Galeswangi, Rakai Hino
Universitas Islam Internasional Darullughah Wadda'wah Pasuruan

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Media Pembelajaran Pada Abad XV M (Studi Kasus Prasasti Widodaren, Gerba, dan Pasrujambe) Rakai Hino Galeswangi
Berkala Arkeologi Vol 40 No 1 (2020)
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (753.289 KB) | DOI: 10.30883/jba.v40i1.499

Abstract

This study was aimed at analyzing and interpreting the instructional media existing in the classical period of the Hindu - Buddhist kingdoms. The object of the study was inscriptions found on the Semeru Slope, inclduing Widodaren, Pasrujambe, and Gerba. This study employed a qualitative method with an archeological-historical framework. The data was collected through a literature review and in-situ research of the inscriptions. The collected data was analyzed using a structural analysis in the forms of transliteration of the contents and meaning written at the inscriptions. The study found that there is evidence of the use of instructional media in teaching process. This finding is also supported by the Nāgarakṛtâgama and Bujaņga Manik manuscripts which narrate educational and moral values as one of the characteristics of instructional media. In addition, the instructional media serve as a tool support the teaching and learning process at that time.
Kajian arca Agastya bertubuh ramping koleksi Museum Mpu Purwa Kota Malang Rakai Hino Galeswangi
Berkala Arkeologi Vol 41 No 1 (2021)
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1088.568 KB) | DOI: 10.30883/jba.v41i1.603

Abstract

This study aims to examine and identify the place of origin of the slender Agastya statue (arca) stored in the Mpu Purwa Museum, Malang. The object of study is the Agastya depicted with a slender stomach, partially curled and partially loose on the back hair-style, and holding the trident weapon from its backrest. The research method is qualitative descriptive, using inductive reasoning with the sense of analytical description. This research uses analysis of iconography, ecology, contextual, and historical approach. The result shows that the slender Agastya is locally made with high quality and influenced by the Gupta-Indian style, which appeared in the VIII to IX centuries in Central Java.  The origin of Agastya statue also known as part of the Karangbesuki temple ruins in Desa Karangbesuki. The Agastya acts as a Hindu temple mandala statue placed in a niche of the south side wall. These result is expected to be useful for further researches.
Arti dan fungsi bejana batu berbentuk lembu di Situs Batu Banteng, Situbondo, Jawa Timur Rakai Hino Galeswangi
Berkala Arkeologi Vol 42 No 1 (2022)
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1196.282 KB) | DOI: 10.30883/jba.v42i1.884

Abstract

Bejana batu berbentuk lembu yang terdapat di Situs Batu Banteng, Selobanteng, Banyuglugur, Sitobondo, Jawa Timur memiliki ciri khas berupa prasasti berangka tahun 1325 Śaka  (1403 M). Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan arti dan fungsi bejana batu tersebut melalui metode penelitian kualitatif yang meliputi studi pustaka, transliterasi, dan penerjemahan prasasti. Bejana batu di Situs Batu Banteng menunjukkan adanya indikasi pergeseran dari konsep tambragomukha dalam ajaran Buddha Mahayana menjadi sarana penyucian dosa sebelum seseorang memasuki mandala kadewaguruan.
URGENSI STILASI BUDAYA DALAM PENDIDIKAN ISLAM DI AMPEL DENTA ABAD XV Rakai Hino Galeswangi
Batuthah: Jurnal Sejarah Padaban Islam Vol. 1 No. 2 (2022): Batuthah: Jurnal Sejarah Peradaban Islam
Publisher : Program Studi Sejarah Peradaban Islam Institut Agama Islam Darullughah Wadda'wah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38073/batuthah.v1i2.734

