Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

“COVID-19” MEME IN SOCIAL MEDIA: STUDY OF ROLAND BARTHES SEMIOLOGY Siti Isnaniah; Tiya Agustina
Bahtera: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 19 No 2 (2020): Bahtera: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, Volume 19 Nomor 2 Juli 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Program Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1322.804 KB) | DOI: 10.21009/bahtera.192.010

Abstract

ABSTRACT The objective of this research is to reveal the meaning of Covid-19 memes in social media using study of Roland Barthes semiology. In addition, this research also explains the social representation in Covid-19 memes. The method of the research is qualitative descriptive using technical analysis of Roland Barthes semiology. The technique of collecting data is based on two resources. The primary data are collections of memes about Covid 19 in some social media, such as Instagram, Facebook, and Web Blog. The secondary data are references supporting the topic of the research. In validity technique, the primary data are collected based on the topic of the discussion. After that, the data are processed descriptively by explaining, and comparing the information gained from many resources. Then, the data are reduced and presented. The result of the study shows that the creators tried to reveal social condition through Covid-19 memes. The social conditions were presented in some types of memes, namely critical memes, parodist memes, and motivational memes. In relation to meaning presentation, some social problems were revealed Covid-19 memes. Keywords: Meme, Covid-19, Social Media, Roland Barthes Semiology
From Denotation to Myth: a Semiotic-Pedagogical Framework for Solo Raya's Religious Traditions as Advanced Indonesian for Foreign Speakers’ Material Siti Isnaniah; Tiya Agustina; Endang Rahmawati
Penamas Vol 39 No 1 (2026): Volume 39, Issue 1, January-June 2026
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31330/24k5f754

Abstract

Pengajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) menuntut pemelajar mampu membaca makna implisit yang tertanam secara budaya, namun tradisi keagamaan Jawa belum dimanfaatkan untuk tujuan ini. Fokus pada kawasan Solo Raya, Jawa Tengah, penelitian ini menganalisis konstruksi makna tradisi keagamaan lokal dan menteorikan nilainya sebagai bahan ajar BIPA tingkat lanjut. Penelitian menggunakan desain kualitatif deskriptif dengan semiotika Roland Barthes (denotasi, konotasi, dan mitos) dengan data dari wawancara mendalam, observasi visual, dokumentasi, dan studi pustaka yang dianalisis melalui reduksi, kategorisasi, interpretasi tanda, dan penyimpulan. Analisis terhadap tradisi-tradisi lokal di Solo Raya saling berkelindan antara tradisi Jawa dan Islam, dan harus mampu dibaca pemelajar tingkat lanjut. Berbasis kerangka semiotik-pedagogis yang menyelaraskan progresi Barthes dari denotasi ke mitos dengan kompetensi simbolik (Kramsch), tradisi-tradisi tersebut dapat dijadikan bahan ajar BIPA dalam mengembangkan kompetensi linguistik, antarbudaya, dan simbolik pemelajar asing dalam menafsirkan makna implisit serta berkomunikasi dalam konteks sosiokultural Jawa-Islam.