Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Rantai Pasok dan Nilai Tambah Susu Sapi Perah Setiyowati, Lilis
Efficient: Indonesian Journal of Development Economics Vol 3 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/efficient.v3i2.39299

Abstract

The population of dairy cows and high milk production have not been able to provide positive benefits for farmers. This is due to the weak position of farmers due to the long supply chain of milk marketing and the lack of knowledge about processing milk products that can increase farmers' income. This study aims to examine the supply chain of dairy cows in Getasan District and the added value of milk derived products. This research uses quantitative descriptive method with data collection techniques in the form of observation and questionnaire filling. The efficient supply chain channel pattern is I (household-farmer) marketing margin value of Rp. 0.00 per liter and farmer's share value of 100% and IV (farmer-trader / KUD-Processing Consumer) with a marketing margin value of Rp. 769.92, - per liter as well as the farmer's share value of 88.37%. In the calculation of the value added of processing milk into milk candy which has the highest value added ratio of 42.76%. So milk candy processing can be an alternative milk-derived product that can be cultivated by farmers. Populasi dan tingginya produksi susu belum mampu memberikan keuntungan yang maksimal bagi peternak sapi perah. Hal ini dikarenakan bergaining position peternak yang lemah karena rantai pasok pemasaran susu yang panjang selain itu kurangnya pengetahuan tentang pengolahan produk turunan susu yang dapat menambah pendapatan peternak. Penelitian ini bartujuan untuk mengkaji rantai pasok susu sapi perah di Kecamatan Getasan dan nilai tambah produk turunan susu. Penelitian ini menggunakan metode deskripstif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan pengisian kuesioner. Hasil penelitian menujukkan bahwa ada 7 pola saluran rantai pasok susu di Kecamatan Getasan. Pola saluran rantai pasok yang efisien yaitu pola saluran I (peternak-konsumen rumah tangga) nilai marjin pemasaran Rp 0.00 per liter serta nilai farmer’s share 100% dan pola saluran IV (peternak-pedagang besar/KUD-Konsumen Pengolah) dengan nilai marjin pemasaran Rp 769.92 per liter serta nilai farmer’s share 88.37%. Pada hasil penghitungan nilai tambah pengolahan susu menjadi permen susu yang mempunyai rasio nilai tambah tertinggi sebesar 42.76%. Jadi pengolahan permen susu bisa menjadi oalahan produk turunan susu yang bisa diusahakan peternak.
Rantai Pasok dan Nilai Tambah Susu Sapi Perah Setiyowati, Lilis
Efficient: Indonesian Journal of Development Economics Vol 3 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/efficient.v3i2.39299

Abstract

The population of dairy cows and high milk production have not been able to provide positive benefits for farmers. This is due to the weak position of farmers due to the long supply chain of milk marketing and the lack of knowledge about processing milk products that can increase farmers' income. This study aims to examine the supply chain of dairy cows in Getasan District and the added value of milk derived products. This research uses quantitative descriptive method with data collection techniques in the form of observation and questionnaire filling. The efficient supply chain channel pattern is I (household-farmer) marketing margin value of Rp. 0.00 per liter and farmer's share value of 100% and IV (farmer-trader / KUD-Processing Consumer) with a marketing margin value of Rp. 769.92, - per liter as well as the farmer's share value of 88.37%. In the calculation of the value added of processing milk into milk candy which has the highest value added ratio of 42.76%. So milk candy processing can be an alternative milk-derived product that can be cultivated by farmers. Populasi dan tingginya produksi susu belum mampu memberikan keuntungan yang maksimal bagi peternak sapi perah. Hal ini dikarenakan bergaining position peternak yang lemah karena rantai pasok pemasaran susu yang panjang selain itu kurangnya pengetahuan tentang pengolahan produk turunan susu yang dapat menambah pendapatan peternak. Penelitian ini bartujuan untuk mengkaji rantai pasok susu sapi perah di Kecamatan Getasan dan nilai tambah produk turunan susu. Penelitian ini menggunakan metode deskripstif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan pengisian kuesioner. Hasil penelitian menujukkan bahwa ada 7 pola saluran rantai pasok susu di Kecamatan Getasan. Pola saluran rantai pasok yang efisien yaitu pola saluran I (peternak-konsumen rumah tangga) nilai marjin pemasaran Rp 0.00 per liter serta nilai farmer’s share 100% dan pola saluran IV (peternak-pedagang besar/KUD-Konsumen Pengolah) dengan nilai marjin pemasaran Rp 769.92 per liter serta nilai farmer’s share 88.37%. Pada hasil penghitungan nilai tambah pengolahan susu menjadi permen susu yang mempunyai rasio nilai tambah tertinggi sebesar 42.76%. Jadi pengolahan permen susu bisa menjadi oalahan produk turunan susu yang bisa diusahakan peternak.
Internal and External Factors Associated with Preoperative Anxiety: A Cross-Sectional Study Vitaliati, Trisna; Setiyowati, Lilis
Journal of Nursing Periodic Vol. 3 No. 1 (2026): January
Publisher : LPPM Universitas dr. Soebandi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36858/jnp.v3i1.53

