Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

AUKUS: The Rise of Chinese Might and the US' Response Sari, Yesi Riana Yusnita; Oktavian, Riskey
Global Strategis Vol. 18 No. 1 (2024): Global Strategis
Publisher : Department of International Relations, Faculty of Social and Political Science, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jgs.18.1.2024.227-244

Abstract

The US-China rivalry has intensified in recent years, first with the Trade War under the Trump Administration and then AUKUS created under the Biden Administration. This article analyses the power rivalry in relation to AUKUS and its impact on countries within the Indo-Pacific. This article will analyse this power rivalry by using the concepts of the foreign policy of containment and the concept of security alliance. The research uses a qualitative descriptive method with primary and secondary sources, which is validated by triangulation of sources. The research questions led to the finding that the US-China power rivalry, as well as the creation of AUKUS, have created tension in the Indo-Pacific, where countries are, blatantly or softly, forced to choose a side. Such a situation also impacts how a country conducts its domestic and foreign policy, so as to not provoke one side over the other. Keywords: US-China Rivalry, AUKUS, Indo-Pacific, Regional Security Persaingan antara Amerika Serikat dan Tiongkok semakin menguat beberapa tahun belakangan ini. Persaingan yang sangat jelas terlihat adalah Perang Dagang yang terjadi di bawah kepemimpinan Presiden Trump lalu kemudian pembentukan AUKUS di bawah kepemimpinan Biden. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan persaingan antara kedua negara terkait AUKUS, serta dampaknya terhadap negara-negara di kawasan Indo-Pasifik. Permasalahan tersebut dianalisis menggunakan konsep kebijakan luar negeri pembendungan dan konsep aliansi keamanan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif deskriptif dengan sumber data primer dan sekunder berbasis teknik validasi triangulasi sumber. Hasil penelitian menemukan bahwa rivalitas Cina-US AUKUS membentuk ketegangan di Indo-Pasifik, di mana negara-negara di kawasan tersebut terpaksa harus memihak, baik dengan cara terang-terangan maupun secara halus. Keadaan ini menuntut negara-negara di Indo-Pasifik untuk dapat membuat kebijakan dalam negeri dan kebijakan luar negeri yang tidak memprovokasi salah satu negara tersebut. Kata-kata Kunci: Persaingan US-Tiongkok, AUKUS, Indo-Pasifik, Keamanan Regional
Ekofeminisme dan Kontribusi Perempuan dalam Transformasi Iklim pada Forum G-20 di Indonesia Oktavian, Riskey; Avrielia, Tasya
Sospol Vol. 10 No. 2 (2024): Juli-Desember
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jurnalsospol.v10i2.37556

Abstract

Artikel ini bertujuan menganalisis bagaimana peran perempuan dalam isu perubahan iklim di forum G20 di Indonesia, serta bagaimana kontribusi tersebut dapat memperkuat kebijakan iklim yang lebih progresif dan inklusif. Perubahan iklim merupakan tantangan global yang kompleks, dengan dampak signifikan terhadap perempuan, khususnya di negara berkembang. Berbagai penelitian terdahulu menunjukkan bahwa perspektif gender memiliki peran penting dalam upaya transformasi iklim. Meskipun demikian belum ada yang secara spesifik berfokus pada kontribusi peran Perempuan dalam isu perubahan iklim di forum G20 di Indonesia. Penelitian ini menggunakan konsep ekofeminisme dan teori two level games. Melalui pendekatan deskriptif kualitatif, dan pengumpulan data melalui wawancara dan studi literatur, penelitian ini menghasilakn temuan bahwa perempuan Indonesia memainkan peran signifikan dalam diskusi global tentang perubahan iklim di forum G20. Keterlibatan mereka dalam pembuatan kebijakan iklim global menciptakan peluang untuk solusi yang lebih adil dan berkelanjutan, yang penting bagi tercapainya keadilan iklim dan transisi energi yang inklusif. Kontribusi perempuan terutama terlihat dalam integrasi perspektif gender ke dalam kebijakan iklim, yang terbukti meningkatkan efisiensi kebijakan dengan memastikan bahwa isu-isu gender tidak diabaikan.
Pendampingan Masyarakat Nelayan Marunda Pasca Pandemi Covid-19 Herindrasti, V.L. Sinta; Oktavian, Riskey
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 8, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/japi.v8i3.5122

