Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

EVALUASI PROGRAM KEAGAMAAN SEBAGAI MILEU PEMBENTUKAN AKHLAK TERPUJI TERHDAP SESAMA SISWA DI MA MANBAUL HUDA CISAMBENG-MAJALENGKA Eman Sulaeman; Yoyoh Badriyyah; Kodim Mulyadi
Edulead : Journal of Education Management Vol 2 No 2 (2020): Edulead : Journal of Education Management
Publisher : LPPM Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji evaluasi terhadap program pembiasaan keagamaan kaitannya dengan pembentukan akhlak terpuji di kalangan siswa terhadap sesama. Penelitian ini menjadi penting karena keunikan sekolah dalam membangun akhkal siswa yaitu melalui program pembiasaan. Tujuan penelitian ini ingin mengetahui bagaimana keberhasilan program tersebut dalam membentuk akhlak terpuji siswa di sekolah tersebut. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan penelitian lapangan yang bersifat evaluatif. Dengan menggunakan model evaluasi program CIPP (Context, Input, Process, Product) yang dikembangkan oleh Stufflebeam. Alat pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi untuk menilai siswa oleh guru serta penilaian diri oleh siswa. Objek penelitian yang dilibatkan adalah 5 orang guru dan 86 orang siswa. Hasil penelitian ditemukan bahwa program pembiasaan keagamaan di MA Manba'ul Huda Cisambeng telah menunjukan keberhasilannya dalam membentuk akhlak terpuji siswa terhadap sesama. Keberhasilan ini tidak lepas dari faktor-faktor pendukung seperti kejelasan dalam merancang kegiatan, kualitas input program yang memadai serta adanya proses pelaksanaan kegiatan yang terkendali dan termonitoring.
Gender dalam Tinjauan Islam Yoyoh Badriyyah
Misykah : Jurnal Pemikiran dan Studi Islam Vol 5 No 1 (2020): Misykah : jurnal Pemikiran dan Studi Islam
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah IAI Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islam is a religion of empowerment, that is, a religion that requires the formation of the readiness and ability of each individual human being to carry out his role, namely to do good. Why is there an order in Islam to support the weak (dlo'if), look after orphans, and educate children? All of this is directed to the formation of mental and physical readiness to carry out his life existence. Thus, efforts to weaken, oppress, hegominate and tyrannize a person are things that Islam does not expect. The presence of gender as a marker of the existence of human genital variants - in Islamic views - is not something that needs to be contradicted. Both are just distinctions that have the same role and function, namely realizing divine values ​​(religion) which are true in accordance with His instructions (al-khoir) and the truth as a result of a just interpretation of the verses (al-ma'ruf). Thus, forms of injustice as a limitation effect of gender interpretations or interpretations of God's verses, are actually issues that need to be resolved. From this, the authors conclude that the gender movement as a form of movement to build justice and empowerment of men and women is not something that is against Islamic teachings but something that is in line with one of the teachings of Islam. Abstrak Islam adalah agama pemberdayaan yaitu agama yang menghendaki terbentuknya kesiapan dan kesanggupan tiap individu manusia untuk menjalankan perannya yaitu melakukan kebaikan. Mengapa di dalam islam ada perintah menyantuni orang lemah (dlo'if), memelihara anak yatim, dan mendidik anak-anak?. Semua ini diarahkan untuk terbentuknya kesiapan mental dan fisik untuk menjalankan eksistensi hidupnya. Dengan demikian, upaya-upaya pelemahan, penindasan, hegomoni dan tirani terhadap seseorang, menjadi hal yang tidak diharapkan oleh islam. Kehadiran gender sebagai penanda adanya varitas kelamin manusia –dalam tinjauan islam-bukanlah sesuatu yang perlu dipertentangan. Keduanya sekedar distingsi yang memiliki peran dan fungsi sama yaitu mewujudkan nilai-nilai ketuhanan (agama) yang kebenarnya sesuai dengan petunjuk-Nya (al-khoir) serta kebenaran sebagai hasil interpretasi berkeadilan ayat-ayatnya (al-ma'ruf). Dengan demikian, bentuk-bentuk ketidakadilan sebagai efek keterbatasan dari interpretasi gender atau hasil interpretasi terhadap ayat-ayat Tuhan, sesungguhnya persoalan yang perlu diselesaikan. Dari sinilah, penulis berkesimpulan bahwa gerakan gender sebagai bentuk gerakan membangun keadilan dan pemberdayaan kaum laki-kali dan perempuan, bukanlah sesuatu yang bertentangan dengan ajaran islam melainkan sesuatu yang selaras dengan salah satu ajaran islam.
Model Integrasi Antara Pendidikan Agama Islam Dengan Ilmu Psikologi Yoyoh Badriyyah
Misykah : Jurnal Pemikiran dan Studi Islam Vol 7 No 1 (2022): Misykah : Jurnal Pemikiran dan Studi Islam
