Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Factors Associated with Musculoskeletal Disorders of Soppeng District Population and Civil Registration Services Syatriani, Sri; Windasari, Dewi Purnama; Amaliah, Umrah Nur’
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No 3 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6i3.3211

Abstract

Musculoskeletal disorders are problems that cause discomfort in striated muscles, joints and other soft tissues ranging from mild to severe complaints. According to WHO in 2021, around 1.71 billion people have Musculoskeletal Disorders (MSDs) worldwide. Musculoskeletal conditions are the leading cause of disability worldwide with low back pain being the leading cause of disability in 160 countries. This study aims to determine the association between sitting position, body mass index, and working period with musculoskeletal disorders. This research is an analytical research with a cross sectional study design. The population is all computer workers with a sample size of 45 respondents using total sampling. The measuring tools used are the Nordic Body Map (NBM) and the Rappid Office of Strain Assessment (ROSA). The statistical test used is the Fisher exact test. The results of the study showed that there was a association between sitting position (p=0.033<0.05), body mass index (p=0.031<0.05) and working period (p=0.023<0.05) with musculoskeletal disorders. The conclusion of the research is that there is a association between sitting position, body mass index and working period with musculoskeletal disorders of Soppeng Regency Population and Civil Registration Services employees.
EDUKASI MENGENAI TIMBANG (TINGKATKAN GIZI SEIMBANG ) PADA SISWA SD 74 BIRA-BIRA KECAMATAN BISSAPU Esse Puji Pawenrusi; Windasari, Dewi Purnama; Nour Sriyanah; Jufri; A. Tenri Batari Candrayani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v4i2.459

Abstract

Latar belakang: Prevalensi masalah gizi anak usia sekolah masih tinggi, padahal Indonesia memiliki Pedoman Gizi Seimbang (PGS). Sosialisasi PGS dalam bentuk pendidikan gizi dan praktik gizi untuk mengaplikasikannya sangat penting dilakukan pada anak usia sekolah.Dinkes Sulawesi Selatan mencatat pada tahun 2015 prevalensi gizi kurang di daerah Kabupaten Bantaeng adalah sebanyak 10,3%. Tujuan: Menganalisis pengaruh pemberian pendidikan gizi terhadap pengetahuan gizi, praktik gizi, dan status gizi pada anak Sekolah Dasar. Hasil Pendidikan gizi meningkatkan pengetahuan gizi dari kategori kurang menjadi cukup. Pendidikan gizi yang diberikan belum dapat meningkatkan praktik membawa makanan gizi seimbang secara signifikan. Status gizi setelah pendidikan gizi menunjukkan perubahan jumlah untuk setiap kategori. Sebagian besar subjek berstatus gizi normal. Hasil uji beda menunjukkan pendidikan gizi memberikan perbedaan nyata antara: pengetahuan gizi pre test dan post test 1 (p=0,000; p0,05), pengetahuan gizi dengan status gizi dan praktik membawa makanan gizi seimbang (p>0,05), kecuali pengetahuan gizi post test II dengan praktik membawa makanan gizi seimbang observasi ke-4 (p=0,001; p<0,05). Kesimpulan: Terjadi perubahan pengetahuan gizi dari kategori kurang menjadi cukup setelah diberikan intervensi. Terjadi peningkatan kemudian penurunan subjek yang membawa makanan gizi seimbang setelah intervensi. Tidak terjadi perbedaan signifikan status gizi subjek sebelum dan setelah intervensi. Sebaiknyapihaksekolahmelakukanpenyuluhansetiapbulanyaataumelakukan program makananseimbang