Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK KASAR Sargassum sp. DARI PANTAI SAYANG HEULANG, GARUT-JAWA BARAT Windy Widowaty
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 8, No 2 (2018): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.174 KB) | DOI: 10.35194/agsci.v8i2.487

Abstract

Salah satu sumber daya hayati yang berasal dari perairan Indonesia adalah rumput laut.Rumput laut banyak mengandung senyawa kimia sebagai metabolit primer yang dimanfaatkan sebagai bahan pangan dan metabolit sekunder yang memiliki aktivitas sebagai antimikroba, antikanker, antioksidan, antiperadangan, antivirus, dan sebagainya.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui aktivitas antimikroba ekstrak rumput laut Sargassum sp yang berasal dari Pantai Sayang Heulang Kecamatan Pamengpeuk Kabupaten Garut, Jawa Barat. Untuk mendapatkan ekstrak kasar rumput laut, dilakukan ekstraksi dengan metode Folch yang telah dimodifikasi (metanol : kloroform : buffer fosfat, 2:1:0,8 (v/v)). Dari hasil ekstraksi diperoleh ekstrak kasar fasa metanol – air dan ekstrak kasar fasa kloroform. Masing – masing ekstrak kasar tersebut diuji aktivitasnya terhadap empat bakteri yaitu: Escherichia coli, Pseudomonas aeruginosa, Staphylococcus aureus, dan Bacillus cereus. Pengujian aktivitas antimikroba dilakukan dengan metode difusi cakram. Hasil uji aktivitas antibakteri terhadap masing – masing ekstrak kasar didapatkan bahwa ekstrak kasar fasa kloroform memiliki aktivitas antibakteri yang lebih baik apabila dibandingkan dengan ekstrak kasar fasa metanol – air dengan diameter zona bening yang terbentuk sebesar 33 mm (E. coli), 33 mm (P.aeruginosa), 3 mm (B. cereus) dan 47 mm (S. aureus)
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK METANOL Gracilaria sp. DAN Ulva sp. DARI PANTAI SAYANG HEULANG Windy Widowaty; Yopi Setiawan; Wildan Wibawa Perdana
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 10, No 2 (2020): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agsci.v10i2.1163

Abstract

Rumput laut atau makro alga merupakan sudah sejak lama di Indonesia dikenal sebagai bahan makanan tambahan, sayuran dan obat tradisional. Gracilaria sp mengandung banyak metabolit seperti : karoten, terpenoid, xantofil, klorofil, vitamin, dan beberapa senyawa antioksidan sementara senyawa bioaktif tersebut terkandung pada Ulva sp yang disebut dengan istilah ulvan, yaitu Sulfated Polysaccharide. Kedua jenis rumput laut tersebut banyak ditemukan di pantai Sayang Heulang, Garut Jawa Barat. Antioksidan yang terkandung dalam Ulva sp bersifat alami, tidak seperti antioksidan sintetis, seperti Butylated Hydroxyanisole (BHA) dan Butylated Hydroxytoluene (BHT) yang dapat mengganggu fungsi hati dan bersifat karsinogenik. Radikal bebas (free radical) merupakan salah satu bentuk senyawa dengan memiliki elektron yang tidak berpasangan dimana senyawa tersebut sangat reaktif mencari pasangan elektron dari molekul lain yang ada disekitarnya agar menstabilkan diri. Antioksidan ini berfungsi untuk membantu melindungi tubuh dari serangan radikal bebas dan meredam dampak negatifnya. Selain daripada itu, antioksidan pun dapat berkomponen untuk melindungi sel dari kerusakan yang diakibatkan oleh reaktif oksigen spesies seperti oksigen singlet, superoksida, radikal hidroksil, radikal peroksil dan peroksi nitrit. Pada penelitian ini dilakukan pengujian aktivitas antioksidan dari dua jenis rumput laut yang berasal dari pantai Sayang Heulang Garut, Jawa Barat yaitu jenis Gracilaria sp dan Ulva sp dengan menggunakan metoda DPPH. Untuk mendapatkan ekstrak kasar rumput laut tersebut, maka dilakukan ekstraksi dengan metode Folch yang telah dimodifikasi (metanol : kloroform : buffer fosfat, 2:1:0,8 (v/v)). Ekstrak yang dihasilkan masing – masing diuji aktivitas antioksidanya dengan menggunakan metode DPPH. Hasil penelitian tersebut, menunjukkan bahwa ekstrak kasar Gracilaria sp dan Ulva sp memiliki aktivitas antioksidan masing – masing sebesar 221,76 µg/mL dan 404,73 µg/mL.
ANALISIS CEMARAN LOGAM (Cu dan Zn) PADA KOPI BUBUK Windy Widowaty; Akhmad Zakaria; Tia Yura Nurfiana
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 10, No 1 (2020): June
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agsci.v10i1.972