Abstract

This research contains about how islam spreads widely from Surabaya City. The spread of Islam has been done by learning way. The founding teacher built a hermitage as the facility to support the learning process. This research has purpose to analyze and interpret an invention at 15th century in East Java, more precisely in the region of Surabaya. The object of this research is The Hermitage of Ampel Denta with the influential figure named Mohammad Ali Rahmatullah or well known as Sunan Ampel. The method of this research is library research with historical study. The data collection was carried out with library study with secondary data review. This research uses structural analysis on written sources, especially sources in foreign language. The result of this analysis is finding the existence of stylization proofs which has been done by Sunan Ampel for doing dawah and learning process in The Hermitage of Ampel Denta. By finding this interpret, this research may be useful for the next researches, especially in Islamic Religion field, education, and history.
DINAMIKA PENDIDIKAN ISLAM DI PONDOK PESANTREN MODERN AR RISALAH KOTA LUBUKLINGGAU SUMATERA SELATAN 1994-2018 M peni nurs; Mizuar; Rakai Hino Galeswangi
Batuthah: Jurnal Sejarah Padaban Islam Vol. 2 No. 1 (2023): Batuthah: Jurnal Sejarah Peradaban Islam
Publisher : Program Studi Sejarah Peradaban Islam Institut Agama Islam Darullughah Wadda'wah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38073/batuthah.v2i1.1064

Abstract

Pesantren dikenal sebagai pusat pendidikan tradisional yang tetap eksis hingga saat ini. Meski begitu dalam diskursusnya pesantren, mengalami dinamika dalam sistem kurikulumnya, seperti halnya Pesantren Modern Ar Risalah ini. Tujuan dari siset ini untuk mengetahui sejarah berdirinya, dsistem kurikulum pendidikan, serta respon dari dikamika dalam pendidikan di Pesantren Ar Risalah. Riset artikel ini merupakan kajian lapangan, yang dalam metodenya menggunakan metode sejarah dengan adanya empat tahap yakni, heuristic, kritik, interprestasi, dan historiografi. Hasilnya dikatakan bahwa Pondok Pesantren Modern Ar Risalah didirikan oleh seorang tokoh yang bernama K. H. Syaiful Hadi pada tahun 1994 M. atas saran dari gurunya untuk berdakwah di daerah Sumatera Selatan, dikawasan Lubuklinggau menggingat daerah tersebut dulunya merupakan, kawasan perjudian, minum-minuman, maling. Mulanya hanya mengadakan pengajian majelis taklim di musholla, surau. Kemudian mendapat dukungan para jamaah untuk mendirikan pondok pesantren guna mendidik agama Islam bagi anak-anak. Masa awal berdirinya 1994, Pesantren Modern Ar Risalah sistem kurikulumnya sebatas menyelenggarakan program khusus, yakni pengajaran kitab-kitab fiqih, akhlak, hadits, tajwid, tauhid, serta ilmu keislaman. 1998, sistem kurikulumnya terdapat perubahan tambahan pendidikan formal yang menkombinasikan pendidikan pesantren dan nasional. 2007, terjadi perubahan sistem kurikulum dengan menambahkan ekstrakurikuler. Sistem kurikulum pendidikan Pesantren Modern Ar Risalah terdapat beberapa metode pengajar yakni, metode ceramah, metode keteladanan, metode diskusi, metode demontrasi, metode sorogan, serta metode bandongan dan wetonan. Dinamika sistem pendidikan yang ada di Pesantren Modern Ar Risalah dipicu oleh beberapa faktor yakni, pertama pemimpin. Kedua ilmu pengetahuan dan tekhnologi (IPTEK). Dan Ketiga globalisasi.
INTERPRETASI AWAL SITUS SRIGADING LAWANG, MALANG Rakai Hino Galeswangi; Wicaksono Dwi Nugroho; Deny Yudo Wahyudi
AMERTA Vol. 40 No. 2 (2022)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/amt.2022.40

