Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Detection of Metasploit Attacks Using RAM Forensic on Proprietary Operating Systems Prakoso, Danar Cahyo; Riadi, Imam; Prayudi, Yudi
Kinetik: Game Technology, Information System, Computer Network, Computing, Electronics, and Control Vol. 5, No. 2, May 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.564 KB) | DOI: 10.22219/kinetik.v5i2.1037

Abstract

Information technology has become an essential thing in the digital era as it is today. With the support of computer networks, information technology is used as a medium for exchanging data and information. Much information is confidential. Therefore, security is also essential. Metasploit is one of the frameworks commonly used by penetration testers to audit or test the security of a computer system legally, but it does not rule out the possibility that Metasploit can also be used for crime. For this reason, it is necessary to carry out a digital forensic process to uncover these crimes. In this study, a simulation of attacks on Windows 10 will be carried out with Metasploit. Then the digital forensics process uses live forensics techniques on computer RAM, where the computer RAM contains information about the processes running on the computer. The live forensic technique is important because information on RAM will be lost if the computer is off. This research will use FTK Imager, Dumpit, and Magnet RAM Capture as the RAM acquisition tool and Volatility as the analysis tool. The results of the research have successfully shown that the live forensics technique in RAM is able to obtain digital evidence in the form of an attacker's IP, evidence of exploits/Trojans, processes running on RAM, operating system profiles used and the location of the exploits/Trojan when executed by the victim.
Peningkatan Kesadaran Peran AI dalam Menangkal Hoaks dan Cyberbullying Prakoso, Danar Cahyo; Rakhmawati, Restu
Ngudi Waluyo Empowerment: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): Ngudi Waluyo Empowerment: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Komputer dan Pendidikan Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kejahatan dalam ruang siber terus mengalami peningkatan seiring dengan semakin masifnya pemanfaatan teknologi informasi dan media digital dalam kehidupan masyarakat. Perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI), membuka peluang baru dalam upaya menangkal hoaks dan cyberbullying. Pemanfaatan AI secara tepat dapat membantu meningkatkan kewaspadaan pengguna media digital serta mempercepat proses identifikasi konten bermasalah sebelum menimbulkan dampak yang lebih luas. Namun demikian, masih banyak masyarakat yang belum memahami peran, cara kerja, dan batasan penggunaan AI dalam konteks keamanan siber dan literasi digital. Kurangnya pemahaman ini menyebabkan potensi AI belum dimanfaatkan secara optimal, padahal peningkatan kesadaran dan literasi AI dapat berkontribusi dalam menurunkan risiko kejahatan siber dan menciptakan ekosistem digital yang lebih sehat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menyasar kalangan akademis, khususnya guru dan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), yang memiliki intensitas tinggi dalam penggunaan teknologi digital. Guru diposisikan sebagai agen literasi digital di lingkungan sekolah, sementara siswa merupakan kelompok yang rentan terhadap paparan hoaks dan cyberbullying. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan daring berbentuk ceramah. Berdasarkan pelaksanaan kegiatan dan hasil yang diperoleh, penyuluhan mampu memberikan pemahaman awal kepada mitra terkait literasi digital, identifikasi hoaks, serta pemanfaatan AI secara bijak dan bertanggung jawab. Hasil ini menunjukkan bahwa pendekatan edukatif melalui penyuluhan daring dapat menjadi langkah awal yang efektif dalam meningkatkan kesadaran keamanan siber di lingkungan pendidikan.