Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Optimalisasi Manajemen Kurikulum untuk Mendukung Elemen Pembelajaran Berdiferensiasi di SMK Hikmah, Milhatul; Trihantoyo, Syunu; Sholeh, Muhamad
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 8 No. 2 (2025): Mei - Agustus 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.8.2.2025.5821

Abstract

Manajemen kurikulum memiliki peran yang sangat penting dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kurikulum sesuai prinsip pembelajaran berdiferensiasi. Pembelajaran diferensiasi dapat menciptakan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didik mulai dari kesiapan belajar, minat belajar, dan gaya belajar peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan manajemen kurikulum dalam mendukung elemen pembelajaran berdiferensiasi yang ada di SMKN 1 Cerme dan SMKN 1 Sidayu seperti elemen konten, elemen proses, elemen produk, dan lingkungan belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam kepada kepala sekolah, wakil kepala bidang kurikulum, guru, dan peserta didik. Selain itu, data yang diambil dari penelitian ini dengan cara melakukan pengamatan langsung di lokasi tentang penerapan elemen pembelajaran berdiferensiasi di SMKN 1 Cerme dan SMKN 1 Sidayu, dan dokumentasi. Hasil penelitian telah dianalisis dan menunjukkan bahwa pembelajaran yang dilakukan guru di kelas menggunakan elemen pembelajaran berdiferensiasi dapat meningkatkan minat peserta didik terhadap pembelajaran dan menjadikan pembelajaran menyenangkan, dan dikudung dengan manajemen kurikulum di sekolah yang dilakukan secara optimal. Kebijakan kurikulum yang diterapkan di sekolah dapat mendukung guru dalam melakukan elemen pembelajaran berdiferensiasi di kelas. Dapat disimpulkan bahwa SMKN 1 Cerme dan SMKN 1 Sidayu sudah dapat mengoptimalkan manajemen kurikulum di sekolahnya yang bisa mendukung elemen pembelajaran berdiferensiasi di setiap pembelajaran di kelas, sehingga menjadikan pembelajaran di kedua sekolah tersebut menyenangkan dan peserta didik dapat berkembang sesuai dengan bakat dan minatnya.
Optimization of Flowchart Material in Programming Using Problem Based Learning Model Class X SMKN 1 Cerme Cahyani, Marisania Pramesti; Rosmelati, Malinda Putri; Aziz, Maretha Rendy Ahmadan Abdul; Romadhoni, M. Aldo Fatkur; Fani, Listania Dunu; Sulthoni, Maulana; Harimurti, Rina; Hikmah, Milhatul
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 9, No 3 (2025): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan) (Juli)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jisip.v9i3.8663

Abstract

This study aims to analyze the optimization of flowchart material in programming through the application of the PBL model in class X of SMKN 1 Cerme. The method used is Classroom Action Research with two cycles, involving 36 students of class X Visual Communication Design (DKV) 1. Data collection was carried out through cognitive tests, learning interest questionnaires, and learning motivation questionnaires. The results of the study showed a significant increase in the cognitive learning outcome aspect, with the average pretest score increasing from 67.5 to 74.9 and the posttest score from 80.9 to 89.9. The results of the paired t-test showed that the implementation of PBL had a positive impact on students' academic achievement. The increase was also seen in students' learning interest, indicated by an increase in the percentage of learning completion from 81% to 97%. In addition, students' learning motivation increased, with the highest score in cycle I of 4.53 in the aspect of facility availability, and increasing to 4.69 in cycle II in the aspect of belief in the relevance of flowchart learning to the world of technology. The conclusion of this study shows that the PBL model is effective in improving student learning outcomes, interests, and motivation. The implication is that teachers are advised to implement problem-based learning that is contextual and relevant to the needs of students and the world of work.
PENERAPAN MODEL PROJECT BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN PARTISIPASI DAN HASIL BELAJAR PEMROGRAMAN DASAR SISWA Hikmah, Milhatul
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 24 No. 1, Juni 2020
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32550/teknodik.v0i2.376

