Rupita, Rupita
Deparment Of Sociology, Faculty Of Social And Political Sciences, Universitas Tanjungpura Pontianak, Indonesia

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PEMANFAATAN MODAL SOSIAL LOKAL DALAM MENGHADAPI PANDEMI COVID-19 Rupita Rupita
Jurnal Neo Societal Vol 6, No 1 (2021): Edisi Januari
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.207 KB) | DOI: 10.52423/jns.v6i1.14117

Abstract

Pandemi Covid-19 menjadi wabah yang tidak hanya menyerang tubuh manusia, tetapi juga menumbangkan sistem penghidupan masyarakat ekonomi menengah ke bawah. Pada tulisan ini menyampaikan resiliensi masyarakat menengah bawah dengan memanfaatkan modal sosial lokal yang ada di lingkungan hidup mereka. Tulisan ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan pendeskripsian data primer dan data sekunder. Mekanisme pengumpulan data lapangan dengan menggunakan protokol kesehatan. Temuan dalam tulisan ini menunjukkan bahwa dalam menghadapi perubahan ekonomi, masyarakat menengah ke bawah mampu mendapatkan alternative untuk bertahan hidup dengan memanfaatkan modal sosial lokal. Adapun Bantuan Langsung Tunai juga bermanfaat bagi masyarakat penerima bantuan. Hanya saja tidak semua masyarakat menengah ke bawah mendapatkan bantuan ini. Masyarakat memanfaatkan modal sosial untuk menopang ekonomi keluarga dalam menghadapi pandemi Covid-19.
Involvement of women in the stunting convergence program policy in the coastal area of Ketapang Regency Rupita Rupita; Arkanudin Arkanudin; Sudirman Sudirman; Yulianti Yulianti; Ignasia Debby Batuallo
Journal of Governance Volume 7 Issue 3: (2022)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31506/jog.v7i3.16365

Abstract

West Kalimantan is one of the provinces that has a high prevalence of stunting compared to other provinces in Indonesia. One of the biggest contributors to stunting prevalence is Ketapang district. Therefore, this study aims to find out further stunting mapping in Ketapang district and see how women's involvement in the convergence program is a strategy in dealing with stunting in the coastal areas of Ketapang Regency. This study uses a qualitative approach with descriptive analysis with data collection techniques through observation, in-depth interviews, and documentation studies. The results showed that stunting cases in Ketapang district showed a declining trend due to the success of the community empowerment program for all female cadres by conducting stunting prevention training through the process of extracting knowledge of female stunting cadres and increasing the capacity of female stunting cadres.
Pembangunan Pariwisata Perbatasan (Border Tourism) Berbasis Pengarusutamaan Gender Siti Arieta; Nikodemus Niko; Syarifah Ema Rahmaniah; Rupita Rupita; Teguh Setiandika Igiasi
Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton Vol 8 No 3 (2022): Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.162 KB) | DOI: 10.35326/pencerah.v8i3.2151

Abstract

Pembangunan wilayah perbatasan merupakan pusat perhatian pemerintah baik daerah maupun pusat. Upaya terencana ini bertujuan untuk mengubah wilayah yang dihuni oleh komunitas dengan berbagai permasalahan sosial, ekonomi dan keterbatasan fisik, terutama dalam pemberdayaan perempuan perbatasan. Keterbatasan sumber daya maupun akses wilayah yang dihadapi perempuan menjadikan mereka rentan terhadap kemiskinan, eksploitasi hingga kekerasan dalam rumah tangga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan eksplorasi data primer dan sekunder berbasis repositori daring. Pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka tidak terstruktur. Penelusuran daring terhadap data BPS dan menggunakan data kabupten/kecamatan di perbatasan. Berdasarkan pembahasan, temuan studi awal penelitian ini yaitu belum adanya inisiatif pengarusutamaan gender (PUG) pada sektor pembangunan wisata perbatasan di Kalimantan Barat dan Kepulauan Riau. Sehingga keterbatasan perempuan terhadap akses kepariwisataan ditandai dengan rendahnya partisipasi mereka dalam pembangunan. Artinya bahwa pengarusutamaan gender dalam pembangunan masih perlu di evaluasi dalam pembangunan berkelanjutan daerah.
Kerentanan Buruh Perempuan dalam Menjalankan Fungsi Keluarga Natalia A.I. Barage; Rupita Rupita; Syarifah Ema Rahmaniah; Diaz Restu Darmawan
Jurnal Community Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Prodi Sosiologi FISIP Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jcpds.v9i1.5963

Abstract

This paper examines the social vulnerability that occurs to female workers at PT. Sintang Argo Mandiri in Sintang district. Through descriptive qualitative methods, this paper is able to describe how the forms of social vulnerability that occur in women workers and find out the causes of social vulnerability based on the results of interviews with women workers in oil palm companies. One of the key informants in this paper is the village head of Lengkenat. The results of the study found several forms of vulnerability that occurred in women workers such as marginalization. The form of vulnerability is in the form of lack of health insurance for female workers, double workload, and illegal levies between fellow employees. In addition, it was also found that the factors causing social vulnerability include internal factors such as age, low education level, and individual willingness to work. While external factors are women who experience economic difficulties, large number of family dependents, low husband's income, and wages from the company sector concerned.