Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Air pollution dispersion modeling of runway and apron at Sam Ratulangi international airport Dewi Eviane; Taufik Abdillah Natsir; Nur Iswanto; Zulfadly Urufi; Mardiyanto Adji
Angkasa: Jurnal Ilmiah Bidang Teknologi Vol 13, No 2 (2021): November
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (546.046 KB) | DOI: 10.28989/angkasa.v13i2.949

Abstract

Air pollution generated from airport activities has become public concern and the subject of more rigorous government regulations.  The Airport Operators are stipulated to control the pollution and for the accountability of air quality that might affect public health. The main objective of this study is to establish a model for the distribution of air pollutants and to predict their concentrations generated by the runway and apron operations at Sam Ratulangi International Airport (Manado) until 2024, in accordance with the airport expansion program. The data was collected in the airport surrounding area in 2018, while the climate data over a span of 10 years, from 2009 to 2018, was obtained from Sam Ratulangi Meteorological Station. The modeling on dispersion of air pollutant gases was developed by the Gaussian Plume Equation. The simulation was performed using AERMOD software, and the results visualized by GIS software. AERMOD software was recommended by the US-EPA to predict the impact of air pollutants. The results predicted that the maximum concentrations of NOx; HC; and CO generated by runway activities modeling in 2024 were 250 μg.m-3; 6.4 μg.m-3; and 87 μg.m-3 respectively. The results also predicted that the maximum concentrations of NOx; CO; and PM10 due to apron operational activities in 2024 were 260 μg.m-3; 892 μg.m-3; and 2.5 μg.m-3 respectively. The model predicted that in 2024 the air pollution at Sam Ratulangi International Airport will remain under the limit as defined in Indonesian Government Regulation No. 22 of 2021. To mitigate the future increase in air emissions due to the increase in airport capacity, the recommendation were proposed in the several areas, which were including operation management, technology, policies and airport regulations, as well as the provision of green area.
Pengelolaan timbulan sampah rumah tangga oleh Bumdes Kalurahan Sendangtirto Kapenawon Berbah Kabupaten Sleman Radjali Amin; Nur Iswanto; Dewi Eviane; Iim Imaniah; Jumiati Jumiati
KACANEGARA Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 4, No 2 (2021): Juli
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/kacanegara.v4i2.952

Abstract

Sampah rumah tangga tidak bisa dihindari dan bahwa masalahnya semakin meningkat sejalan dengan penambahan populasi manusia adalah keniscayaan. Oleh sebab itu, setiap keluarga wajib mengetahui pengelolaan sampah di tingkat penghasil dengan tepat sehingga residu sampah dapat ditekan yang pada akhirnya tidak terlalu membenani Tempat Pemrosesan Akhir sampah. Tujuan penelitian ini adalah menghitung timbulan sampah rumah tangga di kelompok anggota Badan Usaha Desa (Bumdes) Kalurahan Sendang Tirto, Kapenawon Berbah, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Selain itu, studi ini juga akan mengevaluasi pengelolaan timbulan itu serta memberikan strategi peningkatan efisiensi pengelolaan sampah oleh Bumdes. Metode penelitian dilakukan dengan cara mengunjungi tempat pengolahan sampah, mewawancarai responden yang ditentukan secara purposive sampling dan evaluasinya secara deskriptif kualitatif. Secara umum diakui bahwa para responden tidak memilah sampahnya, terdapat potensi yang tinggi pengelolaan sampah melalui program 3R, dan sebagain besar responden setuju untuk melaksanakan pemilahan sampah.
pH Dependence on Colorimetric Detection of Hg2+ by Histidine-Functionalized Gold Nanoparticles Dewi Eviane; Dwi Siswanta; Sri Juari Santosa
Indonesian Journal of Chemistry Vol 20, No 4 (2020)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (17.202 KB) | DOI: 10.22146/ijc.51824

