Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

STRATEGI GURU MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI SALATIGA DALAM INSERSI KURIKULUM BERBASIS CINTA Apriana, Rizzal Rizqi; Abshar, Muhammad Umar Ulil Aidi; Yani, Arum Pebri; Sulistyowati, Dwi; Susilawati, Ulfah
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i4.7664

Abstract

This study examines the strategies used by teachers at Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Salatiga in integrating the Love-Based Curriculum (Kurikulum Berbasis Cinta/KBC) into the teaching and learning process, specifically in seventh-grade classrooms. The research aims to identify the practical approaches implemented by teachers to foster love-based values in students and to analyze the challenges encountered during the implementation of this curriculum innovation. A qualitative descriptive method was employed, involving classroom observations, interviews with teachers, and documentation analysis to obtain a comprehensive understanding of teaching practices. The findings show that teachers apply various methods such as modeling compassionate behavior, integrating affective values into learning materials, strengthening teacher-student relationships, and promoting collaborative learning environments. However, the implementation still faces several obstacles, including limited teacher training, varied student characteristics, insufficient learning media, and time constraints due to curricular demands. Despite these challenges, teachers demonstrate a strong commitment to cultivating emotional and spiritual development in students. This study concludes that the integration of a Love-Based Curriculum contributes positively to character formation and supports a more humanistic Islamic education model, although continuous professional development and institutional support are required to optimize the implementation. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengkaji strategi guru di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Salatiga dalam menginsersikan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) ke dalam proses pembelajaran pada kelas VII serta mengidentifikasi tantangan yang muncul dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi kelas, wawancara dengan guru, dan studi dokumentasi untuk memperoleh gambaran yang komprehensif terkait praktik pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan berbagai strategi, antara lain memberi keteladanan sikap penuh kasih, mengintegrasikan nilai afektif dalam materi pelajaran, memperkuat relasi guru–siswa, serta menciptakan suasana belajar kolaboratif. Namun, implementasi KBC masih menghadapi beberapa hambatan seperti keterbatasan pelatihan guru, karakteristik siswa yang beragam, minimnya media pembelajaran pendukung, serta keterbatasan waktu akibat padatnya tuntutan kurikulum. Meskipun demikian, guru tetap berkomitmen dalam menumbuhkan perkembangan emosional dan spiritual peserta didik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa insersi Kurikulum Berbasis Cinta memberikan kontribusi positif terhadap pembentukan karakter dan mendukung model pendidikan Islam yang lebih humanis, namun perlu adanya dukungan berkelanjutan dan penguatan kapasitas guru agar pelaksanaannya lebih optimal.
Development of an Imtaq Project-Based Program to Enhance Early Childhood Faith and Piety Sauqy, Dzulfikar; Susilawati, Ulfah; Pratiwi, Indy Ari
Jurnal Pendidikan Anak Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Department of Early Childhood Education, Faculty of Education, Universitas Negeri Yogyakarta in in cooperation with in cooperation with the Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD (PPJ PAUD) Indonesia based on the MoU Number: 030/PPJ-PAUD/VIII/2020.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpa.v14i2.2376

Abstract

The suboptimal implementation of religious and moral values in early childhood learning has created a gap between curriculum planning and classroom practice. This study aims to develop an "Imtaq" (Faith and Piety) project-based learning program designed to strengthen religious and moral values in early childhood education. The research involved 48 early childhood learners and four teachers from RA Matholiul Ulum and BA Danurejo 1. The study employed the ADDIE Development model, consisting of the stages of Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. During the Development stage, expert validation was conducted by two specialists in Early Childhood Education and learning program Development. The validation results were analysed using descriptive statistics and a paired-samples t-test. The findings indicated that the calculated t-value was 3.408, while the Sig. (2-tailed) The value was 0.001, which is lower than 0.05. This demonstrates that the program effectively integrates core religious values such as honesty, tolerance, and empathy into children's daily learning experiences. Overall, the results indicate that project-based learning centred on faith and devotion can strengthen children's religious concepts while fostering the comprehensive Development of religious and moral values
Peran Penugasan Jumat Ibadah terhadap Peningkatan Kepercayaan Diri Siswa Ilham, Heykhel Ahmad Novaldi; Aini, Isnadiah Nur; Setiyowati, Lilis; Asmaroni, Asmaroni; Susilawati, Ulfah
SIBERNETIK: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 3 No. 2 (2025): SIBERNETIK: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universita San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/sjpp.v3i2.503

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis peran Penugasan Jumat Ibadah sebagai kegiatan keagamaan terstruktur berbasis penugasan peran publik dalam meningkatkan kepercayaan diri siswa di MTs Negeri Salatiga. Penugasan Jumat Ibadah melibatkan siswa secara bergilir sebagai pelaku utama kegiatan, seperti menjadi MC, memimpin pembacaan Yasin, tahlil, doa, dan menyampaikan kultum, sehingga memberi pengalaman langsung tampil di depan umum dalam konteks religius. Penelitian ini dilandasi asumsi bahwa pemberian tanggung jawab dan pengalaman keberhasilan (mastery experience) dapat memperkuat self-confidence siswa. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian guru pembimbing dan siswa kelas VII–IX yang terlibat aktif dalam program tersebut. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum bertugas, sebagian besar siswa mengalami kecemasan, rasa takut, dan kurang percaya diri. Namun, setelah mengikuti penugasan secara berkelanjutan, siswa menunjukkan peningkatan kepercayaan diri yang nyata, terutama pada dimensi afektif (rasa lega, bangga, dan termotivasi), perilaku (kelancaran berbicara, stabilitas suara, dan keberanian tampil), serta kognitif (keyakinan terhadap kemampuan diri). Penugasan Jumat Ibadah terbukti berperan sebagai wahana pembelajaran berbasis pengalaman religius yang efektif dalam memperkuat self-efficacy siswa, meskipun masih memerlukan penguatan pada aspek latihan singkat dan pendampingan sistematis.
Implementasi Pendekatan TPACK dalam Pembelajaran Qur’an Hadits pada Siswa Kelas IX MTs Negeri Salatiga Tiyarningarum, Adinda Nisaa; Putri, Qori Widias; Susilawati, Ulfah
SIBERNETIK: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 3 No. 2 (2025): SIBERNETIK: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universita San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/sjpp.v3i2.504

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi pendekatan Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK) dalam pembelajaran Qur’an Hadits kelas IX MTs Negeri Salatiga. Latar belakang penelitian didasarkan pada kebutuhan pembelajaran agama yang lebih interaktif dan kontekstual di era digital. Metode yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan melibatkan guru Qur’an Hadits serta siswa kelas IX. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru mampu mengintegrasikan pengetahuan konten, pedagogis, dan teknologi melalui penggunaan aplikasi Al-Qur’an digital, video pembelajaran, serta media interaktif seperti Wordwall dan Blooket, yang dipadukan dengan model pembelajaran saintifik berbasis diskusi. Integrasi ini meningkatkan motivasi, partisipasi, dan pemahaman siswa terhadap materi ayat dan hadis. Kendala jaringan dan keterbatasan perangkat diatasi dengan alternatif koneksi serta penyediaan materi offline. Penerapan TPACK terbukti memberikan dampak positif dan relevan bagi pembelajaran Qur’an Hadits dalam konteks madrasah yang bergerak menuju transformasi digital.