Abstract

Abstract. The Initial Interpretation: Srigading Site Lawang-Malang. This study aims to reconstruct the location and function of the Srigading Site and its relation to the text of the Mpu Siṇḍok inscription in the X century, which was found around Singosari. The object of study in this research is the Srigading Site located in Manggis of Srigading Village, Lawang District, Malang Regency, East Java. How is the identification of the Srigading Site viewed from structural, artifactual, and the Mpu Siṇḍok inscription? The research method used is descriptive. The research data were analyzed using archaeological analysis, covering morphology, technology, style, and contextuality. The results of the study stated that the structural and artefactual of the Srigading Site is the building of X century of the Hindu Siwaistis. Based on the Mpu Siṇḍok inscription, Srigading Site is the sacred building led by Watak Hujung that is possed by Rakryan Hujung Pu Maduralokadurañjana, located in Himad Village (known as Srigading Village). The Srigading Site is also predicted to correlate with the sacred building of ‘sanghyang prasada/sanghyang sala i himad’ as mentioned in the Gulung-Gulung and Jeru-Jeru inscriptions, as the Bhaṭara Sala I Himad’s place of worship. Keywords: Srigading Site, Watak Hujung, Himad Village   Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi Situs Srigading dan fungsinya, serta kaitannya terhadap teks prasasti-prasasti masa Mpu Siṇḍok di abad X yang ditemukan di sekitar Singosari. Objek kajian dalam penelitian ini adalah Situs Srigading yang berlokasi di Dusun Manggis, Desa Srigading, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Masalah yang diajukan adalah bagaimana identifikasi Situs Srigading ditinjau dari temuan struktural, artefaktual, serta prasasti-prasasti pada masa Mpu Siṇḍok. Metode penelitian yang digunakan bersifat deskriptif. Adapun data penelitian dianalisis menggunakan analisis arkeologi, meliputi morfologi, teknologi, gaya, hingga kontekstual. Hasil penelitian menyatakan berdasar temuan struktural dan artefaktual, Situs Srigading merupakan situs bangunan candi dari bata yang berasal dari sekitar abad X yang bersifat Hindu Siwaistis. Ditinjau dari prasasti masa Mpu Siṇḍok, Situs Srigading merupakan bangunan suci yang berada dalam wilayah Watak Hujung yang dikuasai oleh Rakryan Hujung Pu Maduralokadurañjana berlokasi di Desa Himad yang sekarang dikenal kembali sebagai Desa Srigading. Situs tersebut diduga berhubungan dengan bangunan suci ‘sanghyang prasada/sanghyang sala i himad’ yang disebutkan di dalam prasasti Gulung-Gulung dan prasasti JeruJeru, sebagai tempat pemujaan bagi Bhaṭara Sala I Himad. Kata kunci: Situs Srigading, Watak Hujung, Desa Himad
The meaning and function of the ox-shaped stone tub at Batu Banteng Site, Situbondo, East Java : Arti dan fungsi bejana batu berbentuk lembu di Situs Batu Banteng, Situbondo, Jawa Timur Rakai Hino Galeswangi
Berkala Arkeologi Vol. 42 No. 1 (2022)
Publisher : BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30883/jba.v42i1.884

Abstract

Bejana batu berbentuk lembu yang terdapat di Situs Batu Banteng, Selobanteng, Banyuglugur, Sitobondo, Jawa Timur memiliki ciri khas berupa prasasti berangka tahun 1325 Śaka (1403 M). Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan arti dan fungsi bejana batu tersebut melalui metode penelitian kualitatif yang meliputi studi pustaka, transliterasi, dan penerjemahan prasasti. Bejana batu di Situs Batu Banteng menunjukkan adanya indikasi pergeseran dari konsep tambragomukha dalam ajaran Buddha Mahayana menjadi sarana penyucian dosa sebelum seseorang memasuki mandala kadewaguruan.
INSTRUCTIONAL MEDIA IN THE XV CENTURY (A CASE STUDY OF WIDODAREN, GERBA, AND PASRUJAMBE INSCRIPTIONS): MEDIA PEMBELAJARAN PADA ABAD XV M (STUDI KASUS PRASASTI WIDODAREN, GERBA, DAN PASRUJAMBE) Rakai Hino Galeswangi
Berkala Arkeologi Vol. 40 No. 1 (2020)
Publisher : BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30883/jba.v40i1.499