Abstract

Introduction: Anxiety is a common psychological response experienced by patients before undergoing surgery. This condition can affect physiological stability, the healing process, as well as the success of surgery. Factors that affect a patient's anxiety level can come from internal aspects such as age, gender, education level, and knowledge; as well as external factors such as family support, information from health workers, and previous surgery experience. This study aims to analyze internal and external factors related to the patient's anxiety level before surgery. Methods: This study uses an analytical descriptive design with a cross sectional approach. The population obtained was obtained from the average number of surgery patients each month of 100 people. The number of samples calculated using the slovin formula was obtained by 80 respondents who were taken using the Random Sampling technique. Data collection was carried out using the Hamilton Anxiety Rating Scale questionnaire to measure anxiety levels as well as questionnaires of related factors. Data analysis uses chi-square tests to look at the relationships between variables. Results: The results of the study showed that the factors related to the level of anxiety in pre-operative patients through statistical tests were age (pvalue = 0.04), education level (pvalue = 0.02), surgical experience (pvalue = 0.001) and family support (pvalue = 0.001). Meanwhile, another factor that was not related to the anxiety level of pre-operative patients was gender (pvalue = 0.216). Conclusions: Both internal and external factors have an influence on the patient's anxiety level before surgery. Efforts are needed to improve pre-operative education and psychological support for patients to reduce anxiety levels and increase readiness for surgery.
Peran Penugasan Jumat Ibadah terhadap Peningkatan Kepercayaan Diri Siswa Ilham, Heykhel Ahmad Novaldi; Aini, Isnadiah Nur; Setiyowati, Lilis; Asmaroni, Asmaroni; Susilawati, Ulfah
SIBERNETIK: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 3 No. 2 (2025): SIBERNETIK: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universita San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/sjpp.v3i2.503

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis peran Penugasan Jumat Ibadah sebagai kegiatan keagamaan terstruktur berbasis penugasan peran publik dalam meningkatkan kepercayaan diri siswa di MTs Negeri Salatiga. Penugasan Jumat Ibadah melibatkan siswa secara bergilir sebagai pelaku utama kegiatan, seperti menjadi MC, memimpin pembacaan Yasin, tahlil, doa, dan menyampaikan kultum, sehingga memberi pengalaman langsung tampil di depan umum dalam konteks religius. Penelitian ini dilandasi asumsi bahwa pemberian tanggung jawab dan pengalaman keberhasilan (mastery experience) dapat memperkuat self-confidence siswa. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian guru pembimbing dan siswa kelas VII–IX yang terlibat aktif dalam program tersebut. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum bertugas, sebagian besar siswa mengalami kecemasan, rasa takut, dan kurang percaya diri. Namun, setelah mengikuti penugasan secara berkelanjutan, siswa menunjukkan peningkatan kepercayaan diri yang nyata, terutama pada dimensi afektif (rasa lega, bangga, dan termotivasi), perilaku (kelancaran berbicara, stabilitas suara, dan keberanian tampil), serta kognitif (keyakinan terhadap kemampuan diri). Penugasan Jumat Ibadah terbukti berperan sebagai wahana pembelajaran berbasis pengalaman religius yang efektif dalam memperkuat self-efficacy siswa, meskipun masih memerlukan penguatan pada aspek latihan singkat dan pendampingan sistematis.