Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Thermal Analysis of Greenhouse Environment Using Computational Fluid Dynamics (CFD), Case Study in ITERA Drantantiyas, Nike Dwi Grevika; Ramli, Asyarf Nur; Suaif, ahmad; Yehezkiel, Listra Ginting
Jurnal IPTEK Vol 28, No 2 (2024): December
Publisher : LPPM Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.iptek.2024.v28i2.6808

Abstract

Greenhouse is a modern agricultural technology that allows for increased agricultural yields. The purpose of this study was to analyze the thermal distribution in the greenhouse of the Sumatra Institute of Technology (ITERA) in 3 time conditions, namely in the morning, afternoon and evening. The method used is CFD modeling using Solidwork. The dimensions of the greenhouse are 12.5 x 25 x 4.26 m³. The greenhouse is divided into a grid into 20 thermal measurement points separated by 2.5 m. The greenhouse has 2 cooling pads and 2 exhaust fans separated by 12.5 m. Model validation using MAPE and R2. The results of the analysis show that 3 models have valid results with MAPE 10% and R2 0.75 and can continue in the review of thermal distribution. of the 3 time condition models that provide a thermal distribution of 28 - 37 ℃. Morning conditions are hotter than afternoon and evening. Cold air from the cooling pad sucked by the exhaust fan is only able to control an area 50%. So the thermal distribution of the greenhouse needs improvement.
ANALISIS FAKTOR DAN POLA KEJADIAN BANJIR DI BANDAR LAMPUNG MENGGUNAKAN ARIMA, RANDOM FOREST, DAN XGBOOST Suaif, Ahmad; Sylvianti Rahayu, Eka
Jurnal Teknologi Komputer dan Informatika Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Teknologi Komputer dan Informatika (TEKOMIN)
Publisher : LPPM Politeknik Pajajaran ICB Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59820/tekomin.v3i2.339

Abstract

Flooding is a significant environmental problem in Bandar Lampung City, influenced by various factors such as rainfall, humidity, etc. This study aims to analyze the factors that contribute to flooding and build a prediction model for flood patterns. The methods used include factor analysis with Random Forest Classifier and prediction model using ARIMA, Random Forest Regressor, and XGBoost Regressor. The results show that rainfall is the dominant factor with a feature importance value of 0.49. From the results of the comparison of prediction models, XGBoost Regressor provides the best performance with an RMSE value of 0.88, From the results of the comparison of prediction models, XGBoost Regressor provides the best performance with an RMSE value of 0.88 and MAE of 0.75, as well as a positive R2 value of 0.11. The conclusion of this study confirms that the ensemble learning-based machine learning method is superior to statistical models in predicting flood events.
Pengenalan Internet of Thing pada anak-anak Panti Asuhan Tiara Putri Korpri drantantiyas, nike dwi grevika; Suaif, Ahmad; Gani, Ferizandi Qausar; Khourinisa, Vera; Putra, Septia Eka Marsha
TeknoKreatif: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2025): TEKNOKREATIF : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Volume 5 No 1
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M), Institut Teknologi Sumatera, Lampung, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35472/teknokreatif.v5i1.2157

Abstract

The purpose of this community service activity is to introduce the Internet of Things to children, particularly those in orphanages. The extraordinary development of digital communication technology offers significant positive impacts when properly understood. The method implemented is a knowledge transfer approach, which includes lectures and dialogues, along with examples of commonly used applications. The evaluation was conducted by dividing the participants into two groups: children and teenagers. For the children, the evaluation method involved a question-and-answer session with the success parameter being the number of participants raising their hands. For the teenagers, a pre-test and post-test consisting of multiple-choice questions were administered. The results were quite remarkable, with the success rate for the children reaching 62.5% and the teenagers nearly 88%, proving that the material was very well absorbed.
Pelatihan Dasar dan Aplikasi Internet of Things di Sekolah Menengah Atas Negeri 6 Metro Lampung Mege, Christio Revano; Suaif, Ahmad; Putra, Septia Eka Marsha; Khoirunisa, Vera; Siregar, Sefrani IG; Saputra, Alvin; Ramadhani, Sofia Nur
GOTAVA Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): GOTAVA Jurnal Pengadian Kepada Masyarakat
Publisher : Yayasan Sumber Daya Manusia Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59891/jpmgotava.v3i1.30

