Febriani, Luna
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Agama, Sekolah dan Pemenuhan Hak (Telaah Ketersediaan Guru Agama Berbasis Agama Siswa di SD Kabupaten Bangka) Febriani, Luna
Asketik : Jurnal Agama dan Perubahan Sosial Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Pusat penelitian dan Pengembangan Masyarakat (P3M) IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/ask.v4i1.1985

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negarapenduduknya memiliki ragam keyakinan agama, diantaranya Islam, Kriten, Katolik, Budha, Hindu, Konghucu dan ajaran kepercayaan lainnya. Mayoritas dari penduduk Indonesia menganut menganut agama Islam. Hal ini kemudian menjadikan mata pelajaran agama merupakan mata pelajaran wajib dasar yang diberikan di sekolah-sekolah pada  setiap tingkatan SD, SLTP, SLTA hingga Perguruan Tinggi. Kabupaten Bangka memiliki 6 agama sesuai dengan agama yang diakui oleh Indonesia yaitu agama Islam, Budha, Hindu, Katolik, Protestan, dan Khong Hu Cu. Kabupaten Bangka merupakan salah satu kabupaten yang dikenal akan keanekaragaman kepercayaan dan menjunjung tinggi hak dalam menghargai perbedaan. Penelitian ini dirancang untuk mengidentifikasi fenomena-fenomena yang terjadi terkait dengan ketersediaan guru agama berbasis agama siswa dalam konteks pemenuhan hak siswa atas pendidikan agama yang layak dan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kondisi penerapan pendidikan agama tersebut di Sekolah Dasar (SD) baik negeri maupun swasta di Kabupaten Bangka terkait dengan ketersediaan guru agama yang seagama dengan siswa. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dekriptif dengan menggunakan perspektif Sosiologi Pendidikan sebagai pisau analisanya. Hasil penelitian menunjukkan persoalan yang dihadapi terkait mata pelajaran agama yang dihadapi pada sekolah tingkat dasar di Kabupaten Bangka adalah acapkali mata pelajaran agama diajarkan oleh guru yang tidak memiliki kompetensi dengan mata pelajaran agama yang diajarkan. Hal ini kemudian menjadikan siswa dengan agama minoritas pada sekolah tersebut mengikuti pelajar agama siswa mayoritas atau mereka akan diajarkan pelajaran agama oleh guru yang tidak memiliki basis keagaman. Kata Kunci: Pendidikan, Sekolah, Agama, Hak 
Agama, Sekolah dan Pemenuhan Hak: (Telaah Ketersediaan Guru Agama Berbasis Agama Siswa di SD Kabupaten Bangka) Febriani, Luna; Wulansari, Dini; Saputra, Putra Pratama; Syawaludin
Asketik: Jurnal Agama dan Perubahan Sosial Vol. 4 No. 1 (2020): Asketik: Jurnal Agama dan Perubahan Sosial
Publisher : Prodi Sosiologi Agama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/asketik.v4i1.1001

Abstract

Indonesia is a country whose population has a variety of religious beliefs, including Islam, Christianity, Catholicism, Buddhism, Hinduism, Confucianism, and others beliefs. The majority of Indonesia's population adheres to Islam. This then makes religious subjects a basic compulsory subject given in schools at every level of elementary, middle school even university. Bangka Regency has 6 religions in accordance with the religions recognized by Indonesia, namely Islam, Buddhism, Hinduism, Catholicism, Protestantism, and Khong Hu Cu. Bangka is one of the districts known for the diversity of trust and upholds the right to respect differences. This research was designed to identify the phenomena occurring which was related to the availability of religious teachers based on the context of fulfilling students' rights to proper religious education for them and to identify the factors influencing the conditions of the application of religious education in elementary schools (SD), both in private schools and state schools, related to the availability of religious teachers who were of the same religion as students. The method used in this research was descriptive qualitative using the perspective of Educational Sociology as the blade of analysis. The results showed that the problems faced in relation to religious subjects faced at primary schools in Bangka were often the subjects taught by teachers who were not competing with them. This then made students with minority religions in the school follow the majority ones' religions or they got the subject from teachers with incapability in religious basis.