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah IAI Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kajian ini membahas model integrasi nilai-nilai agama islam (PAI) dalam pembelajaran Psikologi. Kajian ini berangkat dari pentingnya integrasi nilai-nilai keislaman dalam pembelajaran Psikologi (yang selama ini masih dipandang jauh dari nilai-nilai keislaman). Tujuan dari kajian ini yaitu ingin mendeskripsikan model integrasi nilai-nilai keagamaan dalam pembelajaran Psikologi, yang digagas oleh Muhamamd Utsman Najati. Kajian ini merupakan jenis penelitian pustaka, dengan cara elakukan telaah terhadap karya-karya dari Muhammad Utsman Najati, khususnya terkait dengan integrasi nilai-nilai agama dalam Psikologi.Dalam menganalisis kajian pustaka ini, penulis menggunakan analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menujukan bahwa model integrasi nilai-nilai agama islam dalam pembelajaran Psikologi bisa ditempuh melalui 3 tahapan: pertama, aspek nilai, mofel dan hasil. Abstract This study discusses the model of integration of Islamic religious values ​​(PAI) in psychology learning. This study departs from the importance of integrating Islamic values ​​in psychology learning (which so far is still considered far from Islamic values). The purpose of this study is to describe the integration model of religious values ​​in psychology learning, which was initiated by Muhamamd Uthman Najati. This study is a type of library research, by examining the works of Muhammad Uthman Najati, particularly related to the integration of religious values ​​in psychology. In analyzing this literature review, the author uses content analysis. The results of the study indicate that the model of integrating Islamic religious values ​​in psychology learning can be reached through 3 stages: first, aspects of value, model and results.
Entitas Manusia Dalam Quran Serta Implikasinyanya Dalam Pendidikan Dan Mitigasi Covid –19 Yoyoh Badriyyah; Eman Sulaeman
Misykah : Jurnal Pemikiran dan Studi Islam Vol 6 No 2 (2021): Misykah : jurnal Pemikiran dan Studi Islam
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah IAI Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini ini mengkaji soal entitas manusia dalam Alquran dan implikasinya dalam dunia pendidikan dan mitigasi dari covid 19. Kajian terhadap entitas manusia dalam alquran menjadi hal yang penting melihat posisinya sangat dasar dalam pemberian layanan pendidikan dan mitigasi covid 19. Tujuan dari penelitian ini menemukan suattu konsep dalam mitigasi wabah covid-19 dari pendekatan pendidikan dan pemahaman diri manusia atas dirinya sebagai makluk biologis dan psikologis. Penelitian ini termasuk deskriptif kualitatif, dengan metode penelitian yaitu analisis teks / pustaka. Sedangkan objek kajiannya yaitu ayat-ayat Alquran serta teks-teks yang berkaitan dengan pendidikan dan covid-19. Dalam analaisis ayat, peneliti menggunakan pendekatan tematik, dimulai dari menghimpun ayat-ayat Al-Quran yang berkatian dengan entitas manusia, mengklasifikasikan dan menafsirkan dari sudut pandang pendidikan dan kesehatan. Hasil penelitian, diperoleh: pertama, manusia -dalam padangan Alquran- merupakan entitas yang terbangun oleh dua komponen dasar yaitu komponen biologis dan makluk psikologis; Kedua, kesadaran diri manusia sebagai makluk biologis dan psikologis berimplikasi terhadap pendidikan, bahwa kedua aspek tersebut perlu mendaptkan layanan pendidikan secara kuat dan seimbang supaya mampu menghadapi berbagai persoalan baik yang menyangkut fisik atau imunitas (seperti wabah covid) maupun psikis (seperti stres, kecemasan dan ketakutan); ketiga, pemulihan wabah covid-19,- dalam konteks pemahaman esensi manusia sebagai makluk biologis dan Psikologis- perlu didekati dengan dua hal, yaitu penguatan psisik / imunitas seperti pengobatan dan vaksinasi, serta pendidikan / penguatan psikis seperti pembiasaan berdzikir, berdoa, hiburan dan konsulting bagi pasen isoman. ABTRAC This study examines the human entity in the Qur'an and its implications in the world of education and mitigation of covid 19. The study of the human entity in the Qur'an is important considering its very basic position in providing educational services and mitigating covid 19. The purpose of this study is to find a concept in mitigating the covid-19 outbreak from an educational approach and human self-understanding of himself as a biological and psychological being. This research is descriptive qualitative, with research method that is text/library analysis. While the object of study is the verses of the Koran and texts related to education and COVID-19. In the verse analysis, the researcher uses a thematic approach, starting from collecting the verses of the Koran related to human entities, classifying and interpreting it from the point of view of education and health. The results of the study, obtained: first, humans -in the view of the Koran- are entities that are built by two basic components, namely biological components and psychological beings; Second, human self-awareness as biological and psychological beings has implications for education, that both aspects need to receive strong and balanced educational services in order to be able to deal with various problems, both related to physical or immunity (such as the covid outbreak) and psychologically (such as stress, anxiety and depression). Fright); third, the recovery from the covid-19 outbreak, - in the context of understanding the essence of humans as biological and psychological beings - needs to be approached with two things, namely physical strengthening/immunity such as treatment and vaccination, as well as education/psychic strengthening such as habituation of dhikr, prayer, entertainment and counseling. for isoman patients.
Entitas Manusia Dalam Quran Serta Implikasinyanya Dalam Pendidikan Dan Mitigasi Covid –19 Yoyoh Badriyyah; Eman Sulaeman
Misykah : Jurnal Pemikiran dan Studi Islam Vol 6 No 2 (2021): Misykah : jurnal Pemikiran dan Studi Islam
