Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Karimah Tauhid

Strategi Pelaporan Kombinasi Bisnis dalam Meningkatkan Akuntabilitas dan Kepatuhan Standar Akuntansi Keuangan Dewi wardah; Ramadani, Fuji Tri; Hamdun; Secar Islamiah, Rieska; Siti Adinda Fatimatul Adawiyah; Tubagus Maulana Ibrahim; Villa Delpia
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 8 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kombinasi bisnis adalah strategi pertumbuhan yang kompleks, menuntut pelaporan keuangan yang akurat untuk memastikan akuntabilitas dan kepatuhan terhadap Standar Akuntansi Keuangan (SAK), khususnya PSAK 22. Penelitian ini menganalisis strategi pelaporan kombinasi bisnis yang efektif dalam meningkatkan akuntabilitas dan kepatuhan SAK. Menggunakan studi literatur komprehensif, penelitian ini mengidentifikasi bahwa kompleksitas utama terletak pada pengukuran nilai wajar aset dan liabilitas, terutama aset takberwujud, yang rentan terhadap subjektivitas dan bias manajerial (Ahmed & Tahir, 2020). Hasilnya menunjukkan bahwa akuntabilitas dalam pelaporan dapat ditingkatkan melalui transparansi pengungkapan dan efektivitas tata kelola perusahaan, termasuk peran dewan pengawas dan komite audit yang kuat (Sultana, van Zijl, & Dunstan, 2021). Sementara itu, kepatuhan terhadap SAK (diadopsi dari IFRS 3) berkontribusi pada peningkatan kepercayaan investor dan efisiensi pasar modal (Almulla & Al-Haddad, 2022). Meskipun standar telah jelas, tantangan implementasi sering muncul karena kurangnya pemahaman teknis, pengawasan internal yang lemah, dan tekanan keuangan. Oleh karena itu, strategi yang direkomendasikan mencakup pemilihan kebijakan akuntansi yang konsisten, penguatan fungsi audit internal, peningkatan kapasitas SDM, pemanfaatan teknologi akuntansi terintegrasi, dan penerapan prinsip good governance. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dan praktis bagi manajemen, auditor, dan regulator dalam mencapai pelaporan kombinasi bisnis yang lebih transparan, akurat, dan bernilai tambah.
Prosedur Pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan pada OVO di UPT Pajak Daerah Kelas A Caringin Hamdun; Anwar, Saepul
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 9 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i9.21241

Abstract

Di tengah geliat era digital, akses terhadap layanan publik kini menjadi tuntutan zaman. Salah satu bentuk pelayanan publik yang turut bertransformasi adalah pemenuhan kewajiban Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Artikel ini merupakan ialah dari pengalaman Kuliah Kerja Lapang (KKL) di UPT Pajak Daerah Kelas A Caringin yang memfokuskan perhatian pada proses pembayaran PBB melalui aplikasi OVO. PBB, sebagai kewajiban warga negara, memiliki kontribusi besar dalam pembangunan daerah. Sayangnya, tidak semua orang memiliki. Laporan ini bertujuan memberikan gambaran utuh mengenai alur pembayaran PBB melalui OVO, dokumen yang dibutuhkan, serta kendala nyata yang dihadapi di lapangan. Dengan memahami hambatan tersebut, diharapkan adanya perbaikan dalam pendekatan sosialisasi dan edukasi, sehingga pelayanan publik tidak hanya efisien, tetapi juga inklusif dan manusiawi. Layanan digital seharusnya menjadi jembatan, bukan sekat, antara pemerintah dan warganya. Transformasi digital di bidang perpajakan hanya akan berhasil jika dibarengi dengan kepedulian terhadap kesiapan dan kebutuhan masyarakat.
Perumusan Laporan Auditor Independen Berdasarkan ISAs Versus GAAAS Effendi, Muhammad Ridwan; Suardi, Rafie Maghfira; Syahrul, Mohammad; Ibrahim, Rafie Tubagus Maulana; Hamdun; Alamsyah, Retno; Didi
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 1 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i1.22022

Abstract

Penelitian ini membahas perbandingan antara International Standards on Auditing (ISAs) dan Generally Accepted Auditing Standards (GAAS) dalam perumusan laporan auditor independen. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif-komparatif, penelitian ini menelaah perbedaan struktur, terminologi, dan filosofi pelaporan kedua standar. Hasil analisis menunjukkan bahwa ISAs lebih menekankan transparansi, fleksibilitas, dan relevansi global, sedangkan GAAS lebih ketat dan sesuai dengan konteks hukum Amerika Serikat. Meskipun upaya konvergensi telah dilakukan, perbedaan mendasar masih tampak, khususnya dalam penerapan Key Audit Matters (KAMs) dan Critical Audit Matters (CAMs). Temuan ini menegaskan perlunya harmonisasi berkelanjutan untuk menjaga kualitas dan kepercayaan publik terhadap profesi audit internasional.