Articles
PENGARUH PENERAPAN REMINISCENCE THERAPY TERHADAP TINGKAT DEPRESI PADA LANSIA
Vitaliati, Trisna
KEPERAWATAN Vol 6, No 1 (2018): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : LPPM BSI Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (357.333 KB)
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengidenfikasi pengaruh penerapan reminiscence therapi terhadap tingkat depresi pada lansia di PSTW Bondowoso. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi experimental dengan pendekatan one group pre-post test design menggunakan instrument Hamilton Depression Rating Scale, dilakukan pada 30 orang lansia. Teknik analisa data yang dipergunakan adalah dependent t-test dengan α=5%. Hasil penelitian menunjukkan skore rerata perubahan tingkat depresi pada lansia. Hasil uji dependent t-test didapatkan nilai p-value = 0,000, sehingga dapat disimpulkan bahwa reminiscence therapy berpengaruh secara signifikan terhadap penurunan tingkat depresi pada lansia. Intervensi remiscence therapy dapat menurunkan tingkat depresi pada lansia, sehingga program ini disarankan dapat diterapkan pada lansia sebagai bagian dari program kesehatan lansia.
Kata kunci: depresi, lansia, reminiscence therapy
PELAKSANAAN TUGAS PERAWATAN KESEHATAN KELUARGA DALAM UPAYA PENCEGAHAN COVID-19
Trisna Vitaliati
Proceeding Seminar Nasional Keperawatan Vol 7, No 1 (2021): Proceeding Seminar Nasional 2021
Publisher : Proceeding Seminar Nasional Keperawatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan dari penelitian ini adalah diketahuinya pelaksanaan perawatan kesehatan keluarga dalam upaya pencegahan covid-19. Desain penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan crosssectional. Sampel dalam penelitian ini adalah keluarga yang memenuhi kriteria inklusi. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik Sampling kuota didapatkan 364 responden. Instrument penelitian berupa kuesioner diisi responden (keluarga) yang berisi tentang karakteristik responden berdasarkan data demografi, dan terdiri dari 5 aspek tugas kesehatan keluarga daalm upaya pencegahan Covid-19. Data dianalisis secara deskriptif dan isajikan erupa tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan keluarga dalam mengenal masalah Kesehatan covid-19 96,7% dalam kategori baik; kemampuan keluarga mengambil keputusan dalam melakukan tindakan pencegahan Covid-19 memiliki sikap yang baik 95,3 %; Kemampuan keluarga merawat anggota keluarga dalam melakukan tindakan pencegahan Covid-19 93,1% dalam kategori baik; kemampuan keluarga memodifikasi lingkungan kesehatan sekitar keluarga 97% dalam kategori baik; kemampuan keluarga memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan yang ada 95,3% responden dalam kategori baik; dan pelaksanaan tugas kesehatan keluarga dalam melakukan pencegahan Covid-19 92,3% responden dalam kategori baik. Kesimpulan pada penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan tugas perawatan kesehatan keluarga mayoritas dalam kategori baik. Hal ini sangat diperlukan dalam upaya pencegahan dan mengatasi masalah kesehatan keluarga.Kata kunci: Covid-19, Pencegahan penyakit, Tugas perawatan Kesehatan keluarga
Pengaruh Relaksasi Religius terhadap Penurunan Tingkat Insomnia pada Lansia Di PSLU Bondowoso
Trisna Vitaliati
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (354.347 KB)
|
DOI: 10.32419/jppni.v2i1.80
ABSTRAKTujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengidenfikasi pengaruh relaksasi religius terhadap penurunan tingkat insomia di PSLU Bondowoso. Metode: Metode penelitian yang digunakan ialah quasi experimental dengan pendekatan pre-post test control group design menggunakan instrumen Insomnia Rating Scale, dilakukan pada kelompok intervensi (n=31) dan kelompok kontrol (n=31). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan skor rerata perubahan tingkat insomnia pada kelompok intervensi maupun kelompok kontrol. Pada hasil uji Mann Whitney didapatkan nilai p-value=0,021 sehingga dapat disimpulkan bahwa terapi relaksasi religius berpengaruh secara signifikan terhadap penurunan tingkat insomnia pada lansia. Diskusi: Relaksasi religius akan membuat seseorang merasa tenang sehingga kemudian menekan kerja saraf simpatis dan mengaktifkan kerja sistem saraf parasimpatis. Perlakuan relaksasi religius cukup efektif untuk memperpendek waktu dari mulai merebahkan tubuh hingga tertidur dan mudah memasuki tidur. Hal ini membuktikan bahwa relaksasi religius yang dilakukan dapat membuat lebih relaks sehingga kesulitan ketika mengawali tidur dapat diatasi dengan perlakuan ini. Kesimpulan: Teknik relaksasi religius efektif menurunkan tingkat insomnia pada lansia sehingga program ini disarankan dapat diterapkan