Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengembangan Sistem Pemantauan Kualitas Air Akuakultur Berbasis IoT Menggunakan Logika Fuzzy Mamdani Siregar, Sefrani IG; Handani, Hesti Wahyu; Mege, Christio Revano; Drantantiyas, Nike Dwi Grevika; Putra, Septia Eka Marsha; Suaif, Ahmad; Ginting, Listra Yehezkiel; Mustaqim, Amrina; Hasugian, Friska; Afdi, Rozi
Jurnal Pustaka Data (Pusat Akses Kajian Database, Analisa Teknologi, dan Arsitektur Komputer) Vol 6 No 2 (2026): Jurnal Pustaka Data (Pusat Akses Kajian Database, Analisa Teknologi, dan Arsitekt
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakadata.v6i2.1855

Abstract

Industri akuakultur membutuhkan manajemen lingkungan yang tepat untuk memastikan kesehatan biota perairan. Metode pemantauan konvensional seringkali mengalami keterlambatan pengambilan sampel manual, yang menyebabkan mitigasi perubahan lingkungan yang terlambat. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem pemantauan kualitas air berbasis Internet of Things (IoT) untuk aplikasi akuakultur. Sistem ini mengintegrasikan sensor pH, Total Dissolved Solids (TDS), dan kekeruhan dengan mikrokontroler, yang terhubung ke aplikasi seluler yang dirancang melalui MIT App Inventor. Pengujian hasil kalibrasi tiga sensor pada 30 sampel menunjukkan akurasi >90%. Proses pengujian defuzzifikasi pada 12 aturan mendapatkan MAPE 0,33%. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa sistem secara akurat mengukur dan mengirimkan parameter, seperti kekeruhan 46 NTU, TDS 174 ppm, dan pH 7,67, menghasilkan klasifikasi kualitas "Baik" secara otomatis. Uji kinerja menunjukkan efisiensi tinggi dengan penundaan transmisi data rata-rata hanya 2 detik. Pengujian pada kolam akuakultur yang dilakukan selama 6 jam menunjukkan bahwa system mampu membaca dan memberikan Kesimpulan kualitas air secara akurat sesuai dengan aturan fuzzy yang dibuat. Kesimpulannya, sistem IoT ini menyediakan solusi yang andal dan hemat biaya untuk pemantauan jarak jauh, secara signifikan mengurangi risiko pengamatan manual sekaligus meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan pengelolaan akuakultur melalui transformasi digital.