Abstract

Sektor kelautan dan perikanan merupakan sektor yang tidak lepas dalam membantu meningkatnya perekonomian Negara. Sektor ini pula menjadi salah satu sektor yang terkena dampak saat pandemi Covid-19. Salah satu daerah yang masih terkena dampak pasca pandemi Covid-19 adalah masyarakat nelayan Marunda sebagai salah satu daerah pesisir laut di Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara. Munculnya beberapa kendala di sektor ini memunculkan upaya pendampingan dari Tim Abdimas Task Force 13 Revengers untuk mengatasi kendala-kendala tersebut, melalui observasi berkala, pendekatan berlanjut dengan masyarakat setempat hingga interview untuk menganalisa situasi dan mengidentifikasi masalah yang muncul mengawali pendampingan yang dilakukan mulai dari pembuatan alat tangkap ikan sederhana berupa jaring gillnet, pemasaran dan penjualan hingga pengelolaan ikan mulai dari pembukaan tempat pelelangan ikan yang dapat dihadiri oleh seluruh nelayan hingga pengelolaan ikan asap dengan harga jual yang lebih tinggi, peningkatan potensi wisata pemancingan Marunda dengan cara promotion mix baik secara online maupun offline, serta mengoptimalkan koperasi nelayan melalui sosialisasi kepada para nelayan dan mencanangkan beberapa kegiatan di bawah naungan koperasi nelayan untuk masyarakat di dalam maupun di luar wilayah Marunda dengan harapan dapat meningkatkan potensi nelayan di sektor perikanan pasca pandemi dan seterusnya.
Gerakan Transnasional Greta Thunberg dan Implikasinya terhadap Politik Lingkungan Indonesia Robertua, Verdinand; Oktavian, Riskey; Mamesah, Vanessa Cherylzka Christiani; Hutajulu, Manuel Christio; Hamonangan, Jordy Adonia
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v9i5.15364

Abstract

Pada tahun 2019, Greta Thunberg meluncurkan gerakan bernama “Fridays4Future” (FFF). Gerakan demonstrasi ini menjadi gerakan demonstrasi perubahan iklim terbesar di dunia, dimana kurang lebih 4 juta orang yang tersebar di 150 negara, ikut melaksanakan demonstrasi atas masalah perubahan iklim. Greta Thunberg jug menggunakan media sosial untuk menggerakan follower-nya. Sebagai negara dengan penghasil emisi karbon terbesar ketiga di dunia setelah Amerika Serikat dan Tiongkok, Indonesia dihadapkan dengan komitmennya untuk mengurangi emisi karbonnya sebanyak 29% di tahun 2030 sesuai dengan komitmen Indonesia di perjanjian Paris. Studi ini bertujuan menganalisis implikasi gerakan transnasional Greta terhadap politik lingkungan Indonesia, penelitian ini mengambil data primer dari diskusi terbatas dengan aktivis lingkungan yang terafiliasi dengan Teens Go Green, 350.org, Beecoms Indonesia dan Free Fossil UKI. Data sekunder akan diperoleh melalui surat kabar, media elektronik, jurnal dan buku serta publikasi resmi lainnya. Temuan yang dihasilkan penelitian ini memperkuat dampak positif gerakan transnasional Greta ke politik lingkungan Indonesia. Dampak positif yang pertama adalah peningkatan jumlah penggemar Greta di Indonesia seperti yang ditunjukkan Salsabilla Khairunisa. Kedua, Greta menginspirasi organisasi kepemudaan di Indonesia untuk mengambil strategi konfrontatif terhadap perusahaan dan negara di dalam komitmen Perjanjian Paris. Dampak Positif yang ketiga adalah aktivisme digital menjadi strategi yang lebih banyak digunakan oleh organisasi kepemudaan di Indonesia dalam memperjuangkan isu-isu lingkungan yang terinspirasi dari gerakan transnasional Greta.
Discursive Hegemonic Mediation dalam dalam Pemberitaan Media tentang Just Energy Transition Partnership (JETP) di Indonesia: Analisis Wacana Kritis Model Fairclough Robertua, Verdinand; Oktavian, Riskey; Gadaza, Aniza C; Margaretha, Ruth
Global Political Studies Journal Vol. 9 No. 2 (2025): Global Political Studies Journal
Publisher : Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/gpsjournal.v9i2.18891

Abstract

The Just Energy Transition Partnership (JETP), promoted by the Group of Seven (G7), is framed as a climate finance initiative that links energy transition with social justice in developing countries. In Indonesia, however, JETP operates not merely as a technical policy scheme but as a discursive arena where donor-country hegemony is articulated and stabilized. This study applies Discursive Hegemonic Mediation (DHM) to examine how global dominance is reproduced through the normalization of dependency and the limitation of critical perspectives within policy narratives. Methodologically, it employs Critical Discourse Analysis (CDA), drawing on Norman Fairclough’s three-dimensional model to analyze the relationship between media texts, discursive practices, and broader political-economic structures. Findings from national online media coverage reveal an ambivalent framing of JETP: while narratives of green investment opportunities and transition urgency are amplified, structural critiques such as the predominance of loans over grants and uncertainties in donor commitments are reduced to technical concerns. Consequently, the media act as hegemonic mediators, permitting limited criticism without challenging the broader power relations of. The study concludes that JETP’s legitimacy in Indonesia is discursively constructed through processes that normalize dependency within the energy transition agenda.  Keywords— Discursive Hegemonic Mediation, Global Climate Finance, Just Energy Transition Partnership (JETP), Just Energy Transition Partnership