Galeswangi, Rakai Hino
Universitas Islam Internasional Darullughah Wadda'wah Pasuruan

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

INTERPRETASI AWAL SITUS SRIGADING LAWANG, MALANG Galeswangi, Rakai Hino; Nugroho, Wicaksono Dwi; Wahyudi, Deny Yudo
AMERTA Vol. 40 No. 2 (2022)
Publisher : Penerbit BRIN (BRIN Publishing)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/amt.2022.40

Abstract

Abstract. The Initial Interpretation: Srigading Site Lawang-Malang. This study aims to reconstruct the location and function of the Srigading Site and its relation to the text of the Mpu Siṇḍok inscription in the X century, which was found around Singosari. The object of study in this research is the Srigading Site located in Manggis of Srigading Village, Lawang District, Malang Regency, East Java. How is the identification of the Srigading Site viewed from structural, artifactual, and the Mpu Siṇḍok inscription? The research method used is descriptive. The research data were analyzed using archaeological analysis, covering morphology, technology, style, and contextuality. The results of the study stated that the structural and artefactual of the Srigading Site is the building of X century of the Hindu Siwaistis. Based on the Mpu Siṇḍok inscription, Srigading Site is the sacred building led by Watak Hujung that is possed by Rakryan Hujung Pu Maduralokadurañjana, located in Himad Village (known as Srigading Village). The Srigading Site is also predicted to correlate with the sacred building of ‘sanghyang prasada/sanghyang sala i himad’ as mentioned in the Gulung-Gulung and Jeru-Jeru inscriptions, as the Bhaṭara Sala I Himad’s place of worship. Keywords: Srigading Site, Watak Hujung, Himad Village   Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi Situs Srigading dan fungsinya, serta kaitannya terhadap teks prasasti-prasasti masa Mpu Siṇḍok di abad X yang ditemukan di sekitar Singosari. Objek kajian dalam penelitian ini adalah Situs Srigading yang berlokasi di Dusun Manggis, Desa Srigading, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Masalah yang diajukan adalah bagaimana identifikasi Situs Srigading ditinjau dari temuan struktural, artefaktual, serta prasasti-prasasti pada masa Mpu Siṇḍok. Metode penelitian yang digunakan bersifat deskriptif. Adapun data penelitian dianalisis menggunakan analisis arkeologi, meliputi morfologi, teknologi, gaya, hingga kontekstual. Hasil penelitian menyatakan berdasar temuan struktural dan artefaktual, Situs Srigading merupakan situs bangunan candi dari bata yang berasal dari sekitar abad X yang bersifat Hindu Siwaistis. Ditinjau dari prasasti masa Mpu Siṇḍok, Situs Srigading merupakan bangunan suci yang berada dalam wilayah Watak Hujung yang dikuasai oleh Rakryan Hujung Pu Maduralokadurañjana berlokasi di Desa Himad yang sekarang dikenal kembali sebagai Desa Srigading. Situs tersebut diduga berhubungan dengan bangunan suci ‘sanghyang prasada/sanghyang sala i himad’ yang disebutkan di dalam prasasti Gulung-Gulung dan prasasti JeruJeru, sebagai tempat pemujaan bagi Bhaṭara Sala I Himad. Kata kunci: Situs Srigading, Watak Hujung, Desa Himad
The meaning and function of the ox-shaped stone tub at Batu Banteng Site, Situbondo, East Java : Arti dan fungsi bejana batu berbentuk lembu di Situs Batu Banteng, Situbondo, Jawa Timur Galeswangi, Rakai Hino
Berkala Arkeologi Vol. 42 No. 1 (2022)
Publisher : BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30883/jba.v42i1.884

Abstract

Bejana batu berbentuk lembu yang terdapat di Situs Batu Banteng, Selobanteng, Banyuglugur, Sitobondo, Jawa Timur memiliki ciri khas berupa prasasti berangka tahun 1325 Śaka (1403 M). Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan arti dan fungsi bejana batu tersebut melalui metode penelitian kualitatif yang meliputi studi pustaka, transliterasi, dan penerjemahan prasasti. Bejana batu di Situs Batu Banteng menunjukkan adanya indikasi pergeseran dari konsep tambragomukha dalam ajaran Buddha Mahayana menjadi sarana penyucian dosa sebelum seseorang memasuki mandala kadewaguruan.
INSTRUCTIONAL MEDIA IN THE XV CENTURY (A CASE STUDY OF WIDODAREN, GERBA, AND PASRUJAMBE INSCRIPTIONS): MEDIA PEMBELAJARAN PADA ABAD XV M (STUDI KASUS PRASASTI WIDODAREN, GERBA, DAN PASRUJAMBE) Galeswangi, Rakai Hino
Berkala Arkeologi Vol. 40 No. 1 (2020)
Publisher : BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30883/jba.v40i1.499

Abstract

Abstract This study was aimed at analyzing and interpreting the instructional media existing in the classical period of the Hindu - Buddhist kingdoms. The object of the study was inscriptions found on the Semeru Slope, inclduing Widodaren, Pasrujambe, and Gerba. This study employed a qualitative method with an archeological-historical framework. The data was collected through a literature review and in-situ research of the inscriptions. The collected data was analyzed using a structural analysis in the forms of transliteration of the contents and meaning written at the inscriptions. The study found that there is evidence of the use of instructional media in teaching process. This finding is also supported by the NÄgaraká¹›tâgama and Bujaņga Manik manuscripts which narrate educational and moral values as one of the characteristics of instructional media. In addition, the instructional media serve as a tool support the teaching and learning process at that time. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menginterpretasikan temuan baru pada masa kerajaan Hindu - Buddha di Nusantara (masa klasik). Objek dari kajian penelitian ini adalah prasasti- prasasti dari Lereng Semeru yakni; Prasasti Widodaren, Pasrujambe, dan Gerba. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan kajian studi arkeologi-sejarah. Pengumpulan data dilaksanakan dengan studi kepustakaan dengan tinjauan data primer. Selanjutnya menggunakan analisis struktural berupa transliterasi terhadap isi dan makna yang tertulis pada ketiga prasasti tersebut. Hasil analisis menemukan adanya bukti-bukti penggunaan media pembelajaran dalam proses pembelajaran di Lereng Semeru yang didukung oleh sumber naskah yakni NÄgaraká¹›tâgama dan Bujaņga Manik. Ketiga prasasti yang menjadi objek kajian terbukti sebagai media pembelajaran tradisional yang berbahan dasar batu. Media pembelajaran sendiri adalah alat bantu dalam belajar mengajar. Lebih lanjut, ketiga batu prasasti tersebut berisikan pesan-pesan moral interaktif yang merupakan salah satu sifat dari media pembelajaran.