Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

SPACE AND CIRCULATION TYPOLOGY STUDY OF PARKS IN THE BANKS OF SURABAYA RIVER Avenzoar, Azkia; Mutia, Fairuz
Border: Jurnal Arsitektur Vol. 2 No. 1 (2020): JUNE 2020
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Architecture and Design, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/border.v2i1.23

Abstract

Geographically Surabaya is crossed by the Kalimas River which runs from south to north with several branches to the east. Therefore the utilization of this river bank has an important role to increase the ecological and visual value of the city while securing the city space assets. Utilization of river banks as active and attractive city parks has been carried out by the Surabaya City Government. Some of them are Taman Prestasi, Taman Eksresi, and Taman Buah. These three parks are both on the banks of the river which are river border spaces which are not allowed to be made buildings. This study aims to identify the typology of space formed in city parks located on the banks of rivers. Then the findings of the resulting typology of hope can be useful in the development of urban parks on the banks of the river. This study found that the geometry of the park formed is a linear park with a linear circulation path as well. Access to the linear park can be from the middle or the end of the park. So that space to attract visitor activity at the ends of the park so it does not become a dead space that is empty of visitors. The types of spaces created at the end of the park include playgrounds, foot reflexology paths, historical monuments, mini libraries and food courts.
Analisis Estetika Visual Pada Malang Creative Center Sebagai Citra Kota Kreatif Lutfi, Moh; Avenzoar, Azkia
Jurnal Informasi, Sains dan Teknologi Vol. 7 No. 1 (2024): Juni: Jurnal Informasi Sains dan Teknologi
Publisher : Politeknik Negeri FakFak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/isaintek.v7i1.190

Abstract

Kota Malang yang menyandang julukan kota kreatif pada tahun 2021 melalui keputusan yang ditetapkan oleh kemenparekraf tentang penetapan kabupaten dan kota kreatif Indonesia. Keputusan Ini adalah salah satu upaya untuk meningkatkan potensi ekonomi kreatif di Tanah Air, dengan Kota Malang menjadi satu-satunya kota di Jawa Timur yang dipilih sebagai Kota Kreatif 2021. Malang creative center adalah bangunan pusat kegiatan kreatif di Kota Malang yang dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai wadah untuk mengembangkan kemampuan kreatif masyarakat. Sebagai pusat kegiatan kreatif, estetika visual Malang Creative Center harus mencerminkan fungsi bangunan yang mengakomodir kegiatan kreatif yang ada di dalamnya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan melakukan pendekatan kajian literatur, yaitu menggunakan pengumpulan data menggunakan metode manajemen data dan metode analisis, serta melakukan eksplorasi penerapannya pada obyek terbangun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa estetika bangunan Malang Creative Center cukup mencerminkan sebagai bangunan pusat kreatif melalui bentuk dan ornamen pada bangunan.
IMPLEMENTASI POLA ARSITEKTUR BIOFILIK PADA PUSAT PERBELANJAAN DI IKLIM TROPIS: LAGOON AVENUE MALL SUNGKONO SURABAYA WIJAYA, RAVINDA ARGA; AVENZOAR, AZKIA
Jurnal Arsitektur Kolaborasi Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Arsitektur Kolaborasi
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54325/kolaborasi.v5i2.101

Abstract

Penerapan pola arsitektur biofilik dalam ruang komersial seperti mall, khususnya di kawasan beriklim tropis, masih jarang dikaji secara mendalam. Padahal, pendekatan desain ini menawarkan potensi besar dalam mengintegrasikan elemen alam ke dalam lingkungan binaan guna meningkatkan kesejahteraan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola arsitektur biofilik pada Lagoon Avenue Mall Sungkono Surabaya, sebuah pusat perbelanjaan semi-outdoor di Surabaya. Studi dilakukan dengan metode deskriptif-kualitatif melalui observasi lapangan, dokumentasi fotografis, serta pemetaan pola biofilik berdasarkan kategori Nature in the Space, Natural Analogues, dan Nature of the Space dalam 14 pola desain biofilik. Data yang diperoleh dianalisis dengan mengidentifikasi jenis, distribusi, dan proporsi pola arsitektur biofilik yang tampak dalam ruang publik mall. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa Lagoon Avenue Mall Sungkono Surabaya menampilkan pola biofilik yang cukup beragam, namun belum sepenuhnya terintegrasi secara konsisten di seluruh area sirkulasi utama. Hasil studi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap praktik perancangan ruang komersial tropis yang lebih berkelanjutan, sekaligus memperkaya literatur mengenai representasi pola biofilik dalam konteks urban.
Analisis Elemen Fasad Bangunan dalam Membentuk Sense of Place: Studi Kasus Kawasan Bosbow Madiun Nurahma, Tarisa; Avenzoar, Azkia
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH) Vol. 9 No. 2 (2026): April
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jaur.v9i2.14759

Abstract

Sense of place is the concept of emotional, social, and cultural attachments formed between individuals and a place. The formation of sense of place is influenced by three factors, namely physical form, image, and activities. Historical buildings, especially cultural heritage, have a high sense of place, especially in their physical form. This research aims to analyze the influence of the physical form of colonial building facades in the Bosbow cultural heritage area of Madiun City in forming a sense of place. The research method used is qualitative-descriptive with the approach of field observation and literature study. The results of this study show that the physical elements of buildings such as roofs, gevels, columns, walls, doors, windows, and other decorations have a role in shaping a sense of place in the form of visual impressions, place identity, and physical comfort. These elements not only represent a beautiful colonial character but also serve as a link between historical values and present-day spatial experiences. So the preservation of physical elements in buildings that have a sense of place value such as historic buildings is very important to strengthen the identity of an area.
IMPLEMENTASI POLA ARSITEKTUR BIOFILIK PADA PUSAT PERBELANJAAN DI IKLIM TROPIS: LAGOON AVENUE MALL SUNGKONO SURABAYA Wijaya, Ravinda Arga; Avenzoar, Azkia
JURNAL KOLABORASI UNPAND 卷 5 期 2 (2025): Jurnal Arsitektur Kolaborasi
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54325/kolaborasi.v5i2.101

Abstract

Penerapan pola arsitektur biofilik dalam ruang komersial seperti mall, khususnya di kawasan beriklim tropis, masih jarang dikaji secara mendalam. Padahal, pendekatan desain ini menawarkan potensi besar dalam mengintegrasikan elemen alam ke dalam lingkungan binaan guna meningkatkan kesejahteraan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola arsitektur biofilik pada Lagoon Avenue Mall Sungkono Surabaya, sebuah pusat perbelanjaan semi-outdoor di Surabaya. Studi dilakukan dengan metode deskriptif-kualitatif melalui observasi lapangan, dokumentasi fotografis, serta pemetaan pola biofilik berdasarkan kategori Nature in the Space, Natural Analogues, dan Nature of the Space dalam 14 pola desain biofilik. Data yang diperoleh dianalisis dengan mengidentifikasi jenis, distribusi, dan proporsi pola arsitektur biofilik yang tampak dalam ruang publik mall. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa Lagoon Avenue Mall Sungkono Surabaya menampilkan pola biofilik yang cukup beragam, namun belum sepenuhnya terintegrasi secara konsisten di seluruh area sirkulasi utama. Hasil studi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap praktik perancangan ruang komersial tropis yang lebih berkelanjutan, sekaligus memperkaya literatur mengenai representasi pola biofilik dalam konteks urban.