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah IAI Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini ini mengkaji soal entitas manusia dalam Alquran dan implikasinya dalam dunia pendidikan dan mitigasi dari covid 19. Kajian terhadap entitas manusia dalam alquran menjadi hal yang penting melihat posisinya sangat dasar dalam pemberian layanan pendidikan dan mitigasi covid 19. Tujuan dari penelitian ini menemukan suattu konsep dalam mitigasi wabah covid-19 dari pendekatan pendidikan dan pemahaman diri manusia atas dirinya sebagai makluk biologis dan psikologis. Penelitian ini termasuk deskriptif kualitatif, dengan metode penelitian yaitu analisis teks / pustaka. Sedangkan objek kajiannya yaitu ayat-ayat Alquran serta teks-teks yang berkaitan dengan pendidikan dan covid-19. Dalam analaisis ayat, peneliti menggunakan pendekatan tematik, dimulai dari menghimpun ayat-ayat Al-Quran yang berkatian dengan entitas manusia, mengklasifikasikan dan menafsirkan dari sudut pandang pendidikan dan kesehatan. Hasil penelitian, diperoleh: pertama, manusia -dalam padangan Alquran- merupakan entitas yang terbangun oleh dua komponen dasar yaitu komponen biologis dan makluk psikologis; Kedua, kesadaran diri manusia sebagai makluk biologis dan psikologis berimplikasi terhadap pendidikan, bahwa kedua aspek tersebut perlu mendaptkan layanan pendidikan secara kuat dan seimbang supaya mampu menghadapi berbagai persoalan baik yang menyangkut fisik atau imunitas (seperti wabah covid) maupun psikis (seperti stres, kecemasan dan ketakutan); ketiga, pemulihan wabah covid-19,- dalam konteks pemahaman esensi manusia sebagai makluk biologis dan Psikologis- perlu didekati dengan dua hal, yaitu penguatan psisik / imunitas seperti pengobatan dan vaksinasi, serta pendidikan / penguatan psikis seperti pembiasaan berdzikir, berdoa, hiburan dan konsulting bagi pasen isoman. ABTRAC This study examines the human entity in the Qur'an and its implications in the world of education and mitigation of covid 19. The study of the human entity in the Qur'an is important considering its very basic position in providing educational services and mitigating covid 19. The purpose of this study is to find a concept in mitigating the covid-19 outbreak from an educational approach and human self-understanding of himself as a biological and psychological being. This research is descriptive qualitative, with research method that is text/library analysis. While the object of study is the verses of the Koran and texts related to education and COVID-19. In the verse analysis, the researcher uses a thematic approach, starting from collecting the verses of the Koran related to human entities, classifying and interpreting it from the point of view of education and health. The results of the study, obtained: first, humans -in the view of the Koran- are entities that are built by two basic components, namely biological components and psychological beings; Second, human self-awareness as biological and psychological beings has implications for education, that both aspects need to receive strong and balanced educational services in order to be able to deal with various problems, both related to physical or immunity (such as the covid outbreak) and psychologically (such as stress, anxiety and depression). Fright); third, the recovery from the covid-19 outbreak, - in the context of understanding the essence of humans as biological and psychological beings - needs to be approached with two things, namely physical strengthening/immunity such as treatment and vaccination, as well as education/psychic strengthening such as habituation of dhikr, prayer, entertainment and counseling. for isoman patients.
EVALUASI PROGRAM KEAGAMAAN SEBAGAI MILEU PEMBENTUKAN AKHLAK TERPUJI TERHDAP SESAMA SISWA DI MA MANBAUL HUDA CISAMBENG-MAJALENGKA Eman Sulaeman; Yoyoh Badriyyah; Kodim Mulyadi
Edulead : Journal of Education Management Vol 2 No 2 (2020): Edulead : Journal of Education Management
Publisher : LPPM Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji evaluasi terhadap program pembiasaan keagamaan kaitannya dengan pembentukan akhlak terpuji di kalangan siswa terhadap sesama. Penelitian ini menjadi penting karena keunikan sekolah dalam membangun akhkal siswa yaitu melalui program pembiasaan. Tujuan penelitian ini ingin mengetahui bagaimana keberhasilan program tersebut dalam membentuk akhlak terpuji siswa di sekolah tersebut. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan penelitian lapangan yang bersifat evaluatif. Dengan menggunakan model evaluasi program CIPP (Context, Input, Process, Product) yang dikembangkan oleh Stufflebeam. Alat pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi untuk menilai siswa oleh guru serta penilaian diri oleh siswa. Objek penelitian yang dilibatkan adalah 5 orang guru dan 86 orang siswa. Hasil penelitian ditemukan bahwa program pembiasaan keagamaan di MA Manba'ul Huda Cisambeng telah menunjukan keberhasilannya dalam membentuk akhlak terpuji siswa terhadap sesama. Keberhasilan ini tidak lepas dari faktor-faktor pendukung seperti kejelasan dalam merancang kegiatan, kualitas input program yang memadai serta adanya proses pelaksanaan kegiatan yang terkendali dan termonitoring.
STRATEGI PONDOK PESANTREN DALAM PENGUATAN MODERASI DI KAWASAN INDUSTRI Umihani; Yoyoh Badriyyah; Darrotul Jannah; Ali Maksum
Geneologi PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 11 No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/geneologipai.v11i1.9995

