Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Optimalisasi Peran Bantuan Hukum Timbal Balik dalam Pengembalian Aset Hasil Tindak Pidana Korupsi Khoirur Rizal Lutfi; Retno Anggoro Putri
Undang: Jurnal Hukum Vol 3 No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.734 KB) | DOI: 10.22437/ujh.3.1.33-57

Abstract

One of the unresolved legal issues in Indonesia is corruption. The problem of law enforcement is not yet optimal so that the assets resulting from criminal acts of corruption which are often in excess of national territory make it difficult to return. Mutual Legal Assistance in Criminal Matters, abbreviated as MLA, which is expected to help law enforcement is not yet optimal. Indonesia, as a participant country of the United Nations Convention Againts Corruption (UNCAC), does not yet have a regulatory framework that comprehensively regulates the aspects recommended by the convention. This study aims to find out about efforts and mechanisms to optimize the role of MLA in the recovery of assets resulting from criminal acts of corruption in Indonesia, especially those abroad. This research is a normative juridical research conducted by library research and interviews with informants related to the legislation and comparison approach. This article concludes that optimizing the role of MLA requires several steps such as implementing MLA in a more detailed technical format, optimizing the role of law enforcement as the implementer and adopting the concept of Non-Conviction Based Asset Forfeiture (NCB). Abstrak Salah satu persoalan hukum yang belum terselesaikan di Indonesia adalah korupsi. Masalah belum optimalnya penegakan hukum hingga aset hasil tindak pidana korupsi yang seringkali berada melampaui batas wilayah negara sehingga menyulitkan pengembalianya acapkali menjadi persoalan tersendiri. Pelaksanaan kerjasama Bantuan Hukum Timbal Balik (Mutual Legal Assistance) disingkat MLA yang diharapkan membantu penegak hukum pun dirasa belum optimal. Sebagai negara peserta United Nations Convention Againts Corruption (UNCAC), Indonesia belum memiliki kerangka regulasi yang mengatur secara komprehensif aspek-aspek yang direkomendasikan konvensi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang upaya dan mekanisme optimalisasi peran MLA dalam pengembalian aset hasil tindak pidana korupsi di Indonesia terutama yang berada di luar negeri. Artikel ini merupakan hasil penelitian yuridis normatif yang dilakukan dengan cara studi kepustakaan dan wawancara terhadap narasumber terkait, dengan pendekatan perundang-undangan dan perbandingan. Artikel ini menyimpulkan bahwa untuk optimalisasi peran MLA diperlukan beberapa langkah seperti menerapkan MLA dalam format teknis yang lebih detail, optimalisasi peran penegak hukum sebagai pelaksananya, dan adopsi konsep Non-Conviction Based Asset Forfeiture (NCB) sebagai muatan substansi MLA.
Strategi Mitigasi Risiko dalam Operasi Transfer Batubara Ship to Ship: Analisis Keselamatan Operasional MV. Lumoso Jaya di Bojonegara Idham Nur Kholiq; Endra Winarni; Candra Oktyasari Putri; Retno Anggoro
Saintara: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Maritim Vol 9 No 1 (2025): SAINTARA (Maret 2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Akademi Maritim Nusantara Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52475/saintara.v9i1.366

Abstract

Keselamatan dan efisiensi operasional dalam kegiatan pemindahan muatan batubara melalui operasi ship-to-ship (STS) memerlukan evaluasi risiko dan pengembangan strategi yang komprehensif, khususnya mengingat karakteristik lingkungan maritim yang dinamis. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi manajemen risiko dan efektivitas strategi pengendalian dalam operasi transfer muatan batubara pada MV. Lumoso Jaya yang beroperasi di Perairan Bojonegara. Pendekatan kualitatif melalui studi kasus, penelitian ini melakukan pemetaan risiko operasional, analisis dampak, serta pengembangan strategi mitigasi yang sesuai. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa penerapan sistem evaluasi risiko yang sistematis, dikombinasikan dengan strategi pengendalian yang terukur, berperan signifikan dalam meminimalisir insiden dan memastikan pemenuhan standar regulasi maritim. Faktor kritikal dalam keberhasilan operasi meliputi sinkronisasi antar pemangku kepentingan serta komitmen terhadap standar operasional yang tinggi. Penelitian ini merekomendasikan penguatan protokol keselamatan kerja dan peningkatan program pelatihan kompetensi bagi personel kapal untuk mengoptimalkan keamanan operasional.
Pengaruh Praktik Manajemen Sumber Daya Manusia terhadap Kinerja Keselamatan Pelayaran melalui Manajemen Perawatan Mesin Kapal Tug Boat (Survei pada Perusahaan Pelayaran di Semarang 2024) Khaeroman; Fitri Suprapti; Retno Anggoro; Endra Winarni
Saintara: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Maritim Vol 9 No 1 (2025): SAINTARA (Maret 2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Akademi Maritim Nusantara Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52475/saintara.v9i1.384

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh praktik manajemen sumber daya manusia terhadap kinerja keselamatan pelayaran dengan manajemen perawatan mesin kapal sebagai variabel mediasi. Variabel independen meliputi Selection and Recruitment, Training and Development, Reward Management, dan Teamwork Management. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan sampel sebanyak 92 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh variabel independen berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keselamatan pelayaran. Selection and Recruitment (t=2,166, sig=0,033), Training and Development (t=3,376, sig=0,001), Reward Management (t=4,728, sig=0,000), dan Teamwork Management (t=2,636, sig=0,010) memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja dengan nilai t tabel 1,894. Manajemen perawatan mesin kapal terbukti memediasi hubungan antara praktik manajemen sumber daya manusia (SDM) dan kinerja (t=21,136, sig=0,000). Model penelitian menunjukkan tingkat penjelasan yang tinggi dengan Adjusted R Square sebesar 84,7%. Penelitian merekomendasikan peningkatan sistem rekrutmen, pengembangan program pelatihan, perbaikan sistem reward, optimalisasi manajemen waktu, serta penguatan sistem perawatan mesin kapal untuk meningkatkan kinerja keselamatan pelayaran.