Penelitian ini penting dilakukan karena pesatnya perkembangan industri kecantikan dan tingginya persaingan merek menuntut inovasi kemasan yang mampu menarik perhatian serta membentuk persepsi positif mahasiswa di Kota Medan, sehingga diperlukan kajian empiris untuk mengetahui pengaruhnya terhadap niat membeli sebagai dasar strategi pemasaran yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh inovasi kemasan terhadap niat membeli konsumen dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Penelitian dilakukan di Kota Medan dengan jumlah responden sebanyak 100 orang yang pernah membeli produk kecantikan dalam enam bulan terakhir. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sesuai dengan kriteria penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran angket dengan menggunakan instrumen penelitian berupa kuesioner tertutup yang disusun berdasarkan indikator variabel penelitian dan diukur menggunakan skala likert lima tingkat. Instrumen penelitian telah melalui diuji validitas dan reliabilitasnya sehingga layak digunakan. Data diolah menggunakan program SPSS versi 25 dengan analisis regresi linear berganda. Hasil menunjukkan koefisien regresi variabel inovasi warna sebesar 0,378, inovasi bentuk 0,085, inovasi ukuran 0,380, inovasi logo 0,113, dan inovasi label 0,315, dengan nilai R square sebesar 0,679. Artinya, 67,9% variasi niat membeli dapat dijelaskan oleh inovasi kemasan. Variabel yang paling dominan memengaruhi niat membeli adalah inovasi ukuran, diikuti inovasi warna dan inovasi label. Inovasi logo dan bentuk memberikan pengaruh lebih kecil. Uji t menunjukkan bahwa warna, ukuran, dan label berpengaruh signifikan secara parsial, sedangkan uji F membuktikan seluruh variabel berpengaruh positif dan signifikan secara simultan terhadap niat membeli konsumen.