Abstract

Pada makanan dan minuman sering terdapat unsur-unsur yang tidak mempunyai nilai nutrisi. Adanya unsur-unsur tersebut selalu dihubungkan dengan sifat-sifat yang tidak diinginkan dan kadang-kadang beracun sehingga membahayakan kesehatan konsumen. Oleh karena itu, diperlukan syarat-syarat untuk industri makanan dan minuman agar produksinya tidak membahayakan bagi konsumen, sehingga dilakukan pengujian cemaran logam sesuai dengan SNI. Analisis yang dilakukan yaitu penentuan kadar cemaran logam Cu dan Zn yang kemungkinan terkandung dalam kopi bubuk dengan menggunakan alat Spektrofotometer Serapan Atom. Hasil penelitian menunjukan kadar logam Cu dan Zn dari dua belas sampel kopi bubuk berkisar antara 0,851 mg/kg sampai 1,259 mg/kg dan untuk kadar Zn berkisar antara 1,242 mg/kg sampai 1,826 mg/kg sehingga tidak melebihi syarat maksimum kadar Cu menurut SNI 01-2983-1994, yaitu sebesar 30 mg/kg.
The Effect Of Moringa Leaf (Moringa Oleifera L.) Powder Substitution In Physicochemical And Organoleptic Characteristics Of Ice Cream Rima Anjani; Akhmad Zakaria; Windy Widowaty
Journal of Applied Food and Nutrition Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.625 KB) | DOI: 10.17509/jafn.v2i1.41830

Abstract

Protein and calcium are two nutrients that are essential to the human body. These nutrients can be acquired through the consumption of animal and vegetable foods. Moringa leaves are a protein and calcium-rich vegetable dietary product. The goal of this study is to investigate the physicochemical and organoleptic properties of ice cream products by the addition of Moringa leaf powder. This study used an experimental method with a one-factor total randomized design.  The addition of 0%, 3%, 6%, 9%, and 12% Moringa leaf powder treatment was carried out with 5 repetitions. The Kjeldahl method was used to analyse total protein content and Atomic Absorption Spectrophotometry was used to analyse the amount of Calcium in ice cream products. In this research, we tested the volume, mass, overrun, and melting time of ice cream, and so do the hedonic, and organoleptic characteristics. The results showed that calcium and protein levels of Moringa ice cream increased along with the addition of Moringa leaf powder. Ice cream with the addition of Moringa leaf powder by 12% had an average value of calcium and protein content higher compared to other ice cream samples. The addition of 9% Moringa leaf powder gave the best-overrun value of 47.86% which was determined based on the swelling power of the ice cream dough. Ice cream with 3% Moringa powder has the longest melting power of 12.82 minutes. organoleptic test results show that ice cream with 3% Moringa has the highest level of preference, with a total point of 527 for colour, 509 for aroma, 559 for taste, and 546 for texture. This study shows that Moringa leaves can be used as a substituent in ice cream.
Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Ulva sp dan Gracilaria sp dari Pantai Sayang Heulang Windy Widowaty; Sri Maryam; Nurul Novianti; Lita Mulyani
JC-T (Journal Cis-Trans): Jurnal Kimia dan Terapannya Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : State University of Malang or Universitas Negeri Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um0260v7i12023p023

