research team discussions, and documentation. The results of this research show the impact of significant changes both in the level of understanding and skills of the students in carrying out ablution practices by the Shari'ah, and also in strengthening their involvement and support from the TPQ community. Active participation from all interested parties is also very helpful in identifying and alleviating conflicts in the learning process. The conclusion from this research is that the use of the PAR approach is very effective in improving the form of mentoring in religious education which involves all parties involved in the stages of the process. It is hoped that these results can be used as material for consideration for teaching in Islamic educational institutions and can then become a model for other Islamic educational institutions in the future.
Influence of Sociodrama on The Emotional Intelligence of Preschool Children Ulya, Himatul; Putri, Erika Setyanti Kusuma
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol 25 No 4 (2010): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 25, No. 4, 2010)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/aipj.v25i4.4227

Abstract

The influence of socio-drama on preschool children in increasing their emotional intelligence was analysed, including the effectiveness of the game. Subjects were 5-6 years old children attending preschool class at ‘Aisyiyah Bustanul Athfal kindergarten (N = 22). After attending six sessions of socio drama, the children’s emotional intelligence was measured by test of emotional intelligence with Goleman’s indicators. The children were tested, pre and post treatment, and t-test was applied. The results showed the value of t =7.160 with p = .000 (p < .01). The result shows that socio drama can significantly contribute) to children’s emotional intelligence. It means that socio-drama is effective in enhancing preschool children’s emotional intelligence. Telah dianalisis pengaruh sosiodrama terhadap kecerdasan emosi anak usia prasekolah untuk meningkatkan kecerdasan emosi mereka, termasuk efektivitas dari permainan tersebut. Para subjek adalah anak usia 5-6 tahun yang bersekolah di Taman Kanak-kanak ‘Aisyiyah Bustanul Athfal Pringwulung (N = 22). Subjek mengikuti enam sesi sosiodrama. Setelah enam sesi, kecerdasan emosi anak-anak tersebut diukur menggunakan tes kecerdasan emosi dengan indikator kecerdasan emosi dari konsep Goleman. Tes tersebut diberikan melalui pre-test dan post-test. Analisis statistik yang digunakan untuk mengetahui pengaruh sosiodrama terhadap kecerdasan emosi anak usia prasekolah adalah uji-t. Hasil-hasil menunjukkan nilai t sebesar 7.160 dengan nilai p = .000 (p < .01). Hasil tersebut menyatakan bahwa sosiodrama memberikan kontribusi yang berarti bagi kecerdasan emosi anak. Hal ini berarti sosiodrama efektif dalam meningkatkan kecerdasan emosi anak usia prasekolah.
Edukasi Antiperundungan Bagi Siswa Madrasah Ibtidaiyah Nurul Azhar Desa Tanggul Kulon, Untuk Mewujudkan Sekolah Aman, Bebas Perundungan Nufus, Belgis Hayynatun; Siddiq, Mahfudz; Asmandani, Venantya; Jovanca, Aisyah; Ulya, Himatul; Kartikasari, Febriartita Budi
ADMA : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): ADMA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Mayarakat: In-Progress
Publisher : LPPM Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/adma.v6i2.5893

Abstract

Sebagai putri daerah yang tumbuh dan besar di Desa Tanggul Kulon, saya terdorong untuk mengambil peran dan berkontribusi dengan melakukan sebuah kegiatan pengabdian di Sekolah MI Al-Falah Tanggul melalui edukasi antiperundungan. Salah satu dosa besar dalam dunia pendidikan yaitu perundungan, dan di MI Al-falah sebagai Sekolah Dasar dengan latar belakang siswa yang beragam membuat rawan terjadinya perundungan. Kegiatan pengabdian ini dilakukan sebagai salah satu upaya pencegahan terjadinya perundungan di MI Al-Falah Tanggul. Terdapat beberapa tahapan yang dilakukan yaitu engagement, assesment, intervention, dan evaluation. Pada tahapan intervention, metode yang digunakan kepada siswa yaitu Metode Fun Learning. Metode ini membuat siswa senang dan sangat antusias berpartisipasi dalam kegiatan. Hasil pengabdian yang teridentifikasi, dengan membandingkan pre-test dan post-tes menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa mengenai materi perundungan. Edukasi antiperundungan membuat siswa mengetahui tentang bentuk dan jenis perundungan, batasan perilaku yang dapat diklasifikasikan sebagai perundungan, dampak perundungan bagi korban maupun pelaku, serta sanksi yang dapat diberikan bagi pelaku perundungan. Di akhir sesi, semua siswa melakukan deklarasi antiperundungan, bersama tim pengabdian juga seluruh dewan guru. Deklarasi ini dilakukan sebagai salah satu wujud komitmen moral dari warga MI Al-Falah Tanggul untuk menciptakan sekolah aman, bebas perundungan.