Abstract

Partisipasi siswa pada proses pembelajaran Pemrograman Dasar kelas X TKJ 2 SMK Negeri 1 Cerme, Kabupaten Gresik sangat kurang. Hal ini karena mereka merasa kesulitan dalam memahami bahasa pemrograman yang belum pernah mereka dapatkan pada pendidikan sebelumnya. Dari hasil pre test yang dilakukan, tidak ada seorang siswa pun yang menguasai secara tuntas. Alasan lain dari kesulitan mereka adalah bahwa metode pembelajaran yang dilakukan selama ini adalah dengan metode ceramah, bukan berpusat pada siswa. Hasil akhir dari mata pelajaran ini adalah bahwa siswa dapat menghasilkan sebuah proyek berupa program. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan partisipasi dan hasil belajar siswa dengan menerapkan model Project Based Learning. Penelitian ini menggunakan prosedur penelitian tindakan kelas (PTK) sebanyak dua siklus. Satu siklus berisi tahapan sebagai berikut: (1) perencanaan tindakan; (2) pelaksanaan tindakan; dan (3) pengamatan dan refleksi. Menurut hasil wawancara, observasi siswa, dan refleksi siswa, ditemukan bahwa akar masalahnya adalah proses pembelajaran yang hanya menggunakan ceramah. Ada tindakan dalam upaya pemecahan masalah yaitu: (1) peningkatan partisipasi siswa dengan menghubungkan langsung materi pembelajaran dengan kehidupan nyata; dan (2) peningkatan hasil belajar siswa dengan pemahaman melalui praktik. Melalui penerapan model Project Based Learning, pembelajaran dapat berlangsung kondusif. Siswa menunjukkan respons positif dan hasil belajarnya meningkat. Berdasarkan analisis data selama siklus I, kemampuan siswa dalam memahami algoritma dan pemrograman adalah 19,3% tuntas; 32,2% cukup; dan 48,4% belum tuntas. Oleh karena itu, dilakukan refleksi untuk menuju ke siklus II, di mana pada siklus II ini didapatkan hasil belajar siswa sebesar 51,6% tuntas; 48,4% cukup; dan 0% belum tuntas. Pembelajaran melalui model Project Based Learning ini sangat membantu peningkatan partisipasi belajar siswa, yang kemudian meningkatkan hasil belajar mereka.  Students’ participation in the learning process of Basic Programming in the X TKJ 2 class of SMK Negeri 1, Cerme, Gresik District is very low. It is caused by the fact that they find some difficulties in understanding programming language that they have never got before. The pre-test result shows that there is no student who has mastered it completely. Another reason for their difficulties is that the learning method they have been experiencing so far is speech learning method, not a student-centered one. The final result of this subject is that the students produce a project in the form of a program. Therefore, the objective of this study is to increase students’ learning participation and outcomes by applying the Project Based Learning model. This study applies two cycles of research procedures. One cycle contains the following stages: (1) action plan; (2) implementation; and (3) observation and reflection. Based on the result of the interview, student observation, and student reflection, it is found that the root of the problem is the speech-like-learning process. There are actions to solve the problem, namely: (1) increasing students’ participation by relating the learning material to their real life; and (2) improving students’ learning outcomes by improving their understanding through practices. Through the implementation of Project Based Learning model, the learning can take place conducively. Students show a positive response, and their learning outcomes increases. Based on data analysis during the Cycle I, students’ ability to understand algorithms and programming is 19.3% in complete category; 32.2% in sufficient category; and 48.4% in incomplete category. For this reason, reflection is carried out to go forward to Cycle II, where the students’ learning outcomes becomes 51.6% in complete category; 48.4% in sufficient category; and 0% in incomplete category. Learning throughProject Based Learning model is highly supportive to students’ learning participation, which then results in their learning outcomes improvement