Abstract

Ulva sp. dan Gracilaria sp. banyak ditemukan di sepanjang pesisir pantai Sayang Heulang, Garut Jawa Barat dan memiliki potensi sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kapasitas antioksidan dari kedua jenis rumput laut tersebut dengan menggunakan metode FRAP (Ferric Reducing Antioxidant Power). Pengambilan sampel Rumput laut dilakukan pada bulan Maret 2022 di pantai Sayang Heulang Garut, Jawa Barat. Masing – masing sampel rumput laut dibersihkan dan dimaserasi menggunakan Etanol 70% selama 3x24 jam dan selanjutnya dipekatkan dengan rotary evaporator untuk analisis selanjutnya. Hasil analisis fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak Etanol Ulva sp positif mengandung flavonoid, tanin, saponin dan alkoloid, sementara ekstrak etanol Gracilaria sp positif mengandung alkoloid, flavonoid tanin, steroid dan saponin. Kapasitas antioksidan kedua jenis rumput laut dilakukan dengan metode FRAP dan asam askorbat sebagai standar. Masing – masing ekstrak etanol Ulva sp dan Gracilaria sp diukur menggunakan spektrofotometer pada panjang gelombang 694 nm. Hasil analisis menunjukkan bahwa masing – masing ekstrak etanol Ulva sp memiliki kapasitas antioksidan sebesar 1,8 mg AAE/gram sampel dan Gracilaria sp sebesar 5,50 mg AAE/gr sampel. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai potensi bioaktif yang dimiliki oleh berbagai jenis rumput laut yang ada di pantai Sayang Heulang, Garut Jawa Barat.
Penguatan Kapasitas Komunitas sebagai Strategi Pencegahan Stunting di Desa Karyamukti Fitriansyah, Sani Nurlaela; Astriany, Dewi; Riasari, Hesti; Nelvi, Nelvi; Nanda, Nanda; Widowaty, Windy
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 2 (2025): Bulan November
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i2.824

Abstract

Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di Desa Karyamukti, Kabupaten Garut. Berbagai upaya telah dilakukan namun prevalensi tetap tinggi. Program pengabdian kepada masyarakat oleh STFI yang berkerjasama dengan Rumah Tangguh Stunting (RTS) bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat terkait pencegahan stunting. Program ini mentargetkan ibu-ibu serta kader posyandu melalui kegiatan edukasi terstruktur dan pendampingan langsung. Metode yang digunakan mencakup Focus Group Disussion (FGD), penyebaran kuisioner pre-test dan post-test, serta pengenalan produk tambahan gizi berbasis lokal seperti serbuk telur dan madu curcumin. Hasil program ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pengetahuan dan kesadaran peserta, dengan kader posyandu menjadi lebih proaktif dalam memantau tumbuh kembang anak. Inisiatif ini membuktikan bahwa edukasi terarah dan intervensi yang tepat dapat meningkatkan upaya pencegahan stunting, sekaligus menekankan pentingnya keterlibatan komunitas dan pemantauan berkelanjutan untuk mencapai hasil yang berkesinambungan
Effect of Extraction Time and Sodium Bisulfite on Citronella (Cymbopogon nardus) Extract: Yields, Moisture, and GC-MS Analysis Windy Widowaty; Meidina; Sulistyorini
KOVALEN: Jurnal Riset Kimia Vol. 12 No. 1 (2026): April Edition
Publisher : Chemistry Department, Mathematics and Natural Science Faculty, Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/kovalen.2026.v12.i1.17988

Abstract

This study investigated the influence of extraction time and sodium bisulfite concentration on citronella (Cymbopogon nardus) extracts using ethanol as solvent. Nine treatments (P1–P9) were evaluated for yield, moisture content, and preliminary TLC screening. The highest yield (59.94%) was obtained at 4 h with 2.5 g sodium bisulfite, while P8 (5 h, 2 g sodium bisulfite) exhibited a lower yield but higher moisture content, suggesting greater solubilization of polar compounds. ANOVA confirmed that extraction parameters significantly affected extract composition (p < 0.05). TLC results, however, produced anomalous Rf values exceeding the theoretical limit, attributed to the use of n-hexane: acetic acid (6:4) as mobile phase, which was unsuitable for terpenoid separation. Consequently, TLC was considered qualitative only. GC–MS analysis of P8 revealed 18 peaks dominated by long chain fatty acids (palmitic, oleic, cis vaccenic acids), while citronella’s characteristic terpenoids (citronellal, citronellol, geraniol) were absent, confirming volatilization losses during ethanol extraction. These findings highlight that ethanol extraction at elevated temperatures yields fatty acid rich fractions with potential functional applications, however, it is unsuitable for producing authentic citronella essential oil. Future work should optimize TLC solvent systems, extend GC–MS profiling to all treatments, and employ alternative extraction methods such as steam distillation or solvent free microwave techniques to preserve volatile terpenoids.