Kejahatan dalam ruang siber terus mengalami peningkatan seiring dengan semakin masifnya pemanfaatan teknologi informasi dan media digital dalam kehidupan masyarakat. Perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI), membuka peluang baru dalam upaya menangkal hoaks dan cyberbullying. Pemanfaatan AI secara tepat dapat membantu meningkatkan kewaspadaan pengguna media digital serta mempercepat proses identifikasi konten bermasalah sebelum menimbulkan dampak yang lebih luas. Namun demikian, masih banyak masyarakat yang belum memahami peran, cara kerja, dan batasan penggunaan AI dalam konteks keamanan siber dan literasi digital. Kurangnya pemahaman ini menyebabkan potensi AI belum dimanfaatkan secara optimal, padahal peningkatan kesadaran dan literasi AI dapat berkontribusi dalam menurunkan risiko kejahatan siber dan menciptakan ekosistem digital yang lebih sehat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menyasar kalangan akademis, khususnya guru dan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), yang memiliki intensitas tinggi dalam penggunaan teknologi digital. Guru diposisikan sebagai agen literasi digital di lingkungan sekolah, sementara siswa merupakan kelompok yang rentan terhadap paparan hoaks dan cyberbullying. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan daring berbentuk ceramah. Berdasarkan pelaksanaan kegiatan dan hasil yang diperoleh, penyuluhan mampu memberikan pemahaman awal kepada mitra terkait literasi digital, identifikasi hoaks, serta pemanfaatan AI secara bijak dan bertanggung jawab. Hasil ini menunjukkan bahwa pendekatan edukatif melalui penyuluhan daring dapat menjadi langkah awal yang efektif dalam meningkatkan kesadaran keamanan siber di lingkungan pendidikan.
Copyrights © 2025