Abstract

Kajian terhadap strategi pesantren dalam penguatan moderasi beragama terutama di kawasan industri, menjadi sangat penting setidaknya dilihat dari dua alasan: Pertama, bahwa setiap industrialisasi apapun, bukan hanya menimbulkan dampak positif saja, tetapi dapat menimbulkan dampak negatif pula seperti terjadinya perubahan kebudayaan dan pemikiran. Hal ini yang menjadi salah satu pendorong munculnya kontestasi ideologi ekstrimisme di kalangan para buruh dan karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sikap pesantren Manba'ul Huda terhadap kebijakan pemerintah tentang pengembangan industri di Majalengka Timur. Sistem pendidikan, desain kurikulum dan metode pendidikan yang diterapkan oleh pesantren Manba’ul Huda dalam penguatan moderasi beragama eksistensi pesantren Manba'ul Huda dalam penguatan moderasi beragama di kalangan masyarakat industri Majalengka. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sumber data primer yaitu kiayi, ustadz dan para santri juga sumber data primer yaitu beberapa dokumen yang berkaitan dengan kajian ini. Teknik pengumpulan datanya menggunakan wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Adapun teknik analisis datanya melalui reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa kebijakan industrialisasi di Majalengka Timur, bagi pondok pesantren Manba’ul Huda difahami sebagai keniscayaan di era modern, sekaligus peluang baru untuk peningkatan kesejahteraan ekonomi rakyat. Sistem pendidikan, desain kurikulum dan metode pendidikan yang diterapkan oleh pesantren Manba’ul Huda dalam penguatan moderasi beragama untuk mitigasi lahirnya deradikalisasi agama -sebagai efek negatif dari industrialisasi- pesantren Manba’ul Huda telah memiliki sistem pendidikan yang lebih integratif-holistik. Strategi pondok pesantren dalam penguatan moderasi beragama di kawasan industri pesantren Manbaul Huda terus bersinergi dengan para tokoh masyarakat dan jaringan pesantren lainnya, memberikan edukasi pentingnya moderasi beragama, multikulturalisme, kesatuan kepada masyarakat sekitar industri melalui forum-forum pengajian, bahtsul masail, juga forum keserasian sosial & kunjungan industri.
The Resolution of Hidden Curriculum Implementation Problems in Islamic Boarding Schools Saidah, Zahrotus; Syathori, Ahmad; Badriyah, Yoyoh
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol 23, No 2 (2023)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/dms.2023.232.16477