pada lansia sebagai bagian dari program kesehatan lansia.Kata Kunci: insomnia, lansia, relaksasi religius.EFFECT OF RELIGIUS RELAXATION ON DECREASING INSOMNIA LEVEL IN THE ELDERLY AT PSLU BONDOWOSOABSTRACTObjective: This study aims to identify the effect of religious relaxation on decreasing insomnia level at PSLU Bondowoso. Methods: This study was quasi-experimental with pre-posttest control group design using Insomnia Rating Scale and was conducted on intervention group (n=31) and control group (n=31). Data were analyzed using univariate and bivariate. Results: The results of the study indicated the average score of changes in insomnia levels in intervention group and control group. The results ofMann-Whitney test indicated p-value=0.021 so it could be concluded that religious relaxation therapy significantly affected the decrease in insomnia levels in the elderly. Discussion: Religious relaxation will make a person feel calm, which will then press the work of sympathetic nervous and activate the work of the parasympathetic nervous system. The treatment of religious relaxation is effective to shorten the time from lying down to falling asleep and easily entering into sleep. This proves that religious relaxation can make a person more relaxed so that difficulty when initiating sleep can be overcome by this treatment. Conclusion: Religious relaxation technique is effective in decreasing insomnia levels in the elderly so that this program is recommended to be applied in the elderly as a part of elderly health program.Keywords: insomnia, elderly, religious relaxation
Increasing Knowledge Of Non-Communicable Disease: Hypertension In Elderly: Peningkatan Pengetahuan Penyakit Tidak Menular: Hipertensi Pada Lansia
Irwina Angelia Silvanasari;
Nurul Maurida;
Trisna Vitaliati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 8 No. 3 (2022): JPM | September 2022
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33023/jpm.v8i3.1125
Prevalensi hipertensi terus mengalami peningkatan akibat dari adanya penuaan populasi. Pemahaman yang baik tentang hipertensi pada lansia sangat diperlukan agar lansia mampu mengendalikan penyakit hipertensi yang diderita. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan lansia tentang hipertensi. Metode yang dilakukan dalam pemberian pendidikan kesehatan ini yaitu ceramah dan diskusi. Sasaran pengabdian masyarakat ini adalah lansia dengan hipertensi di Balai Desa Wonojati Kecamatan Jenggawah Kabupaten Jember sebanyak 20 orang lansia. Media yang digunakan berupa leaflet terkait hipertensi. Hasil dari kegiatan ini adalah ada peningkatan pengetahuan lansia tentang hipertensi, sebanyak 80% lansia memiliki pengetahuan baik dan 20% lansia memiliki pengetahuan cukup tentang hipertensi. Adanya pengetahuan yang baik tentang hipertensi pada lansia diharapkan mampu meningkatkan kemampuan lansia dalam mengendalikan hipertensi yang diderita dan pada akhirnya mampu meningkatkan kualitas hidup lansia
The Effect of Buerger Allen Exercise on Perfusion of Peripheral Tissues in Patients with Diabetes Mellitus: Literature Reviews
Hani Nur Anggraeni;
Trisna Vitaliati;
Hendra Dwi Cahyono
Jurnal Kesehatan Manarang Vol 9 No 1 (2023): April 2023
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Mamuju
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33490/jkm.v9i1.776
Diabetes mellitus is not treated immediately can cause ineffective peripheral tissue perfusion. Ineffective peripheral tissue perfusion can lead to lower extremity amputation. Buerger allen exercise can improve ineffective peripheral tissue perfusion with an indicator of increasing the value of the ankle brachial index (ABI). This literature study aims to explore the intervention of Buerger Allen exercise on the ineffectiveness of peripheral tissue perfusion in patients with diabetes mellitus. This study uses a literature review method with 3 databases, namely Proquest, Google Scholar, and PubMed with a total of 6 articles reviewed with the PICOS framework criteria. The criteria for the articles used are those published from 2016 to 2021 amounting to 2,445 articles, then a selection is made based on duplicate titles, PICOS and critical appraisal to 6 articles. The administration of Buerger Allen exercise greatly affects the increase in the value of the ankle brachial index (ABI) as an indicator of the effectiveness of peripheral tissue perfusion in patients with diabetes mellitus. All reviewed articles show the same results. Buerger allen exercise can increase oxygen in the blood vessels so that it can be an alternative therapy that can be given to people with diabetes mellitus to improve ineffective peripheral tissue perfusion.
