Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Jaringan Tegangan Rendah (JTR) Untuk Memperbaiki Jatuh Tegangan Gardu Distribusi Passo Tahalele, Thony Johny; Yesaya, Mey Chyntia
Jurnal Fisika Papua Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Fisika Papua
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31957/jfp.v3i1.160

Abstract

Sistem tenaga listrik merupakan sistem pembangkit tenaga listrik sistem transmisi dan sistem distribusi. Sistem distribusi terbagi menjadi dua jenis yaitu, distribusi tegangan menengah (distribusi Primer) yang kapasitasnya 20 kV dan distribusi tegangan rendah (distribusi sekunder) yang kapasitasnya 220/380 V. Sistem distribusi berperan sebagai penyaluran dan pendistribusian tenaga listrik pada masing-masing beban atau konsumen sesuai kebutuhannya. Sistem distribusi merupakan bagian terakhir dari seluruh sistem tenaga listrik. Salah satu gangguan yang terjadi pada saluran distribusi adalah jatuh tegangan atau sering disebut drop tegangan. Jatuh tegangan adalah besarnya tegangan yang hilang pada suatu konduktor. Gangguan tersebut diakibatkan oleh panjangnya suatu penghantar pada saluran distribusi tegangan menengah, hal ini sangat menarik untuk di analisa dan dipahami karena pengaruh dari gangguan tersebut mengakibatkan pelayanan yang buruk bagi konsumen. Hasil studi aliran daya (load flow) dengan penggunaan penghantar 25 mm2 menunjukan regulasi tegangan (voltage regulation/VR) diatas 4 % terjadi pada beban atau node A13 s/d A31 dan B1 s/d B21, hal ini dikarenakan pada bus tersebut terjadi jatuh tegangan (voltage drop) sebesar 8,9 s/d 11,3 V atau tegangan pada bus tersebut sebesar 208,7 s/d 211,1 V. Penyebab terjadinya jatuh tegangan disebabkan adanya rugi tegangan akibat hambatan (R) dan reaktansi (X) yang cukup besar pada penghantar tersebut.Hasil studi aliran daya (load flow) dengan penggunaan penghantar 35 mm2 menunjukan regulasi tegangan (voltage regulation/VR) dibawah 4 %, disebabkan hambatan (R) dan reaktansi (X) tidak sebesar pada penghantar 25 mm2.
ANALISA SUSUT DAYA PADA SISTEM DISTRIBUSI JARINGAN TEGANGAN MENENGAH Latupeirissa, Hamles Leonardo; Muskita, Halamoan Marthin; Tahalele, Thony Johny
JURNAL SIMETRIK Vol 10 No 1 (2020): Jurnal Simetrik (Sipil, Mesin, Listrik)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31959/js.v10i1.242

Abstract

Untuk memperluas sistem jaringan distribusi, salah satu kriteria yang perlu dipenuhi adalah efisiensi yang besar, tanpa mengabaikan aspek ekonomi. Efisiensi yang baik akan dicapai bila susut energi dapat ditekan sekecil mungkin. Susut pada sistem jaringan distribusi menjadi salah satu pertimbangan, baik dalam perencanaan maupun pengoperasian, karena mempengaruhi biaya investasiDalam perhitungan susut daya ini perlu dilakukan beberapa batasan, yaitu perhitungan susut daya dikerjakan akibat adanya resistansi dari satu saluran udara dan satu saluran kabel tegangan menengah sebagai sampel. Sedangkan susut daya akibat pengaruh induktansi dan kapasitansi diabaikan. Selanjutnya dilakukan perhitungan susut daya dari transformator disribusi, berupa susut inti dan tembaga. Sedangkan susut akibat tegangan pada saluran, termasuk akibat isolator atau isolasi kabel, tidak diperhitungkanHasil analisis memperlihatkan bahwa rugi/susut daya nyata per gardu berkisar antara 582.92 Watt sampai dengan 1001,78 Watt. Susut daya terkecil terjadi pada gardu KTAKP1007 (0,42 %) dan susut daya terbesar terjadi pada gardu KTAKP1008 (1,15 %). Besarnya total susut daya penyulang sebesar 16031,66 watt atau 18,10 %. masih normal atau tidak melebihi ketentuan pada SPLN sebesar 20 %.