Abstract

The background of this empowering society program is based on the stakeholder's concern about educators' low competence, which is marked by the lack of knowledge and skills in practising learning according to the curriculum in force. This program aims to train teachers of Islamic studies at Al Shighar Gedongan Islamic Boarding School in preparing lesson plans and learning tools based on the 7 Commitment curriculum. This hidden curriculum has been developed to emphasise strengthening character values that involve aspects of students’ knowledge, feelings, and actions. The method used in this program is Participatory Action Research (PAR), carried out in four meetings attended by 35 participants and teachers of Islamic studies subject. The results of the training activities are teachers' competence and ability to develop lesson plans and learning tools that integrate the values of the seven commitments after the pretest and post-test in 24-30 per cent.
Pengembangan Model Pembelajaran PAI Berbasis Ekstrakurikuler Yoyoh Badriyyah
Eduprof : Islamic Education Journal Vol. 1 No. 2 (2019): Eduprof : Islamic Education Journal
Publisher : Program Pascasarjana, Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/eduprof.v1i2.17

Abstract

There are many efforts made by schools in efforts to develop Islamic Education learning in schools. However, sometimes these efforts are still unable to solve the problems that arise in schools. Management of extracurricular programs in schools requires a well-planned and comprehensive design that includes all learning components. Because these learning components contribute to the success rate of the implementation of learning. Krida Nusantara, as a public-based school has shown a model in the development of Islamic Education learning in public schools, namely through an integrated approach with well-managed extracurricular religious programs. The results of this study show that the success of implementing Islamic Education learning in schools is supported by the extracurricular religious education program. (penag) which is well designed and implemented, starting from the aspects of learning design (learning objectives, teaching materials, process and evaluation), management staff (religious leaders), teaching staff, and controlling learning constraints. Abstrak Banyak upaya yang dilakukan sekolah dalam upaya pengembangan pembelajaran PAI di sekolah. Namun upaya-upaya tersebut terkadang masih belum mampu mengatasi persoalan yang muncul di sekolah. Pengelolaan program ekstrakurikuler di sekolah dibutuhkan suatu desain yang terencana dengan baik serta komprehensif mencakup seluruh komponen-komponen pembelajaran. Sebab komponen-komponen pembelajaran tersebut ikut andil mempengarhui tingkat keberhasilan pelaksanaan pembelajran. Krida Nusantara, sebagai sekolah yang berbasis umum telah menunjukan sebuah model dalam pengembangan pembelajaran PAI di sekolah umum yaitu melalui pendekatan inegrasi dengan program ekstrakurikuler keagamaan yang terkelaola dengan baik.hasil penelitian ini menunjukan bahwa keberhasilan penyelenggaraan pembelajaran PAI di sekolah karena ditunjang oleh program ekstrakurikuler pendidikan agama (penag) yang dirancang dan dilaksanakan dengan baik, mulai dari aspek desain pembelajaran (tujuan pembelajaran, materi ajar, proses dan evaluasi), tenaga pengelola (pamong agama), tenaga pengajar, serta pengendalian kendala pembelajaran.
The Resolution of Hidden Curriculum Implementation Problems in Islamic Boarding Schools Saidah, Zahrotus; Syathori, Ahmad; Badriyah, Yoyoh
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol. 23 No. 2 (2023)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/dms.2023.232.16477

Abstract

The background of this empowering society program is based on the stakeholder's concern about educators' low competence, which is marked by the lack of knowledge and skills in practising learning according to the curriculum in force. This program aims to train teachers of Islamic studies at Al Shighar Gedongan Islamic Boarding School in preparing lesson plans and learning tools based on the 7 Commitment curriculum. This hidden curriculum has been developed to emphasise strengthening character values that involve aspects of students’ knowledge, feelings, and actions. The method used in this program is Participatory Action Research (PAR), carried out in four meetings attended by 35 participants and teachers of Islamic studies subject. The results of the training activities are teachers' competence and ability to develop lesson plans and learning tools that integrate the values of the seven commitments after the pretest and post-test in 24-30 per cent.