Behavior Modification As An Effort To Manage Hypertension In The Elderly And Their Families In Rural Area: Modifikasi Perilaku Sebagai Upaya Penatalaksanaan Hipertensi Pada Lansia Dan Keluarga Di Wilayah Rural
Silvanasari, Irwina Angelia;
Nurul Maurida;
Trisna Vitaliati;
Achmad Ali Basri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2023): JPM | September 2023
Publisher : UPPM - STIKES Pemkab Jombang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33023/jpm.v9i2.1557
Hipertensi pada lansia masih menjadi masalah kesehatan yang penting untuk ditangani. Pengetahuan yang mumpuni terkait perilaku pengendalian hipertensi tentunya diperlukan oleh lansia dan keluarga yang merawat. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan tentang perilaku pengendalian hipertensi pada lansia dan mengajarkan salah satu terapi aktivitas yakni terapi relaksasi otot progresif pada lansia dengan hipertensi dan keluarga yang merawatnya. Kegiatan ini dilakukan dengan metode ceramah, diskusi, dan demonstrasi pada lansia hipertensi dan keluarganya sebanyak 125 orang di wilayah kerja Puskesmas Jenggawah Kabupaten Jember Provinsi Jawa Timur. Wilayah kerja puskesmas ini termasuk dalam wilayah rural di Kabupaten Jember. Media dalam kegiatan ini berupa leaflet. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebanyak 81% peserta paham dengan baik terkait perilaku pengendalian hipertensi. Peserta juga mampu memperagakan terapi relaksasi otot progresif dengan baik sesuai intruksi pemateri. Adanya pengabdian masyarakat ini diharapkan mampu meningkatkan perilaku pengendalian hipertensi pada lansia serta meningkatkan pendampingan keluarga yang merawat lansia dengan hipertensi di wilayah rural
Hubungan Dukungan Keluarga dan Efikasi Diri dengan Kualitas Hidup Lansia Penderita Diabetes Melitus
Vitaliati, Trisna;
Maurida, Nurul;
Silvanasari, Irwina Angelia
Jurnal Ilmiah Keperawatan STIKES Hang Tuah Surabaya Vol 18 No 1 (2023): March Edition
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30643/jiksht.v18i1.232
People with Diabetes Mellitus need long-term care and treatment to improve their quality of life. Family support and self-efficacy are believed to have an influence on the quality of life of elderly people with diabetes mellitus. The objective of the study was to identify family support, self-efficacy and quality of life for elderly people with diabetes mellitus. This study is a descriptive analytic study with a cross-sectional approach. The sample in this study were elderly people with diabetes mellitus who were selected using a purposive sampling technique with a total of 54 respondents. Furthermore, univariate data analysis was carried out using the frequency distribution and statistical tests using the Spearman Rho Test. The results of the Rho Spearman analysis showed that family support was positively correlated with the quality of life of elderly people with diabetes mellitus (rho=0.579; p<0.01). Meanwhile, the results of the Rho Spearman analysis showed that self-efficacy correlated positively with the quality of life of elderly people with diabetes mellitus (rho=0.537; p<0.01). The recommendation from the results of this study, is that nurses can increase family support and self-efficacy for elderly people with diabetes mellitus by forming a support group consisting of families who have elderly family members with diabetes mellitus so that they can share information related to how to provide family support to provide positive reinforcement and motivation to elderly people with hypertension so that their quality of life increases.