Abstract

Metro 6 State Senior High School is one of the schools that produces the best graduates in Metro City. Learning at this school strives to utilize the latest technology that is in accordance with the needs of the times. One technology that has not been taught at this school is Internet of Things technology. The Internet of Things (IoT) is a concept that refers to a network of physical devices connected via the internet, which are able to exchange data without requiring human-to-human or human-to-computer interaction. In the context of IoT, "physical devices" can include various types of objects, such as sensors, vehicles, household appliances, medical devices, and many more. Metro 6 State Senior High School students do not yet have an understanding of IoT theory and applications. This PKM activity introduces IoT technology through knowledge dissemination and practical assistance for IoT applications in simple applications such as turning on lights via smartphones. The results of this PKM activity are that students' knowledge of IoT theory and applications has increased by more than 100%, as shown by the results of the pre-test with an average score of 39.41 increasing to 80.59 in the post-test. In addition, students are also able to practice turning on lights via IoT-based smartphones. In addition, students of SMA Negeri 6 are facilitated with esp32 microcontrollers, relays and other tools that support the sustainability of IoT practical activities at this school.
DISEMINASI TEKNOLOGI IOT UNTUK PEMANTAUAN KONSUMSI DAYA LISTRIK DI SMA NEGERI 2 METRO SEBAGAI UPAYA EFISIENSI ENERGI Hasugian, Friska; Mege, Christio Revano; Khoirunisa, Vera; Putra, Septia Eka Marsha; Siregar, Sefrani IG; Suaif, Ahmad; Simatupang, Jodes Parasian
Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Kepulauan Lahan Kering Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 Nomor 2 Edisi Oktober 2025
Publisher : Pergizi Pangan DPD NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51556/jpkmkelaker.v6i2.534

Abstract

Peningkatan konsumsi energi listrik di lingkungan institusi pendidikan sering kali tidak terkontrol akibat kurangnya sistem pemantauan yang akurat, termasuk di SMA Negeri 2 Metro. Masalah utama yang dihadapi adalah keterbatasan pemahaman warga sekolah mengenai teknologi manajemen energi, yang berdampak pada ketidakefisienan penggunaan daya dan tingginya biaya operasional. Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mendiseminasi teori serta praktik pemantauan konsumsi daya listrik berbasis Internet of Things (IoT) sebagai solusi cerdas manajemen energi. Metodologi yang digunakan meliputi tahap persiapan perangkat, pemaparan materi teoretis, dan pendampingan praktik langsung (hands-on) dalam merakit sistem sensor arus berbasis ESP32 yang terintegrasi dengan platform MIT APP Inventor. Keberhasilan kegiatan ini diukur melalui analisis statistik pre-test dan post-test serta lembar observasi aktivitas siswa. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada aspek kognitif peserta dengan kenaikan nilai rata-rata sebesar 80,7%. Selain itu, hasil observasi menunjukkan bahwa 86% siswa telah mampu merancang dan mengoperasikan sistem pemantauan listrik berbasis IoT secara mandiri. Kesimpulannya, kegiatan ini efektif dalam meningkatkan literasi teknologi dan mengubah perilaku penggunaan energi menjadi lebih terukur. Hasil ini sangat penting sebagai langkah awal transformasi SMA Negeri 2 Metro menuju smart school yang mengedepankan efisiensi energi berkelanjutan berbasis data digital.
Pengembangan Sistem Pemantauan Kualitas Air Akuakultur Berbasis IoT Menggunakan Logika Fuzzy Mamdani Siregar, Sefrani IG; Handani, Hesti Wahyu; Mege, Christio Revano; Drantantiyas, Nike Dwi Grevika; Putra, Septia Eka Marsha; Suaif, Ahmad; Ginting, Listra Yehezkiel; Mustaqim, Amrina; Hasugian, Friska; Afdi, Rozi
Jurnal Pustaka Data (Pusat Akses Kajian Database, Analisa Teknologi, dan Arsitektur Komputer) Vol 6 No 2 (2026): Jurnal Pustaka Data (Pusat Akses Kajian Database, Analisa Teknologi, dan Arsitekt
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakadata.v6i2.1855