Abstract

Abstract This study was aimed at analyzing and interpreting the instructional media existing in the classical period of the Hindu - Buddhist kingdoms. The object of the study was inscriptions found on the Semeru Slope, inclduing Widodaren, Pasrujambe, and Gerba. This study employed a qualitative method with an archeological-historical framework. The data was collected through a literature review and in-situ research of the inscriptions. The collected data was analyzed using a structural analysis in the forms of transliteration of the contents and meaning written at the inscriptions. The study found that there is evidence of the use of instructional media in teaching process. This finding is also supported by the NÄgaraká¹›tâgama and Bujaņga Manik manuscripts which narrate educational and moral values as one of the characteristics of instructional media. In addition, the instructional media serve as a tool support the teaching and learning process at that time. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menginterpretasikan temuan baru pada masa kerajaan Hindu - Buddha di Nusantara (masa klasik). Objek dari kajian penelitian ini adalah prasasti- prasasti dari Lereng Semeru yakni; Prasasti Widodaren, Pasrujambe, dan Gerba. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan kajian studi arkeologi-sejarah. Pengumpulan data dilaksanakan dengan studi kepustakaan dengan tinjauan data primer. Selanjutnya menggunakan analisis struktural berupa transliterasi terhadap isi dan makna yang tertulis pada ketiga prasasti tersebut. Hasil analisis menemukan adanya bukti-bukti penggunaan media pembelajaran dalam proses pembelajaran di Lereng Semeru yang didukung oleh sumber naskah yakni NÄgaraká¹›tâgama dan Bujaņga Manik. Ketiga prasasti yang menjadi objek kajian terbukti sebagai media pembelajaran tradisional yang berbahan dasar batu. Media pembelajaran sendiri adalah alat bantu dalam belajar mengajar. Lebih lanjut, ketiga batu prasasti tersebut berisikan pesan-pesan moral interaktif yang merupakan salah satu sifat dari media pembelajaran.
The study of slender Agastya statue in the Mpu Purwa Museum collection, Malang City: Kajian arca Agastya bertubuh ramping koleksi Museum Mpu Purwa Kota Malang Rakai Hino Galeswangi
Berkala Arkeologi Vol. 41 No. 1 (2021)
Publisher : BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30883/jba.v41i1.603

Abstract

This study aims to examine and identify the place of origin of the slender Agastya statue (arca) stored in the Mpu Purwa Museum Malang. The object of study is the Agastya depicted with a slender stomach, a hair-style partially curled and partially loose on the back, and holding the trident weapon from its backrest. The research method is qualitative descriptive, inductive reasoning with the sense of analytical description. This research uses analysis of iconography, ecology, contextual, and historical approach. The result shows that the slender Agastya is locally made with high quality and influenced by the Gupta-Indian style, which appeared in the VIII to IX centuries in Central Java. The origin of Agastya statue also known as part of the Karangbesuki temple ruins in Desa Karangbesuki. The Agastya acts as a Hindu temple mandala statue placed in a niche of the south side wall. These results are expected to be useful for further researches.
INSKRIPSI PADA RELIEF PARTAYAJÑA DI CANDI JAGO Galeswangi, Rakai Hino; Wahyudi, Deny Yudo; Putra, Candra Kurnia
Sejarah dan Budaya: Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya Vol 16, No 1 (2022): Sejarah dan Budaya: Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um020v16i12022p163-181

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang inskripsi yang terdapat pada Candi Jago yang berlokasi diwilayah Malang, Jawa Timur. Inskripsi yang menjadi kajian pokok dalam penelitian ini tepatnya terletak pada bagian relief Partayajña. Secara spesifik, inskripsi tersebut berada pada panil yang menceritakan Arjuna sedang berada  di tepi pantai atau telaga yang terdapat batu karang berbentuk gajah tempat tinggal para penyair. Ditulisnya inskripsi pada bagian tersebut tentunya memiliki maksud tertentu yang perlu untuk dikaji, sebab inskrispsi tersebut hanya terdapat pada satu bagian panil pada relief Partayajña saja. Pengkajian inskripsi ini untuk mengetahui maksud ditulisnya dan hubungan inskripsi dengan relief Partayajña Candi Jago. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan kajian arkeologi-sejarah. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa inskripsi tersebut terbaca sebagai “i pahat”  yang diartikan “pahatan, ukiran, patung”, fungsinya sebagai penegas gambar gajah dan situasi sekitarnya, serta adanya hubungan antara inskripsi “i pahat” dengan relief Partayajña adegan perjalanan Arjuna ketika berada di pantai atau telaga, yaitu menunjuk kepada sebuah karang berbentuk gajah, dan juga sebagai simbol tempat tinggal para penyair. Penelitian ini diharapkan mampu menjadi rujukan bagi penelitian selanjutnya.