Abstract

In this study, we successfully developed gold nanoparticles capped with histidine (His-AuNPs) for Hg2+ detection using trisodium citrate as the reducing agent. The optimum pH for the detection of Hg2+ by His-AuNPs was 12. The addition of Hg2+ to the His-AuNPs caused the color change from red to black-blue, which is readily detectable by the naked eye. This color change is followed by a decrease in the intensity of the primary Surface Plasmon Resonance (SPR) peak at a wavelength (λ) of 525 nm and an increase in the secondary peak at λ = 650 nm. His-AuNPs effectively detected Hg2+ with limits of detection and quantitation of 1.77 µM and 5.89 µM, respectively. His-AuNPs exhibited good performance for the detection of Hg2+ in waste water collected from a steel industrial facility in Banten Province, with a recovery and a percent relative standard deviation of 115% and 1.02%, respectively.
Analisis Status Mutu Air Sungai Gajahwong Segmen Balérejo-Wirokertèn Menggunakan Metode STORET, Indeks Pencemaran, dan Indeks Kualitas Air Ali Aulia Ghozali; Yoshua; Dewi Eviane; Agnes Dyah Novitasari Lestari
Cassowary Vol 7 No 1 (2024): Januari
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30862/casssowary.cs.v7.i1.225

Abstract

ABSTRACT: Gajahwong River is one of the 3 rivers that pass through the city of Yogyakarta. There are many activities carried out by the local community around the riverbank, such as settlements, industry, which have the potential to affect the water quality of the river. This research was aimed to evaluate the water quality of the Gajahwong River in the Balérejo-Wirokertèn segment and to determine the water quality status using the STORET, Pollution Index and Water Quality Index (IKA). This study used primary data which were examined at 7 sampling points between the Balérejo Bridge to the Wirokertèn Dam. The research was conducted in the dry season, June 2022. The water quality parameters were DO, BOD, phosphate, nitrate, Cu, Ag, pH, temperature, total coliform (CT) and TDS. Based on the results after calculating the status of water quality using these three indices, the Gajahwong River in the study segment has exceeded the Class II quality standard. In addition, it was shown that there were 5 parameters that most dominantly affecting the status of water quality, namely: CT, Cu, Ag, BOD, and phosphate. These five parameters contributed greatly to the decline in the water quality of the Gajahwong River, particularly in the Balérejo-Wirokertèn segment. Generally, river water quality of Gajahwong river in this study is between marginal to heavily polluted.
EFEKTIVITAS DAN MODEL ISOTERM ADSORPSI Fe DAN Mn OLEH MATA LELE (Lemna minor) Ghozali, Ali Aulia; Sohra, Lulu Alfatih; Eviane, Dewi
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 23 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu teknik untuk menurunkan kadar logam dalam air adalah fitoremediasi, dan mata lele (Lemna minor) berpotensi untuk digunakan sebagai agen bioremediator. Penelitian ini bertujuan mengukur efektivitas tanaman mata lele dalam meremediasi kandungan logam dalam air sumur, serta mengevaluasi model isoterm adsorpsinya. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan November 2022 hingga Maret 2023. Sampel diambil secara komposit dari sumur warga di Dukuh Baran, Kalurahan Srihardono. Variabel yang diukur adalah pH, kadar Fe dan Mn, kesadahan, temperatur, serta coli tinja. Hasil penelitian menunjukkan pada kondisi eksisting air sumur sampling, tanaman mata lele mampu secara efektif menurunkan konsentrasi Mn pada air sumur, sebaliknya tidak ditemukan perbedaan yang signifikan pada konsentrasi Fe, sebab konsentrasinya yang memang sudah rendah. Pada konsentrasi 100 ppm untuk kedua logam, mata lele mampu mengadsorpsi kedua logam dengan efektivitas penjerapan 86-94%. Kajian model isoterm adsorpsi menunjukkan logam Mn mampu termodelkan dengan baik dengan model isoterm adsorpsi Freundlich, sebaliknya logam Fe tidak termodelkan dengan baik.
Prarancangan IPAL Komunal Padukuhan Baran, Kecamatan Pundong, Bantul, DIY Iswanto, Nur; Lakaoni , Larasati Nanda; Eviane, Dewi; Silviani
Environmental Insight Journal Vol. 1 No. 1 (2025): January
Publisher : Postgraduate Faculty, Yogyakarta Institut of Technology, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37412/eij.v1i1.347

Abstract

Padukuhan Baran terletak di Kecamatan Pundong, Kabupaten Bantul, DIY belum memiliki fasilitas pengolahan limbah cair khususnya grey water. Limbah cair domestik langsung menuju ke persawahan dan perkebunan, menimbulkan bau yang tidak sedap serta menjadi sarang nyamuk. Teknologi yang akan diusulkan untuk mengolah limbah cair adalah kombinasi antara dua sistem anaerobic yaitu Anaerobic Baffled Reactor dan Anaerobic Filter. Parameter yang dianalisis p adalah COD, BOD, TDS, minyak dan lemak, serta deterjen. Estimasi debit limbah cair domestik 42 m³/hari dan volume puncak 1,75 m³/jam. Berdasarkan perhitungan fluen yang keluar dari IPAL sesuai dengan Permen LH Nomor 5 tahun 2014 dan memenuhi standar baku mutu golongan I sehingga aliran air dapat dimanfaatkan untuk pengairan sawah dan perkebunan warga sekitar. Estimasi biaya yang dibutuhkan untuk membangun IPAL di Padukuhan Baran adalah Rp. 125.170.000.
Pemodelan Dispersi NO2 dari Aktivitas Transportasi Menggunakan Software AERMOD di Kawasan Kotagede Louisa Jessica Permatasari; Dewi Eviane; Nur Iswanto; Agnes Dyah Novitasari Lestari
Environmental Insight Journal Vol. 1 No. 2 (2025): July
Publisher : Postgraduate Faculty, Yogyakarta Institut of Technology, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37412/eij.v1i2.356

Abstract

ABSTRAK Kondisi lalu lintas di suatu wilayah memberikan pengaruh dan dampak pada kualitas udara. Kotagede merupakan salah satu bagian dari kawasan cagar budaya yang terletak di Kecamatan Kotagede, Kota Yogyakarta yang memiliki banyak bangunan berarsitektur tua dengan kepadatan transportasi yang cukup tinggi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui nilai konsentrasi udara ambien NO2, mengetahui dispersi NO2, dan menyusun rekomendasi pengelolaan lingkungan untuk menanggulangi polusi udara. Metode penelitian yang digunakan adalah uji sampling kualitas udara, menghitung jumlah kendaraan, memodelkan sebaran menggunakan software American Meteorological Society (AMS) and U.S. Environmental Protection Agency (EPA) Regulatory Model (AERMOD), dan mengkaji serta memberikan saran pengelolaan dalam menanggulagi polusi udara. Hasil sampling di lapangan menunjukkan bahwa titik A di salah satu bagian Pasar Kotagede melebihi baku mutu dan lebih tinggi dibanding yang lainnya. Titik D memiliki tingkat pencemaran terendah dibandingkan dengan titik-titik lainnya. Rekomendasi pengelolaan lingkungan untuk mengurangi konsentrasi NO2 ambien di wilayah Kotagede dilakukan dengan memperhatikan aspek lingkungan, kebijakan, dan teknis pengelolaan lingkungan.
ANALISIS DAYA DUKUNG SUNGAI MENGGUNAKAN QUAL2Kw: STUDI KASUS SEGMEN SUNGAI GAJAHWONG, YOGYAKARTA Ali Aulia Ghozali; Yoshua; Dewi Eviane; Agnes Dyah Novitasari Lestari
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 24 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37412/jrl.v24i1.260

Abstract

Beberapa simulasi penentuan status mutu air Sungai Gajahwong, dan analisis pola penyebaran dan pencemaran pada air Sungai Gajahwong telah dilakukan dalam penelitian ini. Segmen yang diteliti berada pada segmen kawasan perkotaan, yakni dari titik Jembatan Balérejo hingga Bendungan Wirokertèn (6,84 km), sebanyak 7 titik pengambilan sampel. Data hasil pengamatan di lapangan kemudian dianalisis menggunakan Qual2Kw. Parameter yang diujikan yakni: pH, nitrat, fosfat, BOD, DO, dan suhu. Penelitian dilakukan pada Juni 2022. Model yang dibangun berdasarkan data input memiliki nilai eror yang rendah (U = 0,09±0,08), sehingga dapat digunakan untuk analisis lanjutan. Hasil analisis skenario menunjukkan beban cemaran pada Sungai Gajahwong telah melampaui daya dukungnya, khusus untuk parameter BOD dan fosfat. Secara alaminya, dengan kondisi beban cemaran eksisting pada T1, maka pada T7 kualitas air sungai diprakirakan mampu melakukan purifikasinya dengan baik. Untuk kondisi eksisting, maka diperlukan pengurangan beban cemaran pada Sungai Gajahwong segmen Balérejo-Wirokertèn 0,7-1,5× lipat untuk parameter BOD dan 4,7× lipat untuk parameter fosfat dari nilai data terakhir.
Hydraulics and Dynamics of Backwash in Filtration with Activated Carbon to Reduce Iron and Manganese in Groundwater Nur Iswanto; Ida Siswati Silalahi; Dewi Eviane; Agnes Dyah Novitasari Lestari
Sorption Studies Vol. 1 No. 1 (2025): Sorption Studies, Vol. 1 No. 1 June 2025
Publisher : Indonesian Scholar Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55749/ss.v1i1.70

Abstract

Well water used by the community often does not meet quality standards because it contains high levels of iron (Fe) and manganese (Mn). This study was intended to reduce Fe and Mn levels in well water by using filtration technique with activated charcoal media. The effect of hydraulics and backwash dynamics on the efficiency of filtration process was also investigated. The filtration apparatus was made of PVC pipe with the diameter of 4 inches and 120 cm height. The determination of optimum hydraulic conditions of filtration was carried out by varying the size of the activated carbon filter media (8-10, 12-14, and 16-18 mesh) and flow rate (1, 2, and 3 L/min) at the service time of 10 hours. The results showed that the size of filter media has significant effect on removal efficiency of Fe and Mn, with the most effective size was 16-18 mesh with the removal efficiency of 83.33% (Fe) and 93.33% (Mn). The highest head loss value in the filtration column was 0.15 cm, which occurred at the flow rate 3 L/min. Backwash should be performed after filtering process of 35 hours, 44 hours and 55 hours at the flow rate 1 L/min, 2 L/min, and 3 L/min repectively. The single filter design in this study reduced Fe and Mn concentration to meet clean water quality standards.
Functional Bioplastic Based on Chitosan/Sago Starch (Metroxylon sago) with the Addition of Black Fruit (Haplolobus sp.) Leaves Ethanolic Extract Agnes Dyah Novitasari Lestari; Muchammad Fauzan Kuri Pasai; Evelina Somar; Dewi Eviane; Gabriella Shine De Kweldju
ALCHEMY Jurnal Penelitian Kimia Vol 21, No 2 (2025): September
Publisher : UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/alchemy.21.2.100395.337-345

Abstract

Bioplastic as an antioxidant and antibacterial packaging has been synthesized from chitosan and sago starch with Black fruit leaves ethanolic extract. The bioplastic synthesis was done by mixing a solution of chitosan, sago starch, glycerol, and ethanolic extract of Black fruit leaves, pouring it into a petri dish, and then drying it in an oven. The bioplastic produced was then characterized using Fourier transform infrared spectroscopy (FTIR). The results show that increasing the weight ratio of chitosan/sago starch increased tensile strength, decreased elongation, decreased thickness, and increased biodegradation time. The addition of ethanolic extract of black fruit leaves reduces tensile strength at a chitosan/starch weight ratio of 4:1, increases tensile strength at a chitosan/starch weight ratio of 1:1, tends to minimize elongation at both Chitosan/starch ratios, tends to increase thickness at a chitosan/starch weight ratio of 4:1, decreases thickness at a Chitosan/starch weight ratio of 1:1, and increases biodegradation time. The best bioplastic formulation in this study found in  CS11E1 (weight ratio of Chitosan/starch 1:1, extract concentration 1%), with a tensile strength of 4.71 MPa, elongation of 29.33%, thickness of 0.07 mm, and biodegradation time of 6 days.