SOSIALISASI PEMANFAATAN LIMBAH ORGANIK SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN ECO ENZIM BAGI MASYARAKAT DIWILAYAH PEDESAAN
Vitaliati, Trisna
DHARMAKARYA: Jurnal Aplikasi Ipteks untuk Masyarakat Vol 13, No 1 (2024): Maret, 2024
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/dharmakarya.v13i1.49916
Melimpahnya limbah organik di Desa Jamintoro yang belum dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat desa dapat diolah menjadi larutan eco enzim dengan cara yang mudah dan biaya yang terjangkau bagi masyarakat. Eco enzim adalah larutan seribu manfaat hasil fermentasi sampah organik yang dicampur gula dan air dengan takaran tertentu yang nantinya akan menjadi cairan berwarna coklat beraroma buah. Kegiatan ini memiliki tujuan untuk mendorong masyarakat Desa Jamintoro dalam mengurangi limbah organik dengan mengubahnya menjadi larutan eco enzim yang dapat digunakan untuk berbagai kegiatan rumah tangga. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini terdiri dari tiga tahapan kegiatan, yang pertama yaitu tahapan perencanaan pengelolaan limbah organik di Desa Jamintoro oleh KKN Kolaboratif kelompok 128, tahapan kedua yaitu koordinasi KKN Kolaboratif kelompok 128 dengan pihak Desa Jamintoro, dan tahapan terakhir ialah kegiatan sosialisasi pembuatan larutan eco enzim kepada masyarakat Desa Jamintoro. Kegiatan sosialisasi ini berlangsung dengan baik dan lancar serta didukung penuh oleh civitas akademika, aparat desa, dan masyarakat Desa Jamintoro.
Karakteristik Perilaku Manajemen Perawatan Diri Hipertensi pada Lansia di Daerah Rural
Irwina Angelia Silvanasari;
Nurul Maurida;
Trisna Vitaliati;
Achmad Ali Basri
Nursing Sciences Journal Vol 7 No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Kadiri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30737/nsj.v7i2.5103
Proper control, especially in the self-care management of hypertension in the elderly, is reported to be able to prevent unwanted complications. The aim of this research is to identify the characteristics of hypertension self-care management behavior in the elderly. The type of research was descriptive with a sample size of 150 out of 240 elderly people with hypertension in rural areas. The variable studied was hypertension self-care management behavior. The research instrument is the HSBMQ questionnaire. Data analysis is in the form of univariate analysis in the form of frequency distribution of the indicators of the variables studied. The research results showed that elderly people with hypertension had adequate behavior in self-care management for hypertension. This indicates that elderly people with hypertension are quite good in terms of self-integration, self-regulation, interaction with health workers, monitoring blood pressure, and compliance with treatment. Elderly people with hypertension should be able to increase their implementation of a healthy lifestyle such as diet and physical activity, be able to properly recognize the signs of hypertension and appropriate actions to overcome them, be able to discuss with health workers regarding action plans to overcome the hypertension they suffer from, be able to monitor blood pressure regularly , and able to comply with recommended treatment.
Analysis of Factors Affecting Compliance Taking Medicine for Elderly Hypertension Based Health Belief Models
Pristianti, Aulia Hilda;
Vitaliati, Trisna;
Maurida, Nurul
Journal of Rural Community Nursing Practice Vol. 1 No. 2 (2023): September
Publisher : Al-Hijrah Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58545/jrcnp.v1i2.202
Entering old age, more and more diseases attack the elderly, including high blood pressure. Most people with hypertension don't know they have hypertension because it has no symptoms, so it's often called the silent killer. Elderly people must adhere to treatment in cases of hypertension, especially by taking antihypertensive drugs. The problem faced by elderly people with hypertension is that most of them do not adhere to their medication. The behavior of following a doctor's advice comes from beliefs or perceptions. The health belief model is one of the theories based on faith. This study aimed to analyze the factors affecting medication adherence in the elderly with hypertension as a function of health belief regimen. This study uses a type of quantitative research. The study design used descriptive analysis with a cross-sectional design. The study population consisted of 107 elderly people with a sample of 100 elderly people with hypertension in the work area of Jenggawah Primary Health Center. The study will be conducted from April to May 2023. The instrument used in the study is a questionnaire. Based on the test results by SPSS using a logistic regression test with α of 0.05, perceived susceptibility p-value of 0.003, p-value of perceived severity of 0.036, p-value of perceived benefit is 0.682 observed, perceived barriers are found to be p-value 0.216, self-efficacy p value 0.081, cues to action p value 0.746. Based on the study results, it can be concluded that there is an influence of the perception of susceptibility and the perception of severity on the adherence to drug treatment in the elderly with hypertension.