Hardy, I Gusti Ngurah Wiras
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Arsitektur ARCADE

Penerapan Zonasi Vastu Citra Pada Perancangan Pusat Kesenian Wayang Tradisional Di Bali Mboro, Tegar Septian; Mbake, Imanuel N.; Hardy, I Gusti Ngurah Wiras
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 9 No 3 (2025): Jurnal Arsitektur ARCADE September 2025
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v9i3.4248

Abstract

Abstract:Traditional Balinese wayang, as a cultural heritage, faces the threat of extinction due to digitalization. This research proposes the design of a Wayang Arts Center in Pantai Lembang, Gianyar, as a medium for preserving the artistic meaning through an architectural metaphor approach, utilizing the natural beach lighting as a visual manifestation of "Suryangkara." The methodology begins with field observation, case studies, and secondary data analysis to identify design needs. Based on these findings, the design concept integrates three core principles: Transfer of Illumination, which transforms the philosophy of the cakra into the Vastu Citra structure; Subjective Perception, which creates a dual-stage interpreted as either Kayon (tree of life) or Ajna Chakra (eye of wisdom) depending on the viewer’s perspective; and Hybridization through QR codes embedded in cultural artifacts. This approach is synthesized with Vastu Citra zoning based on Nawa Sanga, linking deity-chakra associations and prana flows, and placing an open stage at the Brahmasthan as a cosmic axis. The result is a symbolic building serving as a space for the "rebirth" of wayang, where the integration of metaphor and Vastu Citra creates a functional space that also acts as a medium for cultural storytelling. The implication offers a locally rooted and adaptive design model for preserving traditional arts in the digital era. Keyword: Balinese wayang, metaphorical architecture, Vastu Citra, arts center, Suryangkara, chakra.  Abstrak: Wayang tradisional Bali sebagai warisan budaya menghadapi tantangan kepunahan akibat digitalisasi. Penelitian ini merancang Pusat Kesenian Wayang di Pantai Lembang, Gianyar, sebagai sarana pelestarian makna seni melalui pendekatan metafora arsitektur dengan memanfaatkan pencahayaan alami pantai sebagai manifestasi visual "Suryangkara". Metode diawali observasi lapangan, studi kasus, dan analisis data sekunder untuk mengidentifikasi kebutuhan desain. Berdasarkan temuan tersebut, konsep desain mengintegrasikan tiga prinsip kunci: (1) Transfer Keterangan mentransformasikan filosofi cakra ke dalam struktur Vastu Citra; (2) Persepsi Subjektif menciptakan panggung ganda yang dibaca sebagai Kayon (pohon kehidupan) atau Cakra Ajna (mata kebijaksanaan) bergantung perspektif pengamat; (3) Hibriditas melalui QR code pada artefak budaya. Pendekatan ini disinergikan dengan zonasi Vastu Citra berbasis Nawa Sanga yang menghubungkan asosiasi dewa-cakra dan aliran prana, serta menempatkan open stage di Brahmasthan sebagai poros kosmis. Hasilnya adalah bangunan simbolis sebagai ruang "kelahiran kembali" wayang, di mana integrasi metafora-Vastu Citra menciptakan ruang fungsional sekaligus medium narasi budaya. Implikasinya menawarkan model desain berbasis kearifan lokal yang adaptif untuk pelestarian kesenian tradisional di era digital Kata Kunci: wayang Bali, Metafora Arsitektur, Vastu Citra, Pusat Kesenian,  Suryangkara, cakra.  
Penerapan Pendekatan Arsitektur Biomimetik Pada Perancangan Botanical Tropicarum di Kota Kupang Djaga, Maria Angelika; Hardy, I Gusti Ngurah Wiras; Manu, Ariency Kale Ada
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 9 No 3 (2025): Jurnal Arsitektur ARCADE September 2025
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v9i3.4263

Abstract

Abstract:The Botanical Tropicarium is a place with high biodiversity, facing challenges related to the scarcity of endangered endemic flora species, especially in East Nusa Tenggara. This design not only provides an ex-situ conservation area, but also provides a place for education, recreation, and research. In response to this, a biomimetic architectural approach is applied in this design with the aim of imitating natural systems and a building structure that is extensive and adaptive to meet the needs of various types of plants with different habitat conditions. Biomimetic focuses on natural attributes, inspired by the shape of the leaves and branches of sandalwood trees, which are typical flora of East Nusa Tenggara, while applying open-close technology in the botanical dome building to control temperature, humidity, and air circulation within the dome. In an effort to present a spatial experience that is at one with nature, the design prioritizes the principles of sustainability and nature-based education. Keyword: Botanical Tropicarium, Biomimetic, Kupang, East Nusa Tenggara, Biodiversity, Conservation, Endemic Flora Abstrak: Botanical Tropicarium merupakan tempat dengan keanekaragaman hayati yang tinggi, dalam menghadapi tantangan terkait kelangkaan spesies flora endemik yang terancam punah, terkhususnya di Nusa Tenggara Timur. Perancangan ini tidak hanya menyediakan tempat konservasi ex-sittu, namun juga menyediakan tempat sebagai sarana edukasi, rekreasi dan penelitian. Menanggapi hal tersebut, pendekatan arsitektur biomimetik diterapkan delam perancangan ini dengan tujuan meniru sistem alami dan struktur bangunan yang luas serta adaptif untuk memenuhi kebutuhan berbagai jenis tanaman dengan kondisi habitat yang berbeda. Biomimetik berfokus pada atribut alami, yang terinspirasi dari bentuk daun dan percabangan pohon cendana, yang merupakan flora khas Nusa Tenggara Timur, sekaligus menerapkan teknologi buka tutup pada bangunan dome botanical untuk pengendalian suhu, kelembapan dan sirkulasi udara dalam dome. Sebagai upaya menghadirkan pengalaman ruang yang menyatu dengan alam, perancangan mengedepankan prinsip keberlanjutan dan edukasi berbasis alam.   Kata Kunci: Botanical Tropicarium, Biomimetik, Ex-Situ, Nusa Tenggara Timur, Keanekaraaman Hayati, Konservasi, Flora Endemik