Abstract

Industri akuakultur membutuhkan manajemen lingkungan yang tepat untuk memastikan kesehatan biota perairan. Metode pemantauan konvensional seringkali mengalami keterlambatan pengambilan sampel manual, yang menyebabkan mitigasi perubahan lingkungan yang terlambat. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem pemantauan kualitas air berbasis Internet of Things (IoT) untuk aplikasi akuakultur. Sistem ini mengintegrasikan sensor pH, Total Dissolved Solids (TDS), dan kekeruhan dengan mikrokontroler, yang terhubung ke aplikasi seluler yang dirancang melalui MIT App Inventor. Pengujian hasil kalibrasi tiga sensor pada 30 sampel menunjukkan akurasi >90%. Proses pengujian defuzzifikasi pada 12 aturan mendapatkan MAPE 0,33%. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa sistem secara akurat mengukur dan mengirimkan parameter, seperti kekeruhan 46 NTU, TDS 174 ppm, dan pH 7,67, menghasilkan klasifikasi kualitas "Baik" secara otomatis. Uji kinerja menunjukkan efisiensi tinggi dengan penundaan transmisi data rata-rata hanya 2 detik. Pengujian pada kolam akuakultur yang dilakukan selama 6 jam menunjukkan bahwa system mampu membaca dan memberikan Kesimpulan kualitas air secara akurat sesuai dengan aturan fuzzy yang dibuat. Kesimpulannya, sistem IoT ini menyediakan solusi yang andal dan hemat biaya untuk pemantauan jarak jauh, secara signifikan mengurangi risiko pengamatan manual sekaligus meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan pengelolaan akuakultur melalui transformasi digital.
Peningkatan Literasi dan Kompetensi IoT Siswa SMK Dharmapala Panjang Ginting, Listra Yehezkiel; Suaif, Ahmad; Mustaqim, Amrina; Drantantiyas, Nike Dwi Grevika; Putra, Septia Eka Marsha; Mege, Christio Revano; Andirasdini, Indah Gumala
JPEMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): JPEMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/adc.v4i2.1758

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya pemahaman dan keterampilan siswa SMK dalam menguasai teknologi Internet of Things (IoT) serta belum optimalnya pembelajaran berbasis praktik yang sesuai dengan kebutuhan industri di era digital. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan literasi teknologi, pemahaman konsep, dan keterampilan praktis siswa melalui pelatihan dan penerapan IoT berbasis pendekatan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics). Metode yang digunakan meliputi ceramah, diskusi interaktif, praktik langsung perakitan sistem IoT sederhana, serta evaluasi melalui pretest dan posttest terhadap 88 siswa jurusan kelistrikan SMK Dharmapala Panjang. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada seluruh indikator pemahaman, yaitu pemahaman implementasi IoT meningkat dari 43 menjadi 88 peserta (51,14%), komponen sistem IoT dari 55 menjadi 85 peserta (34,09%), jaringan komunikasi IoT dari 23 menjadi 84 peserta (69,32%), serta langkah pembuatan proyek IoT dari 22 menjadi 88 peserta (75,00%). Selain itu, peserta mampu merakit dan mengoperasikan sistem pengendalian lampu berbasis IoT menggunakan mikrokontroler secara mandiri. Hasil ini menunjukkan bahwa pendekatan pelatihan yang mengintegrasikan teori dan praktik secara langsung efektif dalam meningkatkan kompetensi teknis dan literasi digital siswa, sehingga kegiatan ini berkontribusi dalam mendukung penguatan pendidikan vokasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja.